Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

35 Politeknik Swasta Se-Indonesia Berkumpul di Makassar, Rakernas V Pelita Bahas Transformasi Jadi Universitas Terapan

×

35 Politeknik Swasta Se-Indonesia Berkumpul di Makassar, Rakernas V Pelita Bahas Transformasi Jadi Universitas Terapan

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Sebanyak 35 perguruan tinggi politeknik swasta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Perkumpulan Politeknik Swasta (Pelita) Indonesia di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, 14–17 Oktober 2026.

Rakernas yang berlangsung selama empat hari ini diikuti 48 pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi politeknik swasta anggota Pelita Indonesia.

Example 300x600

Politeknik Maritim AMI Makassar dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.

Rakernas V Pelita Indonesia tahun ini mengangkat tema “Penguatan Ekosistem Vokasi: Menyongsong Transformasi Politeknik Menjadi Universitas Terapan”.

Tema tersebut menjadi perhatian utama para pimpinan politeknik swasta dalam merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi vokasi di Indonesia.

Kegiatan resmi dibuka pada Rabu (14/10/2026) oleh Staf Ahli Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. Dr.-Ing. Ir. Nandy Setiadi Djaya Putra.

Nandy hadir mewakili Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.

Pelita Indonesia Dorong Transformasi Universitas Terapan

Direktur Eksekutif Pelita Indonesia, Ginanjar Wiro Sasmito, mengatakan isu transformasi politeknik menjadi universitas terapan merupakan agenda strategis yang perlu terus diperjuangkan oleh pengelola pendidikan tinggi vokasi swasta.

Menurutnya, pembahasan universitas terapan semakin relevan seiring kebutuhan penguatan kelembagaan pendidikan vokasi dan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi nasional.

Ginanjar menjelaskan, Pelita Indonesia sebelumnya telah menyampaikan aspirasi terkait universitas terapan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR RI.

Aspirasi tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi untuk memberikan kontribusi terhadap arah kebijakan pendidikan tinggi vokasi.

“Isu Universitas Terapan merupakan isu yang sangat layak dan akan terus digaungkan, sejalan dengan aspirasi yang pernah disampaikan Pelita Indonesia secara resmi saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat di Komisi X DPR RI. Terlebih lagi, RUU Sisdiknas saat ini masih membutuhkan berbagai saran, kritik, dan masukan substantif,” ujar Ginanjar.

Ia menilai forum Rakernas menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi vokasi swasta untuk memperkuat kesamaan pandangan dalam menyongsong perubahan kelembagaan.

Selain membahas transformasi kelembagaan, pertemuan ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi agar semakin mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Hadirkan Kemendiktisaintek hingga Google Indonesia

Rakernas V Pelita Indonesia menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pemerintah, akademisi, dan industri teknologi.

Dalam sesi pembekalan atau inspiring session, Prof. Dr.-Ing. Ir. Nandy Setiadi Djaya Putra membawakan materi bertajuk “Arah dan Kebijakan Pemerintah Menyongsong Transformasi Politeknik Menjadi Universitas Terapan”.

Materi tersebut menjadi salah satu pembahasan penting untuk memberikan perspektif mengenai arah kebijakan pemerintah terhadap pengembangan pendidikan tinggi vokasi.

Sementara itu, Guru Besar Politeknik Negeri Ujung Pandang, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., tampil membawakan materi “Menakar Kesetaraan Universitas dan Universitas Terapan”.

Pembahasan ini memberikan perspektif akademik mengenai posisi, karakteristik, dan kesetaraan kelembagaan universitas dengan universitas terapan.

Tidak hanya menghadirkan pemerintah dan akademisi, Rakernas V juga melibatkan Google Indonesia.

Perwakilan Google Indonesia, M. Edward Ranggong, membawakan materi “Mempersiapkan Ekosistem Universitas Terapan Berbasis Teknologi”.

Kehadiran Google Indonesia menjadi bagian dari pembahasan mengenai pentingnya kesiapan teknologi dalam mendukung pengembangan kelembagaan pendidikan tinggi vokasi.

Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam upaya membangun ekosistem pendidikan terapan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Tiga Politeknik Berbagi Praktik Pengelolaan Kampus

Selain sesi pembekalan, Rakernas V Pelita Indonesia juga menghadirkan kegiatan berbagi pengalaman atau sharing session.

Sesi tersebut melibatkan pimpinan sejumlah politeknik untuk membagikan pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi vokasi.

Tiga perguruan tinggi yang terlibat adalah Politeknik ATMI Surakarta, Politeknik IDN, dan Politeknik Dewantara.

Melalui forum tersebut, peserta memperoleh kesempatan mempelajari pengalaman pengelolaan kelembagaan dari masing-masing perguruan tinggi.

Berbagai materi dan hasil diskusi selanjutnya diarahkan menjadi bahan dalam penyusunan program kerja Pelita Indonesia untuk satu tahun mendatang.

Rakernas juga menjadi ruang komunikasi dan koordinasi antarpimpinan politeknik swasta dari berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Umum Pelita: Rakernas Agenda Strategis

Ketua Umum Pelita Indonesia, Shalfi Andri, menegaskan bahwa Rakernas merupakan agenda tahunan yang mempunyai peran penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi.

Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi tempat pertemuan para anggota, tetapi juga menjadi sarana mengevaluasi program yang telah berjalan dan menentukan agenda organisasi ke depan.

“Rakernas ini merupakan agenda tahunan strategis bagi Pelita dalam mengevaluasi agenda yang sedang berjalan, menyusun program kerja satu tahun ke depan, serta merumuskan masukan-masukan strategis bagi para regulator,” kata Shalfi.

Ia menekankan pentingnya peran Pelita Indonesia dalam menyampaikan aspirasi dan masukan kepada pemerintah terkait pengembangan pendidikan tinggi vokasi.

Melalui Rakernas V di Makassar, Pelita Indonesia diharapkan dapat menghasilkan rumusan program kerja yang memperkuat kelembagaan politeknik swasta sekaligus memberikan kontribusi terhadap kebijakan pendidikan tinggi nasional.

Pertemuan 35 politeknik swasta tersebut juga menjadi momentum memperkuat jaringan kerja sama antarperguruan tinggi vokasi dalam menghadapi tantangan pengembangan pendidikan terapan.

Dengan mengangkat isu transformasi politeknik menjadi universitas terapan, Rakernas V Pelita Indonesia menempatkan masa depan pendidikan vokasi sebagai agenda utama pembahasan organisasi.

Forum nasional yang berlangsung di Makassar hingga Sabtu (17/10/2026) ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat aspirasi bersama mengenai pengembangan pendidikan tinggi vokasi swasta di Indonesia. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *