Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Prof. Hambali Thalib: UMI Resmi Masuk Jaringan Lembaga Pemeriksa Halal Terakreditasi Nasional

×

Prof. Hambali Thalib: UMI Resmi Masuk Jaringan Lembaga Pemeriksa Halal Terakreditasi Nasional

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali mencatatkan capaian strategis di tingkat nasional. Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UMI resmi memperoleh Akreditasi LPH Kualifikasi Pratama dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia.

Dengan capaian tersebut, UMI kini menjadi bagian dari jaringan resmi Lembaga Pemeriksa Halal terakreditasi nasional yang berwenang mendukung proses jaminan produk halal di Indonesia.

Example 300x600

Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., mengatakan akreditasi tersebut merupakan bentuk kepercayaan negara kepada UMI untuk ikut menjaga kualitas, integritas, dan kehalalan produk yang beredar di masyarakat.

“Halal bukan lagi sekadar label pada kemasan produk. Halal telah berkembang menjadi bahasa kepercayaan global, standar kualitas internasional, dan fondasi ekonomi masa depan,” ujar Prof. Hambali dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada UMI sebagai bagian dari jaringan Lembaga Pemeriksa Halal terakreditasi nasional tidak hanya berkaitan dengan sertifikasi semata, tetapi juga menyangkut pembangunan kepercayaan publik dan daya saing bangsa.

Ia menjelaskan, dunia saat ini bergerak menuju ekonomi berbasis kepercayaan (trust economy), di mana kualitas, keamanan, keberlanjutan, dan kehalalan menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing produk di pasar global.

Karena itu, UMI memandang keberadaan LPH bukan hanya sebagai unit layanan, melainkan bagian dari visi besar kampus dalam memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat, dunia usaha, dan generasi masa depan.

“Kami ingin mahasiswa UMI tumbuh dalam lingkungan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mengajarkan bagaimana ilmu itu digunakan untuk menghadirkan kebermanfaatan,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Hambali mengungkapkan bahwa keberhasilan memperoleh akreditasi ini menjadi langkah awal menuju pembentukan Halal Center of Excellence UMI.

Pusat unggulan tersebut nantinya akan mengintegrasikan pendidikan, penelitian, laboratorium, pelatihan auditor halal, sertifikasi, pendampingan UMKM, inovasi industri, hingga pengembangan teknologi halal berbasis riset.

Menurutnya, visi tersebut sejalan dengan posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia sekaligus salah satu kekuatan ekonomi halal global yang terus berkembang.

“UMI tidak ingin hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan industri halal dunia. Kami ingin menjadi pelaku utama yang melahirkan talenta, riset, inovasi, dan solusi,” tegasnya.

Prof. Hambali menambahkan, pengembangan LPH dan Halal Center of Excellence juga membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkarier di sektor industri halal yang saat ini menjadi salah satu sektor ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), ekonomi digital, bioteknologi, dan transformasi industri global, UMI terus melakukan pembaruan agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Mahasiswa, kata dia, tidak hanya dibekali teori, tetapi juga didorong terlibat dalam penelitian terapan, kewirausahaan, sertifikasi profesi, transformasi digital, hingga pengembangan industri halal.

“Kami ingin setiap mahasiswa UMI merasakan kemewahan intelektual, yakni kesempatan belajar dari dosen terbaik, terlibat dalam riset dan inovasi, membangun jejaring profesional, sekaligus memperkuat karakter dan nilai-nilai spiritual,” ujarnya.

Sebagai perguruan tinggi terakreditasi Unggul pertama di luar Pulau Jawa, pelopor Program Profesi Insinyur di Indonesia, serta salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Kawasan Timur Indonesia, UMI terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang menghasilkan lulusan profesional, religius, berkarakter, dan berdaya saing global.

Menurut Prof. Hambali, pencapaian akreditasi LPH semakin mempertegas komitmen UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, serta Kampus Bereputasi dan Berdampak.

Menutup keterangannya, Prof. Hambali berpesan kepada generasi muda agar memilih perguruan tinggi yang mampu membantu mereka mengembangkan potensi diri secara maksimal.

“Jangan memilih kampus hanya karena gedungnya megah atau sedang viral di media sosial. Pilihlah kampus yang mampu membantu Anda menemukan versi terbaik dari diri Anda. Karena ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa tinggi kita berdiri, tetapi seberapa banyak orang yang ikut terangkat karena kehadiran kita,” tutupnya.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *