BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Universitas Muslim Indonesia (UMI) semakin memantapkan langkah menuju kampus masa depan melalui percepatan transformasi digital di seluruh lini kehidupan kampus.
Komitmen tersebut diperkuat melalui kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi global Ruijie Networks dalam kunjungan resmi delegasi UMI ke Kota Fuzhou, China.
Pada rangkaian agenda internasional tersebut, delegasi UMI mengunjungi Ruijie Smart Digital Factory dan Ruijie Innovation Center guna mempercepat implementasi roadmap transformasi digital universitas menuju ekosistem smart campus yang modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi cerdas.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi UMI yang kini tidak lagi sekadar berbicara tentang konsep digitalisasi, tetapi telah memasuki tahap implementasi nyata yang akan segera dirasakan oleh seluruh sivitas akademika.
Delegasi yang dipimpin jajaran Yayasan Wakaf UMI dan pimpinan universitas berkesempatan melihat langsung sistem manufaktur modern berbasis otomatisasi di Ruijie Smart Digital Factory.
Fasilitas tersebut mengintegrasikan teknologi kecerdasan sistem, efisiensi produksi, kontrol real-time, serta tata kelola digital yang presisi.
Pengalaman tersebut memberikan perspektif baru bagi UMI dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang lebih cerdas, efisien, adaptif, dan siap menghadapi perubahan global yang berlangsung sangat cepat.
Agenda kemudian berlanjut di Ruijie Innovation Center melalui diskusi strategis mengenai implementasi kerja sama transformasi digital UMI yang dikemas dalam program besar bertajuk “UMI Connection: The Heart of UMI Digital Transformation.”
Program tersebut akan menjadi fondasi utama pembangunan ekosistem digital UMI melalui integrasi jaringan cerdas, modernisasi sistem akademik dan administrasi, penguatan keamanan data, layanan berbasis digital, pengembangan smart classroom, AI-based campus ecosystem, hingga tata kelola kampus yang terkoneksi secara real-time.
Seluruh inisiatif tersebut direncanakan mulai memasuki fase implementasi dan akan diluncurkan secara resmi pada puncak Milad ke-72 UMI yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026 mendatang.
Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, menegaskan bahwa percepatan transformasi digital merupakan kebutuhan strategis yang harus segera diwujudkan di lingkungan UMI.
“Transformasi digital UMI tidak boleh lagi ditunda. Implementasinya harus dipercepat dan mulai dirasakan di seluruh kehidupan kampus. Dunia berubah sangat cepat dan perguruan tinggi tidak boleh tertinggal. Kita ingin UMI hadir sebagai kampus masa depan yang modern, terkoneksi, cerdas, dan mampu menjawab kebutuhan generasi baru,” tegasnya.
Menurut Prof. Mansyur Ramly, digitalisasi universitas bukan hanya menghadirkan teknologi baru, melainkan membangun budaya kerja dan tata kelola pendidikan tinggi yang lebih efektif, transparan, cepat, dan berorientasi global.
Ia juga meminta seluruh jajaran universitas segera menyiapkan langkah-langkah taktis, terukur, dan terintegrasi agar proses transformasi digital dapat berjalan secara menyeluruh.
“Kita harus bergerak cepat. Semua lini harus mulai bersiap, mulai dari sistem akademik, administrasi, layanan mahasiswa, pembelajaran digital, hingga penguatan ekosistem riset dan inovasi berbasis teknologi. UMI harus menjadi bagian dari masa depan pendidikan tinggi Indonesia,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari penguatan jejaring global, Yayasan Wakaf UMI juga berencana mengundang President of Minjiang University untuk hadir pada puncak Milad ke-72 UMI di Makassar.
Kehadiran pimpinan perguruan tinggi tersebut diharapkan menjadi simbol semakin kuatnya kolaborasi internasional UMI dalam bidang pendidikan, inovasi, dan transformasi digital.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., mengatakan transformasi digital yang sedang dibangun diarahkan untuk menciptakan pengalaman akademik baru yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa masa kini.
“Yang sedang kita bangun bukan hanya sistem teknologi, tetapi ekosistem baru pendidikan tinggi. Kami ingin mahasiswa UMI merasakan pengalaman belajar yang lebih cerdas, lebih fleksibel, lebih cepat, dan lebih terintegrasi dengan perkembangan dunia global,” ujarnya.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa transformasi digital merupakan bagian dari visi besar UMI menuju World Class University yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan budaya akademik yang kuat.
“Transformasi digital bukan lagi sekadar program tambahan, tetapi menjadi arah baru perjalanan UMI. Kami ingin membangun kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga unggul dalam inovasi, teknologi, dan kualitas layanan. UMI Connection akan menjadi titik awal fase baru UMI sebagai smart campus yang modern, adaptif, dan terkoneksi secara global,” tuturnya.
Dari pihak Ruijie Networks, General Manager Ruijie Networks Indonesia, Austin Si, menyampaikan optimismenya terhadap kerja sama strategis bersama UMI.
“Kami melihat UMI memiliki visi yang sangat progresif dan kuat dalam membangun transformasi digital pendidikan tinggi. Ruijie siap menjadi mitra strategis UMI dalam menghadirkan solusi smart campus yang modern, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan,” katanya.
Kolaborasi strategis ini semakin memperkuat posisi UMI sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga tengah melakukan lompatan besar menuju kampus masa depan berbasis teknologi, inovasi, dan konektivitas global.
Melalui transformasi digital yang kini memasuki tahap implementasi, UMI ingin menegaskan bahwa masa depan pendidikan tinggi sedang berubah dan kampus tersebut sedang mempersiapkan perubahan itu mulai hari ini.***


















