BERITASEMBILAN.Com-Soppeng. Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi global melalui berbagai program akademik, penguatan jejaring internasional, serta kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema Build Smart Systems with AI, IoT, and GIS yang digelar di Aula Pertemuan Gedung Rektorat UNIPOL, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Brawijaya, Dr. Candra Dewi, S.Kom., M.Sc., dan dibuka langsung oleh Rektor UNIPOL, Dr. Hj. Andi Adawiah, S.E., M.M.
Dalam kuliah umum tersebut, mahasiswa dan dosen memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan Geographic Information System (GIS) dalam membangun sistem cerdas yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.
Selain memperkuat kapasitas akademik di dalam negeri, UNIPOL juga aktif membangun jejaring internasional. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kunjungan benchmarking yang dipimpin Rektor UNIPOL, Dr. Hj. Andi Adawiah, S.E., M.M., ke Radboud University pada 13 Mei 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, memperkuat kemitraan internasional, serta menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, profesional, berjiwa entrepreneurship, dan berorientasi global.
Melalui benchmarking tersebut, UNIPOL berharap dapat mengadopsi berbagai praktik terbaik dalam pengembangan kurikulum internasional, riset kolaboratif, hingga tata kelola perguruan tinggi modern.
Pada pekan yang sama, Dr. Hj. Andi Adawiah, S.E., M.M., juga melakukan perjalanan akademik ke Eropa untuk menjajaki kerja sama dengan ESSCA School of Management.
Menurutnya, kerja sama internasional menjadi salah satu fokus pengembangan kampus dalam menghadapi persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
“Semoga kolaborasi ini membuka peluang pengembangan akademik, riset, serta pertukaran wawasan di tingkat internasional,” ujar Dr. Hj. Andi Adawiah, S.E., M.M.
Tidak hanya di tingkat internasional, UNIPOL juga terus memperluas kemitraan nasional. Pada kegiatan APTISI Pusat yang berlangsung di TMII Jakarta, 18 November 2025, UNIPOL menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan sejumlah perguruan tinggi.
Beberapa kampus yang menjalin kerja sama dengan UNIPOL antara lain Universitas Bhamada Slawi, Politeknik Kesehatan Genesis Medicare, Universitas Buana Perjuangan Karawang, dan Universitas Teknologi Digital.
Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan mutu akademik.
“Ini langkah strategis bagi UNIPOL untuk meningkatkan kualitas tridharma dan memperluas kesempatan mahasiswa serta dosen agar mampu berkembang dan kompetitif,” kata Dr. Hj. Andi Adawiah, S.E., M.M.
Sebelumnya, UNIPOL juga melakukan benchmarking ke MAHSA University pada Oktober 2025.
Selain itu, kampus yang berdiri sejak 2021 ini turut menjalin kerja sama internasional dengan Asia Pacific Society for Public Affairs, Muhammad Nawaz Shareef University of Agriculture, serta University of Agriculture Faisalabad.
Kolaborasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui seminar internasional bertema perubahan iklim, krisis air, dan ketahanan pangan yang digelar di Makassar pada September 2025.
Diketahui, UNIPOL merupakan hasil penggabungan STIE Lamappapoleonro dan STIMIK Lamappapoleonro yang resmi berdiri pada 2021. Saat ini kampus tersebut memiliki enam program studi, yakni S1 Manajemen, S1 Akuntansi, S1 Sistem Informasi, S1 Teknik Informatika, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan S1 Teknik Sipil.
Lewat visi menjadi perguruan tinggi yang unggul, profesional, berjiwa entrepreneurship, dan berwawasan global pada 2031, UNIPOL terus memperkuat kolaborasi nasional maupun internasional sebagai strategi menghadapi dinamika pendidikan tinggi global yang semakin kompetitif. (*)


















