BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Pelaksanaan Training of Trainer (ToT) PGRI Power PGRI Provinsi Sulsel di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan, Jumat-Ahad 18-20 September 2026 mendapat respons positif dari peserta asal daerah kepulauan.
Tri Suryadi, guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) perwakilan Kabupaten Kepulauan Selayar, menilai pelatihan tersebut memberikan bekal penting bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.
Terlebih, kata dia, sebagian guru di wilayah kepulauan masih menghadapi kendala akses internet dan kesempatan mengikuti pelatihan teknologi secara langsung.
“Ini sangat membantu, khususnya bagi kami di wilayah kepulauan. Akses internet di beberapa wilayah di kepulauan masih menjadi kendala. Bekal dari pelatihan ini bisa kami manfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran,” kata Tri di sela ToT PGRI Power di BBGTK Sulsel, Makassar.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari PGRI Power: Gerakan Nasional Satu Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI).
Sebanyak 54 peserta perwakilan dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan mengikuti kegiatan tersebut dan dipersiapkan menjadi mentor di daerah masing-masing.
Tertarik Bikin Agen AI untuk PKN
Tri mengatakan salah satu materi yang menarik perhatiannya adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran.
Peserta tidak hanya diperkenalkan pada penggunaan AI, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang pembuatan agen AI yang dapat disesuaikan dengan mata pelajaran masing-masing.
Sebagai guru PKN, Tri melihat teknologi tersebut dapat dikembangkan menjadi agen AI yang secara khusus membantu pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
“Misalnya guru PKN bisa membuat agen AI khusus pembelajaran PKN, sehingga penggunaannya lebih fokus sesuai kebutuhan siswa,” ujarnya.
Menurut Tri, masih banyak fitur AI yang dapat dikembangkan oleh guru, mulai dari membantu menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran hingga membuat aplikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan.
Karena itu, peserta ToT memiliki tanggung jawab untuk meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada guru lainnya setelah kembali ke daerah.
Pulang ke Selayar Siap ‘Tancap Gas’
Tri menegaskan dirinya siap mengembangkan dan membagikan materi yang diperoleh selama mengikuti ToT kepada guru-guru di Kepulauan Selayar.
“Setelah kembali ke Selayar, kami siap tancap gas. Materi yang diperoleh selama pelatihan akan kami kembangkan dan dibagikan kepada guru-guru di daerah, khususnya yang berada di wilayah kepulauan,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan mentor di daerah menjadi penting karena kondisi geografis kepulauan tidak selalu memungkinkan guru mengikuti berbagai pelatihan secara langsung di tingkat provinsi.
Pola training of trainer dinilai dapat menjadi salah satu cara memperluas jangkauan peningkatan kompetensi guru.
Peserta yang telah memperoleh pelatihan kemudian menjadi perpanjangan tangan untuk mendiseminasikan pengetahuan kepada guru lainnya di daerah.
Tri berharap pola ToT dengan melibatkan perwakilan kabupaten/kota terus dikembangkan.
Dengan demikian, peningkatan kemampuan guru memanfaatkan koding dan kecerdasan artifisial tidak hanya dirasakan pendidik di wilayah perkotaan, tetapi juga dapat menjangkau guru hingga wilayah kepulauan.
Bagi Tri, tantangan geografis dan keterbatasan akses internet tidak boleh membuat guru di kepulauan tertinggal dalam mengikuti perkembangan teknologi pendidikan.
Bekal dari PGRI Power diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pemanfaatan AI dalam pembelajaran di Kepulauan Selayar.***


















