Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Kelompok II PKM Nasional ADPERTISI di Tompobulu Maros Bahas Literasi, Digital, Media Sosial, dan Koperasi

×

Kelompok II PKM Nasional ADPERTISI di Tompobulu Maros Bahas Literasi, Digital, Media Sosial, dan Koperasi

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Maros. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional ADPERTISI 2026 dilaksanakan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan yang digelar Pengurus Pusat Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) tersebut tersebar di 18 desa pada 9 kecamatan di Kabupaten Maros.

Salah satu lokasi pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI yakni Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Di desa tersebut, para dosen peserta PKM tergabung dalam Kelompok II.

Example 300x600

Kelompok II dikoordinatori oleh Dr. Muhammad Yahya, M.Si., dengan dosen pendamping Dr. Fahrizal Husain, SE., M.Si. Dalam kegiatan tersebut, Kelompok II membawakan empat materi pengabdian yang berkaitan dengan literasi, pendidikan, literasi digital, bahaya media sosial, serta tata kelola koperasi.

Materi pertama mengangkat tema “Membangun Desa Maju melalui Literasi dan Pendidikan bagi Warga Desa dan Kelompok Tani”. Materi ini dibawakan oleh Dr. Sujariati, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Nur Qalbi, M.Hum. dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Dra. Nadrah B.A., M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Rampeng, M.Pd. dari Universitas Bosowa, dan Dr. Yassir Mallaliang, SS., M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Makassar.

Materi kedua membahas “Peran Orang Tua dalam Perkembangan Literasi Digital”. Materi ini dibawakan oleh Dr. Musdalifah Nihayah, S.Psi., M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Ilham Supiana, S.Sos., MPS.Sp. dari STIKS Tamalanrea Makassar, Yanto, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Maumere, Dr. Andi Nursida, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Lukman Ismail, S.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Dr. Hardiyono, SE., MM. dari Universitas Megarezky.

Materi ketiga mengangkat tema “Ancaman dan Bahaya Media Sosial: Memahami Risiko Digital agar Pengguna Lebih Kritis, Aman, dan Bertanggung Jawab”. Materi tersebut dibawakan oleh Dr. Muhammad Yahya, M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Ahdan Sinilele, S.Ag., S.Sos., M.Si. dari Universitas Muslim Indonesia, Dr. Hj. Andi Ernie Zaenab Musa dari Politeknik Maritim AMI Makassar, dan Nikolaus Beni, A.Md.Gz., S.Sos., M.I.Kom. dari AIGI YPAG Makassar.

Sementara materi keempat membahas “Manajemen Risiko, Sistem Pengendalian Internal, dan Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Koperasi”. Materi ini dibawakan oleh Dr. Fahrizal Husain, SE., M.Si. dari Institut Turatea Indonesia dan Roni Hakim, S.Pd., M.Si. dari Institut Cokroaminoto Pinrang.

Selama pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI Kelompok II di Desa Tompobulu, Dr. Hj. Andi Ernie Zaenab Musa dari Politeknik Maritim AMI Makassar bertindak sebagai moderator. Adapun pembacaan ayat suci Al-Qur’an dibawakan oleh Dr. Dra. Nadrah B.A., M.Pd.

Pada penerimaan peserta PKM Nasional ADPERTISI di lokasi pengabdian, dosen pendamping Kelompok II, Dr. Fahrizal Husain, SE., M.Si., menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Tompobulu yang telah menerima para peserta PKM dengan baik.

Ia menjelaskan, peserta PKM Nasional ADPERTISI merupakan dosen dari perguruan tinggi swasta berbagai kampus dan disiplin ilmu. Menurutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari kewajiban dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Materi-materi yang dipaparkan semoga dapat memberi pengetahuan, inovasi, dan keterampilan bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” kata Dr. Fahrizal Husain, SE., M.Si.

Pemerintah Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, menyambut baik pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI tersebut. Kepala Desa Tompobulu, Andi Asriadi Sirajuddin, mengatakan kehadiran para dosen di desanya diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan pendampingan teknologi, khususnya bagi petani.

Menurut Andi Asriadi, pemerintah desa mendukung penuh program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan perguruan tinggi. Kehadiran kalangan akademisi dinilai menjadi momentum bagi masyarakat desa untuk memperoleh pengetahuan baru, terutama dalam sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta PKM ADPERTISI di Desa Tompobulu. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena masyarakat desa membutuhkan contoh nyata dan pendampingan agar mampu menerapkan teknologi pertanian secara benar,” ujar Andi Asriadi.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satu contohnya, masa panen beberapa komoditas yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan kini dapat dipercepat menjadi sekitar tiga bulan melalui penerapan teknologi dan teknik budidaya yang lebih baik.

Namun demikian, Andi Asriadi menyebut sebagian besar petani di Tompobulu masih menjalankan pola budidaya secara konvensional. Kondisi tersebut membuat produktivitas padi maupun jagung masih cenderung stagnan.

“Masyarakat kami rajin dan telaten bertani, tetapi masih membutuhkan sentuhan teknologi. Mereka tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga contoh langsung tentang cara menanam yang benar, penggunaan pupuk yang tepat, hingga penerapan teknologi yang bisa meningkatkan hasil produksi,” katanya.

Andi Asriadi juga membuka peluang kerja sama yang lebih berkelanjutan dengan kalangan perguruan tinggi. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan PKM, tetapi dapat berlanjut melalui pendampingan koperasi desa dan pembinaan kelompok tani.

“Kami berharap kampus tidak hanya datang saat PKM berlangsung, tetapi bisa menjalin kerja sama pembinaan secara intensif, termasuk penguatan koperasi desa dan pemberdayaan petani,” tuturnya.

Desa Tompobulu saat ini berstatus sebagai desa maju dengan jumlah penduduk sekitar 5.400 jiwa atau hampir 2.000 kepala keluarga. Sebagian besar masyarakat Desa Tompobulu menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan.

Komoditas utama yang dikembangkan adalah jagung dengan luas tanam sekitar 1.200 hektare dan padi seluas 893 hektare. Untuk areal persawahan yang didukung irigasi bendungan, petani dapat melakukan tanam hingga dua kali dalam setahun. Hal yang sama juga berlaku untuk komoditas jagung.

Pemerintah desa juga terus berupaya meningkatkan produksi melalui penyediaan pompa air untuk mengalirkan air sungai ke lahan pertanian saat musim kemarau. Di sisi lain, harga gabah yang mengikuti harga pembelian pemerintah dinilai memberi kepastian bagi petani.

“Kami optimistis dengan dukungan pemerintah dan pendampingan dari perguruan tinggi, sektor pertanian di Tompobulu akan semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Andi Asriadi.

Hadir dalam PKM Nasional ini, Ketua BPD Desa Tompobulu, B. Daeng Talli, Binmas Desa Tompobulu, Aipda Syarif, pengurus Koperasi Merah Putih Desa Tompobulu, tokoh masyarakat dan ibu ibu di desa itu. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *