BERITASEMBILAN.Com-Gowa. MA Aisyiyah Sungguminasa terus membangun budaya religius di lingkungan madrasah melalui pembiasaan Salat Dzuhur berjamaah, membaca Al-Qur’an, kultum, dan berinfak.
Kegiatan kembali dilaksanakan di mushalla MA Aisyiyah Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Rabu (26/8/2026).
Kali ini, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mendapat kesempatan menjadi petugas dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Kepala MA Aisyiyah Sungguminasa, Muhammad Ali, S.Ag, M.Pd.I, kepada media Rabu siang mengatakan keterlibatan mahasiswa PPL menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus memberikan contoh positif kepada siswa.
Menurutnya, pembiasaan keagamaan di madrasah tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kedisiplinan beribadah.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter, keberanian tampil, kemampuan berkomunikasi, serta menumbuhkan tanggung jawab.
Mahasiswa PPL Unismuh Bawakan Kultum
Pada kegiatan tersebut, Rahmi Junianti Putri bertindak sebagai pembawa acara.
Pembacaan Al-Qur’an dibawakan Henri Setiawan dengan membaca Surah Yusuf ayat 76-80.
Sementara Muh. Rahmatullah menyampaikan kultum bertema “Pentingnya Belajar.”
Dalam kultumnya, Rahmatullah mengajak siswa menjadikan belajar sebagai bagian dari ikhtiar memperbaiki kualitas diri.
Semangat mencari ilmu, menurutnya, tidak seharusnya hanya muncul ketika siswa berada di dalam kelas.
Belajar perlu menjadi kebiasaan yang terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Humas MA Aisyiyah Sungguminasa, Muh. Saleh Hamid, S.Ag., M.Pd.I, ditempat yang sama mengapresiasi mahasiswa PPL Unismuh Makassar yang bersedia mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan di madrasah.
Keterlibatan mahasiswa PPL, kata dia, diharapkan tidak sebatas menjalankan kewajiban praktik lapangan.
Mereka juga diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus memberi motivasi kepada siswa.
Pengalaman menjadi petugas dalam kegiatan keagamaan juga menjadi latihan bagi mahasiswa untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, tanggung jawab, serta keteladanan.
Sebanyak 13 mahasiswa PPL tercatat mengikuti kegiatan tersebut, yakni Henri Setiawan, Fahril, Wahyuli, Muh. Rahmatullah, Hilda Mayasari, Putri Multazam, Rahmi Junianti Putri, Rifka Ariyati, Ainun Al Jibran, Faiz Dzunnurain, Fatimah Azzahra, Fadila Ramadani, dan Hardiana.
Siswa Diingatkan Disiplin
Usai kultum, pembinaan dilanjutkan oleh Wakamad Kesiswaan MA Aisyiyah Sungguminasa, Nurhikmah.
Ia mengingatkan siswa untuk tetap menaati tata tertib madrasah, mulai kedisiplinan, kerapian hingga penampilan.
Siswa laki-laki yang rambutnya telah panjang juga diminta merapikan rambut sesuai ketentuan madrasah.
Nurhikmah turut menyampaikan informasi mengenai rencana keikutsertaan siswa dalam kajian muslimah pada Ahad mendatang.
Pembinaan kemudian dilanjutkan Kepala MA Aisyiyah Sungguminasa, Ustadz Muh. Ali.
Rangkaian arahan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah menanamkan pemahaman bahwa kedisiplinan bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi bagian dari pembentukan karakter dan tanggung jawab siswa.
Infak Terkumpul Rp36 Ribu
Pembiasaan Salat Dzuhur berjamaah juga dirangkaikan dengan pengumpulan infak.
Pada kegiatan Rabu (26/8/2026), kotak amal terkumpul Rp36 ribu.
Jumlah tersebut berasal dari infak siswa laki-laki sebesar Rp17 ribu dan siswa perempuan Rp19 ribu.
Kegiatan infak menjadi salah satu cara madrasah membiasakan siswa berbagi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Madrasah juga melakukan evaluasi kehadiran siswa dalam Salat Dzuhur berjamaah. Sejumlah siswa yang tidak hadir karena sakit atau izin dicatat, sedangkan ketidakhadiran tanpa keterangan menjadi bahan pembinaan kedisiplinan.
Kelas XI.1 Jadi Petugas Berikutnya
Untuk pelaksanaan berikutnya, kelas XI.1 mendapat giliran menjadi petugas.
Pembacaan Al-Qur’an juga akan dilanjutkan dengan Surah Yusuf ayat 81-85.
MA Aisyiyah Sungguminasa berharap pembiasaan tersebut terus berjalan secara konsisten.
Mushalla madrasah tidak hanya difungsikan sebagai tempat menunaikan ibadah, tetapi juga menjadi ruang pendidikan karakter, pembinaan akhlak, latihan kepemimpinan, dan penguatan budaya religius.
Melalui Salat Dzuhur berjamaah, membaca Al-Qur’an, kultum, infak, dan pembinaan rutin, madrasah ingin membentuk siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berakhlak, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial.***


















