BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menggelar Konferensi Kerja Cabang (Konkercab) I Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2026, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju, Guru Hebat, Indonesia Kuat.”
Konferensi dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Bantaeng Samsud Samad, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Sekretaris Kecamatan Gantarangkeke, Pengawas Gantarangkeke I dan II, kepala sekolah se-Kecamatan Gantarangkeke, serta pengurus PGRI tingkat ranting.
Ketua PGRI Cabang Gantarangkeke, Suryadi, mengatakan konferensi kerja menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas organisasi sekaligus merumuskan program peningkatan profesionalisme guru.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi guru semakin kompleks, tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi juga persoalan perlindungan profesi dan perkembangan teknologi pendidikan.
Suryadi: Guru Tidak Sekadar Mentransfer Ilmu
Dalam sambutannya, Suryadi menegaskan tugas guru tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik.
Guru juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter dan mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
“Penguatan kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan penanaman karakter. Sebagai pendidik di Indonesia, guru memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pendidikan tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas, tetapi juga berkarakter,” kata Suryadi.
Menurutnya, pendidikan berkualitas harus mampu menyeimbangkan penguasaan pengetahuan dengan pembentukan kepribadian peserta didik.
Karena itu, guru dituntut terus meningkatkan kompetensi dan menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Soroti Kasus Kekerasan terhadap Kepala Sekolah
Dalam forum tersebut, Suryadi juga menyoroti persoalan keamanan dan perlindungan guru saat menjalankan tugas.
Salah satu yang mendapat perhatian ialah laporan kasus kekerasan yang menimpa seorang kepala sekolah di SMP Negeri 1 Sinoa, Kabupaten Bantaeng.
Suryadi mengatakan pengurus PGRI tingkat kabupaten dan cabang memberikan perhatian terhadap kejadian tersebut serta mengecam tindakan kekerasan terhadap tenaga pendidik.
Menurutnya, guru dan kepala sekolah membutuhkan lingkungan kerja yang aman dan kondusif agar dapat menjalankan tugas secara profesional.
Ia berharap solidaritas sesama anggota PGRI semakin kuat, terutama ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan keselamatan dan perlindungan profesi.
Konferensi kerja juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan pengurus dan anggota dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan.
Ketua PGRI Bantaeng Dorong Penguatan Organisasi
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Bantaeng, Samsud Samad, menegaskan pentingnya peran PGRI sebagai organisasi perjuangan dan pengembangan profesi guru.
Menurutnya, PGRI tidak cukup hanya menjadi wadah berhimpun para pendidik, tetapi harus mampu memberikan manfaat bagi anggotanya.
“Organisasi profesi tidak hanya menjadi tempat berhimpun, tetapi juga perlu berperan aktif dalam mendorong peningkatan kompetensi, memperkuat solidaritas, serta memperjuangkan kepentingan guru demi kemajuan pendidikan,” tegas Samsud Samad.
Ia menilai peningkatan kualitas guru harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam menghadapi perubahan sistem pembelajaran dan perkembangan teknologi.
Karena itu, PGRI diharapkan terus membangun kerja sama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan.
Penguatan kompetensi, solidaritas organisasi, dan perjuangan terhadap kepentingan guru menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
PGRI Gantarangkeke Siapkan Program Kerja
Suryadi menjelaskan, Konkercab I menjadi forum evaluasi program organisasi sekaligus penyusunan rencana kerja untuk satu tahun ke depan.
Program yang dirumuskan diharapkan mampu menjawab kebutuhan guru serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Salah satu perhatian organisasi ialah perkembangan teknologi digital yang semakin banyak digunakan dalam kegiatan pendidikan.
Pemanfaatan perangkat seperti televisi Android dan televisi pintar di sekolah, menurut Suryadi, menjadi contoh perkembangan teknologi yang perlu disikapi secara positif.
Namun, penggunaan perangkat tersebut harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi.
Ia berharap pengurus PGRI Cabang Gantarangkeke mampu menyusun program yang relevan dengan kebutuhan guru di lapangan.
Disdik Bantaeng Tekankan Mutu Pembelajaran
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan penguatan kompetensi guru, perbaikan proses pembelajaran, serta kerja sama antara sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan.
Konferensi kerja PGRI diharapkan menghasilkan program yang dapat memberikan manfaat langsung bagi guru dan satuan pendidikan.
“Forum ini diharapkan menghasilkan program yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Melalui Konkercab I, PGRI Cabang Gantarangkeke diharapkan semakin solid dalam menjalankan program organisasi dan memperjuangkan kepentingan anggotanya.
Suryadi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan seluruh pengurus yang telah mendukung terselenggaranya konferensi.
PGRI Gantarangkeke berharap hasil konferensi dapat memperkuat profesionalisme guru, meningkatkan solidaritas organisasi, serta mendorong terwujudnya pendidikan yang bermutu dan berkarakter di Kabupaten Bantaeng.
Laporan: Ikbal H, S.Pd.
Kabid Informasi dan Komunikasi PGRI Cabang Gantarangkeke


















