BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Provinsi Sulawesi Selatan tengah mematangkan persiapan menuju perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulsel 2026. Salah satu langkah strategis yang telah dijadwalkan adalah pelaksanaan survei lokasi venue untuk cabang olahraga dayung di dua daerah kandidat: Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo.
Rencana survei ini disampaikan langsung oleh Sekretaris PODSI Sulsel, Drs. Suarman, M.Pd, saat ditemui di Sekretariat PODSI Sulsel, Komplek Danau Tanjung Bunga, Makassar, pada Senin, 1 Desember 2025. Menurutnya, survei direncanakan dilakukan sepanjang Desember agar keputusan mengenai lokasi resmi dapat diputuskan lebih cepat dan lebih matang.
Pantai Tete Bone dan Lokasi di Wajo
Dalam agenda tersebut, tim PODSI Sulsel akan lebih dulu mengunjungi Pantai Tete, sebuah lokasi di Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, yang dikenal memiliki garis pantai luas serta permukaan air yang relatif stabil. Lokasi ini sebelumnya juga pernah diusulkan sebagai arena alternafif untuk kegiatan olahraga air.
Selain Bone, tim juga akan bergerak ke Kabupaten Wajo, yang saat ini tengah mempersiapkan salah satu kawasan perairan sebagai lokasi potensial untuk venue dayung PORPROV mendatang. Pemerintah Kabupaten Wajo disebut telah berkoordinasi awal dengan PODSI menyangkut kesiapan lokasi dan kebutuhan teknis lainnya.
“Dua lokasi ini memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu kami perlu melihat langsung kelayakannya. Setelah itu hasil survei akan kami bahas bersama KONI Sulsel sebelum ditetapkan sebagai venue resmi,” jelas Suarman.
Keputusan Lebih Cepat untuk Mendukung Adaptasi Atlet
PODSI Sulsel menganggap penentuan venue tidak bisa dilakukan mendekati lomba. Penetapan lebih cepat dianggap krusial, terutama bagi para atlet dari kabupaten/kota yang berada dekat lokasi venue agar dapat memulai adaptasi lebih dini.
“Kalau lokasi sudah ditetapkan, maka daerah yang dekat bisa menjadikannya sebagai tempat latihan rutin. Ini akan membantu adaptasi terhadap kondisi air, angin, dan karakter arena. Hal ini penting untuk menghadapi kompetisi sebesar PORPROV,” tambahnya.
12 Pengurus PODSI Kabupaten/Kota Siap Tampil di PORPROV 2026
PORPROV Sulsel 2026 diperkirakan akan mempertemukan 12 pengurus PODSI kabupaten/kota yang telah berhasil lolos melalui Pra-PORPROV sebelumnya. Adapun Bone dan Wajo sebagai tuan rumah akan otomatis menjadi peserta, sekaligus menjadi barometer persaingan pada cabor dayung.
Suarman juga mengungkapkan bahwa PODSI Sulsel saat ini masih menunggu data resmi nama-nama atlet, daftar wasit, serta nomor lomba (mata lomba) yang akan diikuti oleh daerah tuan rumah tersebut.
PODSI Perluas Jaringan: Lima Daerah Menyusul Dibentuk Kepengurusan Baru
Selain mempersiapkan venue PORPROV, PODSI Sulsel juga terus melakukan konsolidasi organisasi. Tercatat masih ada lima kabupaten yang belum memiliki kepengurusan PODSI aktif, yaitu:
- Tana Toraja
- Toraja Utara
- Enrekang
- Sidrap
- Soppeng
Suarman menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan di kabupaten tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan KONI setempat dan jaringan pegiat olahraga dayung. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat ekosistem olahraga dayung di Sulawesi Selatan.
“Semakin banyak daerah yang memiliki kepengurusan aktif, semakin besar pula potensi munculnya atlet-atlet baru dari seluruh pelosok Sulsel,” ujarnya.
Sertifikasi Wasit Jadi Syarat Wajib Jelang PORPROV
Di sisi teknis, PODSI Sulsel juga telah menyiapkan agenda penting lainnya, yakni pelatihan dan sertifikasi wasit. Sertifikasi ini menjadi syarat wajib bagi siapa pun yang akan bertugas selama penyelenggaraan PORPROV 2026 di Bone dan Wajo.
Menurut Suarman, pelatihan ini bukan hanya formalitas, melainkan upaya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan agar memenuhi standar regional. “Kita ingin pertandingan berlangsung fair, terukur, dan profesional. Karenanya, kualitas wasit harus terjamin,” tegasnya.
Kepemimpinan PODSI Sulsel dan Harapan Menuju PORPROV 2026
Saat ini PODSI Sulsel dipimpin oleh Ketua Umum Dr. H. Alimuddin, SH., M.Kn., yang bersama jajaran pengurus terus memperkuat persiapan menuju PORPROV 2026. PODSI berharap survei dan koordinasi awal ini dapat mempercepat proses persiapan, baik dari sisi teknis, organisasi, maupun pembinaan atlet.
Adanya dua kandidat lokaso yang memiliki potensi besar, PORPROV 2026 diharapkan bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk meningkatkan pembinaan olahraga dayung di Sulawesi Selatan. ***


















