Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Rektor UKI Paulus Prof Dr Agus Salim: Kurikulum OBE Harus Diikuti Perubahan Cara Mengajar Dosen

×

Rektor UKI Paulus Prof Dr Agus Salim: Kurikulum OBE Harus Diikuti Perubahan Cara Mengajar Dosen

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus, Prof. Dr. Agus Salim, S.H., M.H., menegaskan bahwa implementasi Outcome Based Education (OBE) tidak cukup hanya dengan merekonstruksi kurikulum, tetapi juga harus diikuti perubahan metode pembelajaran dosen melalui Outcome Based Learning and Teaching (OBLT).

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Lokakarya Kurikulum Outcome Based Education (OBE) Program Studi Lingkup Program Pascasarjana UKI Paulus yang digelar secara hybrid di Kampus Pascasarjana UKI Paulus, Jalan Cenderawasih, Makassar, pada 26–27 Juli 2026.

Example 300x600

Prof. Agus Salim mengapresiasi Plt Direktur Pascasarjana beserta jajaran panitia yang telah menyelenggarakan lokakarya sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu akademik Program Pascasarjana UKI Paulus.

“Kami menyambut baik pelaksanaan lokakarya ini. Kegiatan ini menunjukkan bahwa UKI Paulus adaptif dan responsif terhadap perubahan regulasi pemerintah maupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Menurut Agus Salim, perubahan kurikulum merupakan keniscayaan agar lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.

Ia menegaskan, keberhasilan penerapan kurikulum berbasis OBE sangat bergantung pada kesiapan dosen dalam mengubah paradigma pembelajaran di ruang kuliah.

“Kalau kurikulumnya sudah berbasis Outcome Based Education, maka cara mengajar dosen juga harus berubah menjadi Outcome Based Learning and Teaching. Kurikulum dan proses pembelajaran harus berjalan seiring agar capaian pembelajaran lulusan benar-benar terwujud,” tegasnya.

Rektor berharap seluruh dosen mampu menerjemahkan kurikulum baru ke dalam proses pembelajaran yang lebih inovatif, berpusat pada mahasiswa, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan.

Sementara itu, Plt Direktur Program Pascasarjana sekaligus Wakil Rektor I UKI Paulus, Prof. Dr. Ir. Yoel Pasae, S.T., M.T., menjelaskan lokakarya ini bertujuan merekonstruksi kurikulum lima program studi di lingkungan Pascasarjana, yakni Magister Hukum, Magister Teknik Sipil, Magister Manajemen, Magister Teknik Mesin, serta Program Doktor Hukum. Rekonstruksi kurikulum mengacu pada Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 dan Nomor 10 Tahun 2026.

Menurutnya, kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari praktisi, pengguna lulusan, alumni, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Lokakarya berlangsung melalui sidang pleno, sesi paralel, serta kerja mandiri task force masing-masing program studi untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan standar pendidikan tinggi terkini.

Prof. Agus Salim berharap hasil lokakarya tersebut dapat menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif, relevan, dan mampu meningkatkan kualitas lulusan Pascasarjana UKI Paulus agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Harapan kami, kurikulum yang dihasilkan tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menjawab tantangan masa depan serta kebutuhan dunia industri, profesi, dan masyarakat,” tutupnya. **

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *