Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Akan Kukuhkan Pengurus HIPIIS Sulsel, Jufri Rahman Ketua Umum

×

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Akan Kukuhkan Pengurus HIPIIS Sulsel, Jufri Rahman Ketua Umum

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr H Fadli Zon, MSc, dijadwalkan mengukuhkan Pengurus Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) Sulawesi Selatan periode 2026–2030 di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (27/10/2026).

Fadli Zon yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat HIPIIS akan menghadiri Seminar Nasional Kebudayaan sekaligus tampil sebagai pembicara utama atau keynote speaker.

Example 300x600

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan dengan mengangkat tema “Peranan Budaya Lokal dalam Memperkuat Budaya Nasional Menghadapi Disrupsi Global”.

Wakil Ketua HIPIIS Sulsel, Dr Amir Muhiddin, MSi, kepada media, Ahad malam (25/10/2026), mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan organisasi keilmuan sosial di Sulawesi Selatan.

Menurut Amir, pengukuhan pengurus akan dirangkaikan dengan seminar nasional yang menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar kebudayaan.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat kontribusi ilmuwan sosial dalam mengkaji berbagai persoalan masyarakat, khususnya perkembangan kebudayaan lokal di tengah perubahan global.

Fadli Zon Juga Ketua Umum HIPIIS Pusat

Amir Muhiddin menjelaskan, kehadiran Fadli Zon memiliki arti penting karena selain menjabat Menteri Kebudayaan RI, ia juga merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat HIPIIS.

Kepengurusan HIPIIS Sulsel periode 2026–2030 ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengurus Pusat HIPIIS Nomor 01/HIPIIS/VI/2026 tertanggal 22 Juni 2026.

Surat keputusan tersebut ditandatangani Ketua Umum Pengurus Pusat HIPIIS, Dr H Fadli Zon, MSc, bersama Sekretaris Umum, Prof Dr Ma’mun Murod, MSi.

Dalam keputusan tersebut, Dr Jufri Rahman, MSi, ditetapkan sebagai Ketua Umum HIPIIS Sulawesi Selatan periode 2026–2030.

Amir mengatakan pengukuhan kepengurusan diharapkan menjadi awal penguatan aktivitas organisasi melalui kegiatan akademik, penelitian, seminar, serta pengembangan pemikiran ilmu-ilmu sosial.

Ini Susunan Pengurus Harian HIPIIS Sulsel 2026–2030

Berdasarkan surat keputusan Pengurus Pusat HIPIIS, kepengurusan harian HIPIIS Sulawesi Selatan periode 2026–2030 dipimpin Dr Jufri Rahman, MSi, sebagai Ketua Umum.

Enam tokoh akademisi dan pemerintahan mendampingi Jufri Rahman dalam jajaran ketua, yakni Prof Dr Muhammad Alhamid, SIP, MSi; Dr Abd Malik Faisal, SH, MAdmPemb; Dr Amir Muhiddin, MSi; Dr Nurhayati Azis, MSi; Dr M Iqbal Suhaeb, MS; serta Prof Dr Jamaluddin Ahmad, SSos, MSi.

Jabatan Sekretaris Umum dipercayakan kepada Dr M Ramli AT, MSi.

Sementara jajaran sekretaris terdiri atas Dr M Yahya Mustafa, MSi; Dr Riswandi Nur Marzuki, MSi; Surianto, SSos, MSi; Andi Nurlela, SSos, MSi; dan Novia Fridayanti, MSi.

Untuk pengelolaan keuangan organisasi, jabatan bendahara dipercayakan kepada Prof Dr Syamsidah, MPd.

Bendahara didampingi dua wakil bendahara, yakni Dr Roswianti, SE, MM, dan Atma Ras, SSos, MA.

Kepengurusan tersebut juga dilengkapi Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, serta sejumlah komisi yang menangani berbagai bidang pengembangan ilmu-ilmu sosial.

Dewan Pertimbangan HIPIIS Sulsel diketuai Prof Dr Mansyur Ramly, SE, MSi.

Sementara itu, sejumlah tokoh akademisi dan pimpinan perguruan tinggi masuk dalam jajaran Dewan Kehormatan.

Prof Wahyuddin Halim Bahas Siri’ na Sara’

Selain pengukuhan pengurus, HIPIIS Sulsel akan menggelar Seminar Nasional Kebudayaan dengan menghadirkan sejumlah guru besar dari perguruan tinggi di Makassar.

Salah seorang narasumber adalah Guru Besar Antropologi Agama UIN Alauddin Makassar, Prof Drs Wahyuddin Halim, MA, PhD.

Wahyuddin dijadwalkan membawakan materi berjudul “Kearifan Lokal Siri’ na Sara’ dalam Memperkuat Budaya Nasional di Era Disrupsi Global”.

Amir menjelaskan, pembahasan tersebut relevan dengan kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan yang memiliki kekayaan nilai budaya dan tradisi.

Konsep Siri’ na Sara’ menjadi salah satu contoh bagaimana nilai budaya lokal dan ajaran agama dapat menjadi landasan moral dalam kehidupan sosial masyarakat.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk terus dikaji dan diperkenalkan kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi informasi dan budaya populer global.

Prof Nurhayati Rahman Angkat Epos I La Galigo

Narasumber lainnya adalah Guru Besar Sastra Daerah Universitas Hasanuddin, Prof Dr Nurhayati Rahman, MHum.

Nurhayati akan membawakan materi berjudul “Epos I La Galigo di Panggung Modern untuk Memperkuat Budaya Nasional”.

Materi tersebut akan mengulas posisi I La Galigo sebagai salah satu warisan sastra dan kebudayaan masyarakat Bugis yang memiliki nilai penting dalam sejarah kebudayaan Indonesia.

Menurut Amir, pengangkatan tema I La Galigo menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap warisan budaya lokal yang memiliki nilai sejarah, pengetahuan, dan identitas masyarakat.

Seminar nasional tersebut juga akan membahas tantangan kebudayaan lokal dalam menghadapi perkembangan budaya populer global.

Fenomena K-Pop, budaya populer digital, serta perubahan gaya hidup masyarakat menjadi bagian dari dinamika yang perlu dikaji melalui pendekatan ilmu-ilmu sosial.

HIPIIS Sulsel Siapkan Penguatan Kajian Ilmu Sosial

Amir Muhiddin mengatakan, kepengurusan HIPIIS Sulsel periode 2026–2030 diharapkan mampu memperluas kegiatan akademik dan memperkuat kolaborasi antarpakar ilmu-ilmu sosial.

Organisasi tersebut memiliki sejumlah komisi yang membidangi ekonomi dan keuangan, administrasi dan kebijakan publik, hukum dan HAM, wanita dan gender, politik dan pemerintahan, serta sumber daya manusia dan kesejahteraan sosial.

Selain itu, terdapat komisi generasi muda, pendidikan dan pelatihan, agama dan kebudayaan, pengembangan organisasi, lingkungan hidup dan kearifan lokal, kependudukan dan pembangunan keluarga, serta komunikasi dan hubungan antarlembaga.

Keberadaan berbagai komisi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk memberikan kontribusi pemikiran terhadap pembangunan daerah dan nasional.

Amir berharap seminar nasional dan pengukuhan pengurus yang dijadwalkan berlangsung Selasa (27/10/2026) dapat memperkuat posisi HIPIIS Sulsel sebagai organisasi yang aktif merespons persoalan sosial dan kebudayaan.

Melalui kegiatan tersebut, HIPIIS Sulsel juga ingin mendorong penguatan budaya lokal sebagai bagian dari identitas nasional dalam menghadapi perubahan dan disrupsi global.

 

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *