BERITASEMBILA.Com. Maros. Dosen yang tergabung dalam Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) Kelompok XI melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional di Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut mengusung tema “Literasi Penguatan Kelompok Tani dan Nelayan melalui Koperasi Desa”. Program ini menjadi bentuk kontribusi nyata kalangan akademisi dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa, khususnya melalui koperasi, BUMDes, kewirausahaan, dan tata kelola desa.
Kegiatan PKM Nasional ADPERTISI Kelompok XI dibuka secara resmi oleh Pemerintah Desa Bonto Tallasa, Abbas. Dalam sambutannya, Abbas menyampaikan apresiasi atas kehadiran para dosen ADPERTISI yang memilih Desa Bonto Tallasa sebagai lokasi pengabdian.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa sangat penting dalam menghadirkan gagasan, pendampingan, dan solusi bagi masyarakat. Kehadiran akademisi diharapkan dapat memberi dorongan baru bagi pengembangan potensi desa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. St Hatidja, S.E., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini tidak hanya menjadi kewajiban akademik dosen, tetapi juga merupakan ruang pengabdian sosial untuk menghadirkan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, dosen tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga berdialog langsung dengan masyarakat. Kami ingin ilmu yang dimiliki perguruan tinggi dapat memberi manfaat nyata bagi penguatan ekonomi desa, khususnya melalui koperasi, BUMDes, dan kewirausahaan masyarakat,” ujar Dr. St Hatidja, S.E., M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, para dosen memberikan sejumlah materi edukatif dan pendampingan kepada masyarakat. Materi yang disampaikan antara lain “Desa Kuat, Ekonomi Hebat: Peran Koperasi dalam Mewujudkan Kemandirian Masyarakat”, “Strategi Tata Kelola Desa dalam Meningkatkan Ekonomi Desa”, “Penguatan Kompetensi Kewirausahaan Pelaku UKM melalui Ekosistem Kewirausahaan di Era Digital”, serta “Mengelola BUMDes: Kunci Membangun Ekonomi Desa yang Mandiri dan Berkelanjutan.”
Melalui materi tersebut, masyarakat diajak memahami pentingnya koperasi desa sebagai wadah ekonomi bersama. Koperasi dinilai dapat menjadi instrumen strategis dalam memperkuat posisi petani, nelayan, pelaku UMKM, dan kelompok usaha masyarakat agar lebih mandiri, terorganisasi, dan memiliki daya saing.
Selain itu, para dosen juga menekankan pentingnya tata kelola desa yang transparan, inovatif, dan partisipatif. Pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan mampu mengelola potensi lokal secara produktif, baik melalui BUMDes, unit usaha desa, maupun pengembangan kewirausahaan berbasis kebutuhan masyarakat.
Diskusi berlangsung dinamis. Warga menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari pengembangan usaha, penguatan kelembagaan, pemasaran produk, hingga kebutuhan pendampingan dalam tata kelola organisasi ekonomi desa. Para dosen kemudian memberikan masukan berdasarkan pendekatan akademik dan pengalaman praktis.
Antusiasme masyarakat Desa Bonto Tallasa terlihat dari partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mengikuti penyampaian materi, tetapi juga terlibat dalam dialog interaktif untuk merumuskan peluang pengembangan ekonomi desa ke depan.
Adapun dosen pelaksana PKM Nasional ADPERTISI Kelompok XI yakni Dr. St Hatidja, S.E., M.Pd. dari STIE Amkop Makassar selaku Koordinator, Dr. Gunawan, S.E., M.Si. dari STIE Amkop, Dr. Jamaluddin B. Ilyas, S.E., M.Si. dari STIE Amkop Makassar, Dr. Andi Tenry S. dari STIM Lasharan Jaya, Muh. Amsal Sahban, Ph.D. dari STIM Lasharan Jaya.
Amir, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA dari Unismuh Makassar, Dr. Ir. Mahmud, S.T., M.M., MSP., M.T. dari Universitas Fajar, Dr. H. Andi Aminullah Alam, S.E., M.Si. dari STIE Amkop, Dr. Ratu Norita A., S.Pd., M.M. dari STIE Amkop, dan Sitti Hartini Rachman, S.E., M.M. dari STIE Amkop.
Turut bergabung dalam kegiatan tersebut Dewi Pratiwi Indiasari, S.P., M.M. dari Universitas Esa Unggul Jakarta, Dr. Muhajir P, S.P., M.M. dari STIE Amkop, Dr. Abdul Latief R, S.E., M.Si. dari STIE Amkop, Dr. Roni Horison, S.E., M.Si., IMARC dari STIE Amkop, Rahmawati Umar, S.E., M.Si. dari STIE YPUP, serta Dr. H. Sudirman Sappara, S.E., M.Si. dari Universitas Muslim Maros.
ADPERTISI berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Bonto Tallasa. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan program pemberdayaan, penelitian terapan, pendampingan usaha masyarakat, serta pengembangan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Melalui PKM Nasional ini, ADPERTISI kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui penguatan peran perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan sosial.
Semangat kolaborasi akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. ***


















