Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Ketua Umum PP APTISI Prof Budi Djatmiko: Sekitar 70 Persen Dosen PTS Belum Tersertifikasi, Perlu Percepatan Serdos

×

Ketua Umum PP APTISI Prof Budi Djatmiko: Sekitar 70 Persen Dosen PTS Belum Tersertifikasi, Perlu Percepatan Serdos

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Prof. Dr. Ir. Budi Djatmiko, M.Si, M.E.I mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen dosen perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia hingga kini belum memiliki sertifikat pendidik (Serdos). Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan besar dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi nasional.

Hal itu disampaikan Budi Djatmiko saat menghadiri Sarasehan Konsolidasi APTISI Wilayah IX-A Sulawesi Selatan menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APTISI 2026 dirangkaikan dengan penyerahan mandat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua APTISI Wilayah IX-A Sulawesi Selatan, kepada Prof Dr H. Hambali Thalib, SH, MH di Auditorium Al-Jibra, Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Rabu (5/8/2026).

Example 300x600

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi tidak dapat dilepaskan dari kompetensi dosen sebagai ujung tombak pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Masih sekitar 70 persen dosen di perguruan tinggi swasta yang belum tersertifikasi. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera diselesaikan karena sertifikasi dosen berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pendidikan tinggi,” katanya.

Budi Djatmiko menegaskan APTISI akan menjadikan percepatan sertifikasi dosen sebagai salah satu program prioritas organisasi dalam waktu dekat.

Pihaknya akan memperkuat pendampingan kepada perguruan tinggi swasta agar dosen yang telah memenuhi persyaratan dapat mengikuti proses sertifikasi secara lebih optimal.

“Kami ingin APTISI hadir memberikan solusi. Pendampingan terhadap dosen harus diperkuat agar semakin banyak yang memenuhi syarat dan berhasil memperoleh sertifikat pendidik,” ujarnya.

Selain sertifikasi dosen, APTISI juga akan mengembangkan program pelatihan kepemimpinan bagi rektor, dekan, dan ketua program studi.

Menurut Budi Djatmiko, program tersebut akan melibatkan sekitar 30 rektor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai mentor untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan di lingkungan PTS.

“Kami ingin melahirkan pemimpin perguruan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan mampu menghadapi perubahan yang begitu cepat, terutama di era transformasi digital,” katanya.

Ia menjelaskan, perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), perubahan sistem pembelajaran, hingga meningkatnya tuntutan dunia kerja terhadap kualitas lulusan.

Karena itu, menurutnya, peningkatan kompetensi dosen harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola perguruan tinggi.

“PTS tidak cukup hanya membangun gedung atau menambah program studi. Yang jauh lebih penting adalah meningkatkan kualitas dosen, riset, publikasi ilmiah, dan kepemimpinan akademik,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Budi Djatmiko juga mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi swasta memperkuat kolaborasi melalui APTISI.

Menurutnya, tantangan pendidikan tinggi tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan sinergi antarkampus, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

“APTISI lahir sebagai wadah kebersamaan perguruan tinggi swasta. Melalui organisasi ini kita saling berbagi pengalaman, membangun jejaring, dan mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan pendidikan tinggi,” katanya.

Sarasehan Konsolidasi APTISI Wilayah IX-A,  turut jadi nara sumber Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si., Dewan Pembina APTISI,  Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, pimpinan perguruan tinggi swasta, serta pengurus APTISI dari berbagai daerah.

Melalui forum tersebut, APTISI berharap percepatan sertifikasi dosen, penguatan kepemimpinan perguruan tinggi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat menjadi agenda bersama dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi Indonesia menuju kampus yang lebih unggul dan berdaya saing global.

Ketua Panitia Sarasehan Konsolidasi APTISI Wilayah IX-A Sulawesi Selatan dirangkaikan penyerahan mandat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua APTISI Wilayah IX-A Sulawesi Selatan, Prof Dr. Eliza Meiyani, M.Si, pada laporannya mengucapkan terima kasih atas kesediaan UMI jadi tuan rumah kegiatan.

Selain itu juga mengucapkan terima kasih kepada para pengurus APTISI yang sempat hadir dalam acara ini. Acara ini terlaksana dengan waktu yang singkat, tetapi berkat dukungan dan kerjasma para pengurus termasuk Prof Dr Ninief F Lantara, Prof Dr. Muin Fahmal, SH, MH, Dr Ir.Musdalifah Mahmud, M.Si dan lainnya.

Turut hadir dalam acara ini, Ketua Pengurus YW-UMI, Prof Dr Hj. Masrurah Mokhtar, MA, pimpinan perguruang tinggi swasta se-Sulsel serta hadir juga dari Kantor Pos Regional X Makassar.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *