BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu Utara, Ismaruddin, S.Pd., mengapresiasi peluncuran PGRI Power: Gerakan Nasional Satu Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Program tersebut diluncurkan PGRI Sulsel di Aula Anging Mammiri, Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan, Jl Adiyaksa No 2, Makassar, Jumat (18/9/2026).
Ismaruddin menilai PGRI Power merupakan program yang relevan dan penting dilaksanakan di tengah perkembangan masyarakat digital dan semakin luasnya penggunaan berbagai aplikasi kecerdasan artifisial.
Menurutnya, profesi guru menghadapi tantangan baru di era AI. Guru dituntut memiliki kompetensi yang kuat sekaligus kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Program PGRI Power ini sangat urgen dilaksanakan di era masyarakat digital dengan beragam aplikasi kecerdasan buatan,” kata Ismaruddin.
Ia mengatakan transformasi digital juga telah mengubah karakter lingkungan belajar peserta didik.
Anak-anak tumbuh dalam masyarakat yang semakin terkoneksi dengan internet dan memiliki akses luas terhadap informasi. Kondisi tersebut menuntut guru tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga nilai serta memberikan pendampingan kepada peserta didik dalam memanfaatkan teknologi.
Guru Harus Dekat dengan AI dan Koding
Ismaruddin mengatakan pelatihan PGRI Power menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan guru dengan teknologi AI dan koding.
Melalui pelatihan tersebut, guru diperkenalkan dengan perkembangan teknologi sekaligus dibekali pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran.
“Guru dituntut melakukan transformasi pengetahuan dan nilai kepada anak didik di era masyarakat digital yang terhubung dengan internet,” ujarnya.
Karena itu, menurut Ismaruddin, guru harus terus belajar agar memiliki pengetahuan AI dan koding yang memadai saat menghadapi peserta didik di ruang kelas.
Peningkatan kompetensi tersebut juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Ismaruddin mendorong adanya kolaborasi antara PGRI, Dinas Pendidikan, BBGTK Sulawesi Selatan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi diperlukan agar program peningkatan kompetensi tidak berhenti pada pelatihan di tingkat provinsi, tetapi dapat diperluas hingga menjangkau guru di kabupaten dan kota.
Dengan dukungan tersebut, ia berharap guru semakin memiliki keterampilan digital yang memadai dan mampu mengikuti perkembangan teknologi pendidikan.
PGRI Luwu Utara Akan Komunikasi dengan DPRD
Ismaruddin memastikan program PGRI Power akan ditindaklanjuti setelah peserta utusan PGRI Luwu Utara kembali ke daerah.
PGRI Luwu Utara, kata dia, akan membangun komunikasi dengan DPRD Kabupaten Luwu Utara untuk mendukung pelaksanaan program peningkatan kompetensi guru dalam bidang AI dan koding.
“Utusan PGRI Luwu Utara yang mengikuti pelatihan setelah kembali ke daerah akan melakukan komunikasi dengan pihak DPRD Luwu Utara untuk menyukseskan program satu juta guru mahir AI dan koding,” katanya.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas sehingga pengetahuan yang diperoleh peserta PGRI Power dapat diimbaskan kepada guru lainnya di Luwu Utara.
Bagi Ismaruddin, kemampuan memahami dan memanfaatkan AI serta koding sudah menjadi bagian penting dari peningkatan kompetensi guru.
Melalui PGRI Power, ia berharap guru di Luwu Utara tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga dapat memanfaatkannya secara tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. ***


















