Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

PODSI Makassar Kirim Pelatih dan Wasit Ikut Penataran, Suarman: Lisensi Penting Hadapi PORDA di Bone

×

PODSI Makassar Kirim Pelatih dan Wasit Ikut Penataran, Suarman: Lisensi Penting Hadapi PORDA di Bone

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com.Makassar. Pengurus Kota Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Makassar ikut ambil bagian dalam Penataran Pelatih dan Wasit PODSI se-Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang dilaksanakan Pengurus Provinsi PODSI Sulawesi Selatan.

Ketua Umum PODSI Kota Makassar, Drs. Suarman, M.Pd., kepada media Jumat pagi 21 Agustus 2026 mengatakan keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari persiapan Makassar menghadapi berbagai agenda olahraga dayung, termasuk Pekan Olahraga Daerah (PORDA) di Bone.

Example 300x600

PODSI Makassar menurunkan sejumlah pelatih dan wasit untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Sayang, Makassar, 20–23 Agustus 2026.

Berdasarkan Surat Mandat Pengkot PODSI Kota Makassar Nomor 066/PODSI-MKS/VIII/2026 tertanggal 20 Agustus 2026, peserta yang direkomendasikan terdiri atas pelatih dan wasit. Dokumen tersebut ditandatangani Ketua Umum PODSI Kota Makassar, Drs. Suarman, M.Pd.

Untuk kelompok pelatih, PODSI Makassar mengikutkan Muh. Alif Nur, Wira Adinata, Imelda, Septiano Teguh P, Hermansyah, serta Suhartati.

Sementara untuk kelompok wasit terdapat Sri Muhlis, Yuni Nur Aminah, Sri Rahayu, Bertin, dan Alvin.

Suarman mengatakan, pengiriman pelatih mengikuti penataran menjadi kebutuhan penting bagi PODSI Makassar. Selain meningkatkan kemampuan teknis kepelatihan, para pelatih membutuhkan lisensi kepelatihan yang menjadi salah satu persyaratan dalam mendampingi kontingen pada PORDA di Bone.

“Pelatih sangat membutuhkan lisensi. Apalagi ini berkaitan dengan persyaratan ketika membawa dan mendampingi kontingen pada PORDA di Bone. Karena itu, kami mendorong pelatih PODSI Makassar mengikuti penataran ini,” kata Suarman kepada media.

Pelatih Biayai Sendiri Penataran

Namun, Suarman mengakui ada persoalan yang dihadapi dalam keikutsertaan tersebut.

Menurutnya, para pelatih yang mengikuti penataran harus mengeluarkan biaya sendiri. Kondisi ini menjadi perhatian PODSI Makassar mengingat pelatih memiliki posisi penting dalam pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga dayung.

Ia berharap ke depan ada dukungan yang lebih besar terhadap peningkatan kompetensi pelatih, termasuk pembiayaan untuk memperoleh lisensi.

“Yang menjadi persoalan, mereka mengikuti kegiatan ini dengan biaya sendiri. Padahal lisensi ini sangat dibutuhkan. Kami tentu berharap ada perhatian terhadap pelatih-pelatih yang selama ini membina atlet Makassar,” ujarnya.

Suarman menilai investasi terhadap pelatih tidak kalah penting dibandingkan pembinaan atlet. Pelatih yang memiliki kompetensi dan lisensi akan menentukan kualitas program latihan hingga kesiapan atlet menghadapi pertandingan.

Karena itu, menurutnya, peningkatan kompetensi pelatih seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi mempertahankan prestasi olahraga Kota Makassar.

Khawatir Pelatih Ikut Pindah ke Daerah Lain

Persoalan lain yang menjadi perhatian PODSI Makassar adalah persaingan antardaerah dalam mendapatkan atlet dan pelatih berkualitas.

Suarman mengungkapkan, sejumlah atlet dayung Makassar mulai dilirik daerah lain. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri menjelang kompetisi olahraga antardaerah.

Ia berharap situasi serupa tidak terjadi pada pelatih yang selama ini membina atlet-atlet Makassar.

“Kami berharap pelatih tidak tergiur pindah melatih ke daerah lain. Atlet Makassar saja sudah mulai dilirik daerah lain. Karena itu, pelatih juga harus mendapat perhatian,” katanya.

Menurut Suarman, mempertahankan prestasi tidak cukup hanya dengan mencari bibit atlet baru. Kontinuitas pembinaan juga membutuhkan pelatih yang memiliki loyalitas, kompetensi, dan kesejahteraan yang mendapat perhatian.

Siapkan SDM Dayung Makassar

Dalam surat mandat PODSI Makassar disebutkan bahwa peserta yang dikirim mengikuti penataran dinilai memiliki kompetensi, dedikasi, serta komitmen mendukung perkembangan prestasi olahraga, khususnya cabang olahraga dayung. Mereka juga diharapkan menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk mendukung kemajuan pembinaan olahraga dayung di Kota Makassar.

Suarman berharap penataran yang dilaksanakan PODSI Sulsel tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan administratif berupa lisensi.

Pengetahuan yang diperoleh para peserta diharapkan diterapkan dalam program latihan atlet, pembinaan usia muda, serta persiapan kontingen Makassar menuju PORDA di Bone.

Bagi PODSI Makassar, keberadaan pelatih berlisensi sekaligus wasit yang memahami regulasi pertandingan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga dayung yang profesional.

“Setelah kembali dari penataran, kami berharap ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan dalam pembinaan. Target akhirnya tentu bagaimana atlet-atlet dayung Makassar bisa terus berkembang dan memberikan prestasi terbaik bagi Kota Makassar,” ujar Suarman.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *