Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Opini Buku

Bahasa Indonesia dalam Dinamika Global

×

Bahasa Indonesia dalam Dinamika Global

Share this article
Example 468x60

Oleh: Prof Dr H Sukri Syamsuri, M.Hum

Wakil Rektor I Unismuh Makassar

Example 300x600

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Arus globalisasi telah mengubah wajah dunia kerja, pendidikan, dan hubungan antarnegara. Mobilitas manusia kini berlangsung sangat cepat melintasi batas geografis. Tenaga kerja asing datang ke Indonesia, sementara tenaga kerja Indonesia juga menyebar ke berbagai negara.

Dalam situasi demikian, bahasa tidak lagi sekadar alat komunikasi, melainkan menjadi instrumen strategis dalam membangun relasi sosial, profesional, bahkan diplomatik.

Indonesia saat ini sedang berada pada fase penting pertumbuhan ekonomi global. Masuknya investasi asing yang terus meningkat menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Asia.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau melampaui target nasional, dengan kontribusi besar dari sektor hilirisasi dan industri strategis. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kawasan industri, pertambangan, energi, hingga manufaktur Indonesia semakin terhubung dengan jaringan ekonomi global.

Konsekuensinya, interaksi lintas negara semakin intensif. Di kawasan industri, misalnya, tenaga kerja Indonesia bekerja berdampingan dengan tenaga kerja asing dari berbagai latar budaya dan bahasa.

Situasi tersebut menuntut kemampuan komunikasi yang baik agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam proses kerja, pelayanan, maupun transfer teknologi. Di sinilah Bahasa Indonesia memiliki posisi yang sangat penting.

Bahasa Indonesia bukan hanya simbol identitas nasional, tetapi juga memiliki fungsi sosial, profesional, dan diplomatik. Sebagai bahasa negara, Bahasa Indonesia berfungsi dalam komunikasi resmi, pendidikan, administrasi pemerintahan, hingga pembangunan nasional.

Dalam konteks dunia kerja modern, Bahasa Indonesia juga menjadi sarana integrasi sosial antara tenaga kerja lokal dan asing. Penguasaan Bahasa Indonesia membantu memperkuat koordinasi kerja, membangun kedekatan sosial, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis.

Di sisi lain, komunikasi lintas budaya kini menjadi kebutuhan utama dalam era industri global. Perbedaan budaya kerja, etika komunikasi, dan cara berpikir sering kali memunculkan hambatan dalam interaksi profesional.

Kajian komunikasi lintas budaya menegaskan bahwa kemampuan memahami bahasa dan budaya merupakan faktor penting untuk mengurangi kesalahpahaman serta meningkatkan efektivitas hubungan kerja.

Dengan demikian, penguatan Bahasa Indonesia sesungguhnya bukan sekadar agenda kebahasaan, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia.

Lebih jauh, Bahasa Indonesia memiliki peluang besar menjadi bahasa penghubung kawasan. Saat ini program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) terus berkembang di berbagai negara.

Hal ini menunjukkan meningkatnya minat dunia internasional terhadap Bahasa Indonesia, baik karena alasan akademik, ekonomi, maupun diplomasi budaya. Bahkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan pengolahan bahasa alami (Natural Language Processing/NLP) mulai memberi ruang lebih luas bagi eksistensi Bahasa Indonesia di dunia digital global.

Namun demikian, tantangan juga tidak kecil. Di tengah dominasi bahasa asing dalam dunia industri dan teknologi, penggunaan Bahasa Indonesia kadang justru terpinggirkan di negeri sendiri.

Tidak sedikit perusahaan atau kawasan industri yang lebih mengutamakan komunikasi asing tanpa memberi ruang memadai bagi penggunaan Bahasa Indonesia. Jika kondisi ini dibiarkan, maka perlahan akan terjadi pelemahan fungsi bahasa nasional dalam ruang profesional.

Karena itu, diperlukan langkah konkret untuk memperkuat posisi Bahasa Indonesia dalam mobilitas global saat ini. Pemerintah perlu memperluas kebijakan penggunaan Bahasa Indonesia di lingkungan kerja strategis, khususnya pada perusahaan yang melibatkan tenaga kerja asing.

Pelatihan Bahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing juga perlu diperkuat sebagai bagian dari adaptasi sosial dan budaya kerja di Indonesia. Selain itu, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan harus menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai bahasa asing, tetapi juga memiliki kemampuan menggunakan Bahasa Indonesia secara profesional, ilmiah, dan komunikatif.

Pada akhirnya, Bahasa Indonesia harus dipandang sebagai kekuatan bangsa dalam menghadapi dinamika global. Bahasa bukan penghalang modernitas, melainkan jembatan untuk memperkuat identitas nasional di tengah kompetisi dunia.

Ketika Indonesia semakin terbuka terhadap investasi dan kerja sama internasional, maka penguatan Bahasa Indonesia menjadi kebutuhan strategis agar bangsa ini tetap berdaulat secara budaya sekaligus mampu bersaing secara global.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *