Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

PGRI Gowa Target 6.000 Guru Mahir AI dan Koding, Drs. H Sappe Mangiriang MM Apresiasi PGRI Power

×

PGRI Gowa Target 6.000 Guru Mahir AI dan Koding, Drs. H Sappe Mangiriang MM Apresiasi PGRI Power

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gowa, Drs H Sappe Mangiriang, MM, mengapresiasi peluncuran PGRI Power: Gerakan Nasional Satu Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Program tersebut diluncurkan PGRI Sulsel di Aula Anging Mammiri, Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulsel, Jl Adiyaksa No 2, Makassar, Jumat (18/9/2026).

Example 300x600

Di sela-sela peluncuran, Sappe Mangiriang mengatakan PGRI Power merupakan program strategis karena menjawab kebutuhan guru di tengah perkembangan masyarakat digital.

Menurutnya, guru saat ini berhadapan dengan peserta didik yang tumbuh bersama internet dan berbagai perangkat digital.

Proses pembelajaran pun semakin bersentuhan dengan beragam aplikasi berbasis digital, termasuk penggunaan kecerdasan buatan.

“Pengetahuan dan pengenalan AI serta kemampuan koding telah menjadi tuntutan dan kebutuhan guru saat ini. Anak-anak kita lahir di era internet sehingga sangat familiar dengan teknologi dalam aktivitas keseharian maupun pembelajaran,” kata Sappe.

PGRI Power Dinilai Tepat dan Strategis

Sappe mengatakan perkembangan teknologi menuntut guru terus meningkatkan kompetensi.

Guru tidak cukup hanya memahami mata pelajaran yang diajarkan, tetapi juga perlu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang memengaruhi proses pembelajaran.

Karena itu, ia menilai pelaksanaan PGRI Power yang digagas PGRI merupakan langkah tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru.

“Pelaksanaan PGRI Power sangat tepat dan strategis untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para guru tentang kecerdasan buatan serta meningkatkan kemampuan dalam koding,” ujarnya.

Kemampuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan guru untuk mendukung proses pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas.

Gowa Kirim Dua Guru

PGRI Kabupaten Gowa mengutus dua guru mengikuti kegiatan PGRI Power tingkat Sulawesi Selatan.

Keduanya adalah Nurliah dan Akbar.

Menurut Sappe, kedua peserta telah melalui proses seleksi dan dinilai memiliki kemampuan untuk menyerap materi selama pelatihan.

Setelah kembali ke Gowa, keduanya diproyeksikan menjadi narasumber dalam kegiatan serupa yang akan dilaksanakan PGRI Kabupaten Gowa.

Pelatihan di tingkat kabupaten nantinya akan melibatkan utusan dari pengurus PGRI cabang.

Skema tersebut diharapkan membuat pengetahuan yang diperoleh peserta pada tingkat provinsi dapat ditularkan kepada lebih banyak guru di Kabupaten Gowa.

Target 6.000 Guru di Gowa

Sappe mengatakan PGRI Kabupaten Gowa menargetkan sekitar 6.000 guru yang tersebar pada berbagai jenjang satuan pendidikan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai AI dan koding.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi digital di kalangan tenaga pendidik.

Guru diharapkan tidak hanya mengenal kecerdasan buatan, tetapi mampu memahami pemanfaatannya secara tepat untuk mendukung tugas profesional sebagai pendidik.

Menurut Sappe, peningkatan kompetensi digital semakin penting karena peserta didik saat ini hidup dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi.

Karena itu, guru juga harus terus belajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan mengarahkan pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan.

Melalui PGRI Power, PGRI Kabupaten Gowa berharap kompetensi AI dan koding dapat diperluas secara bertahap kepada ribuan guru sehingga teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *