Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Buka PGRI Power, 265 Guru Dilatih Koding dan AI

×

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Buka PGRI Power, 265 Guru Dilatih Koding dan AI

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka pelatihan Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) melalui Program PGRI Power 2026 di Aula Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan, Jalan Adiyaksa, Makassar, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan PGRI Kota Makassar tersebut diikuti 265 guru dari berbagai sekolah di Kota Makassar.

Example 300x600

Pelatihan berlangsung selama tiga hari sebagai bagian dari program nasional PGRI untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Pada sambutannya, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menekankan pentingnya guru meningkatkan profesionalisme dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk cara peserta didik belajar dan berkomunikasi.

Karena itu, guru dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu memahami perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan peserta didik.

Munafri: Guru Harus Mampu Menaklukkan Teknologi

Appi mengatakan pendidikan merupakan investasi penting untuk menentukan masa depan generasi muda.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan pada masa mendatang sangat ditentukan oleh kualitas fondasi pendidikan yang dibangun saat ini.

“Kalau kita berpikir dalam dan detail tentang pendidikan, artinya kita berpikir tentang masa depan. Masa depan yang baik, masa depan yang berhasil harus dimulai dengan kuatnya fondasi masa sekarang,” ujar Munafri.

Ia menilai perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap pola komunikasi, akses informasi, serta perilaku generasi muda.

Algoritma dan kecerdasan artifisial kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Meski demikian, Munafri menegaskan bahwa teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran guru.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian ilmu pengetahuan, tetapi juga melibatkan hubungan emosional, empati, dan pembentukan karakter peserta didik.

“Kita mau, bagaimana guru-guru mampu menaklukkan teknologi dan menjadikan teknologi sebagai sarana yang tepat untuk menghasilkan proses belajar-mengajar yang baik bagi anak-anak kita,” jelasnya.

Guru Dituntut Adaptif Hadapi Generasi Digital

Munafri juga mengingatkan para guru agar mampu memahami perubahan karakteristik peserta didik dari generasi ke generasi.

Menurutnya, pola komunikasi antara guru dan murid saat ini berbeda dengan kondisi pendidikan pada masa lalu.

Jika sebelumnya peserta didik cenderung menjaga jarak dengan guru, kini anak-anak semakin terbuka dalam berkomunikasi, bertanya, dan menyampaikan pendapat.

Perubahan tersebut, kata Munafri, harus dipahami sebagai bagian dari perkembangan zaman.

“Yang harus menjadi tugas kita adalah menjadi guru yang adaptif. Kuncinya ini, adaptif, mampu mengikuti perkembangan,” ungkapnya.

Ia menekankan kemampuan beradaptasi merupakan bagian penting dari profesionalisme guru.

Guru yang memahami perkembangan teknologi dan karakteristik peserta didik dinilai akan lebih mudah membangun komunikasi serta menghadirkan pembelajaran yang relevan.

Namun, pemanfaatan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan penguatan pendidikan karakter dan etika.

Ketua PGRI Makassar Pantja Nur Wahidin Targetkan 600 Guru Mahir AI

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Makassar, Dr. Pantja Nur Wahidin, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelatihan PGRI Power menjadi bagian dari tindak lanjut program mandatori Pengurus Besar PGRI.

Program tersebut dilaksanakan melalui Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan AI untuk meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital.

Pantja menjelaskan, pelatihan di Makassar diikuti 265 guru dan berlangsung selama tiga hari.

Para peserta akan memperoleh penguatan kompetensi dalam bidang koding, kecerdasan artifisial, computational thinking, serta inovasi pembelajaran digital.

Menurutnya, PGRI Kota Makassar memiliki target memperluas jangkauan pelatihan kepada lebih banyak guru.

“Target minimal yaitu 500 guru mahir koding dan AI di Kota Makassar dan target untuk tahun ini yaitu 600 guru di Kota Makassar,” kata Pantja Nur Wahidin.

Target tersebut menjadi bagian dari komitmen PGRI Kota Makassar dalam mendukung program nasional peningkatan kompetensi digital guru.

Melalui pelatihan ini, PGRI Makassar berharap para peserta mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mendukung kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing.

PGRI Power Dorong Transformasi Pembelajaran

Program PGRI Power dirancang untuk membantu guru memahami dan memanfaatkan teknologi koding serta kecerdasan artifisial dalam kegiatan pendidikan.

Penguasaan teknologi diharapkan dapat membantu guru menyiapkan materi pembelajaran, mengembangkan media belajar, serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih inovatif.

Selain itu, peningkatan kompetensi digital guru juga menjadi langkah untuk menghadapi perubahan pola belajar peserta didik yang semakin akrab dengan teknologi.

Munafri mengapresiasi langkah PGRI dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut.

Menurutnya, peningkatan kemampuan guru dalam bidang teknologi menjadi salah satu upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

“Artinya, kita sudah berpikir jauh ke depan, berpikir tentang masa depan, berpikir tentang persiapan landasan untuk membangun sebuah generasi masa depan. Dimulai dari kemampuan guru itu sendiri,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan secara maksimal sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses belajar-mengajar.

Ketua PGRI Sulsel dan Kepala BBGTK Turut Hadir

Pembukaan PGRI Power Kota Makassar juga dihadiri Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Hasnawi Haris, M.Hum.

Hadir pula Kepala BBGTK Sulawesi Selatan Dr. Arman Agung, Staf Ahli Wali Kota Makassar Akhmad Namun, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Makassar dan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah, PGRI, dan BBGTK menjadi bagian dari dukungan terhadap peningkatan kompetensi guru di Kota Makassar.

Melalui pelatihan tersebut, PGRI Kota Makassar menargetkan semakin banyak guru mampu menguasai teknologi digital dan kecerdasan artifisial untuk mendukung pembelajaran.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *