BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Pengurus Perwakilan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (YPLP PGRI) Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mulai memperkuat konsolidasi kelembagaan dan menyiapkan program pembinaan sekolah-sekolah yang berada di bawah naungannya.
Ketua Perwakilan YPLP PGRI Kabupaten Wajo, Alamsyah, S.Pd., M.M., mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di tengah pelaksanaan Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) II PGRI Sulawesi Selatan di Hotel Dalton Makassar, Jumat (23/10/2026) malam.
Alamsyah menjelaskan, kepengurusan YPLP PGRI Kabupaten Wajo masa bakti 2025–2030 telah menyusun sejumlah program prioritas untuk memperkuat pengelolaan lembaga pendidikan, khususnya taman kanak-kanak (TK) PGRI yang tersebar di Kabupaten Wajo.
Program tersebut mencakup konsolidasi organisasi, pendataan sekolah, pembinaan tenaga pendidik, penataan administrasi, serta inventarisasi aset tanah dan bangunan sekolah.
Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan pengurus per 30 September 2026, kepengurusan yang baru berjalan sekitar delapan bulan itu masih berada pada tahap konsolidasi dan penyusunan program kerja.
Sejumlah kegiatan awal telah dilaksanakan, antara lain pembentukan struktur kepengurusan, rapat koordinasi, penyusunan rencana kunjungan sekolah, serta inventarisasi data satuan pendidikan.
Siapkan Kunjungan Sekolah hingga Juni 2027
Alamsyah menjelaskan, salah satu agenda prioritas YPLP PGRI Wajo adalah melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah binaan.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap mulai Oktober 2026 hingga Juni 2027.
Pada Oktober 2026, kunjungan dijadwalkan menyasar TK PGRI Balielo, TK PGRI Sangreseng Ade, TK PGRI Alau Salo, TK PGRI Andi Bau Beddu, TK PGRI Arajang, dan TK PGRI Lamata.
Selanjutnya, kunjungan akan dilaksanakan secara bergiliran ke sekolah-sekolah lain sesuai jadwal dan kesiapan masing-masing satuan pendidikan.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk mengetahui kondisi sekolah, memperkuat komunikasi antara pengurus yayasan dan pengelola satuan pendidikan, serta mengidentifikasi kebutuhan pembinaan.
Pembinaan akan difokuskan pada penguatan manajemen sekolah, administrasi kelembagaan, dan pendampingan pengelolaan pendidikan.
Melalui kunjungan tersebut, pengurus juga diharapkan dapat menyerap aspirasi kepala sekolah dan tenaga pendidik mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan.
Penataan Aset Sekolah Jadi Perhatian
Selain pembinaan kelembagaan, YPLP PGRI Wajo memberikan perhatian terhadap pendataan aset sekolah, terutama tanah dan bangunan.
Dalam laporan kepengurusan tahun 2026, tercatat beragam status penggunaan dan kepemilikan tanah sekolah, antara lain milik sendiri, hibah, hak pakai, pinjam, dan wakaf.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penyusunan program inventarisasi serta penertiban administrasi aset.
Pengurus merencanakan pendataan sarana dan prasarana, pemeriksaan dokumen kepemilikan, serta penguatan pemeliharaan fasilitas pendidikan.
Penataan tersebut diperlukan agar pengelolaan aset sekolah memiliki administrasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Perkuat Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini
Alamsyah mengatakan, pembinaan sekolah di bawah naungan YPLP PGRI merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Data dalam laporan pengurus memperlihatkan bahwa TK PGRI di Kabupaten Wajo memiliki jumlah peserta didik dan tenaga pendidik yang beragam.
Perbedaan kondisi tersebut memerlukan pendekatan pembinaan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Karena itu, pengurus menyiapkan kegiatan pendampingan yang tidak hanya menyangkut kelengkapan administrasi, tetapi juga penguatan pengelolaan lembaga pendidikan.
Pada tahap awal kepengurusan, sejumlah kendala masih dihadapi, terutama keterbatasan waktu dan belum optimalnya pelaksanaan program di lapangan.
Untuk mengatasinya, pengurus memperkuat koordinasi internal dan komunikasi dengan satuan pendidikan agar program pembinaan berikutnya dapat berjalan lebih efektif.
Alamsyah Pimpin Kepengurusan 2025–2030
Dalam menjalankan program tersebut, Alamsyah didampingi Sekretaris Suriyanti, S.AP., M.AP., dan Bendahara Cahaya Bulan, S.Pd.AUD.
Adapun jajaran anggota pengurus terdiri atas Fatayati, S.Pd., Gusriani Mustakim, S.Pd., M.Pd., Muhammad Taufiq, S.Sos., dan Justiawal Arif, S.E., M.M.
Sementara posisi operator dipercayakan kepada Irwan Syamsuddin, S.H.
Kepengurusan ini menjalankan program dengan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga YPLP PGRI Pusat serta program kerja organisasi di tingkat provinsi dan kabupaten.
Konkerprov II Jadi Momentum Konsolidasi
Kehadiran Alamsyah dalam Konferensi Kerja II PGRI Sulawesi Selatan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi organisasi.
Konferensi yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di Hotel Dalton Makassar itu mengusung tema “Memperkuat Silaturahmi dalam Mewujudkan Guru Bermutu Indonesia Maju.”
Forum tersebut mempertemukan jajaran pengurus PGRI dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan bersama pengurus tingkat provinsi.
Bagi pengurus YPLP PGRI Wajo, penguatan koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan sekolah.
Melalui program kerja yang telah disusun, YPLP PGRI Kabupaten Wajo menargetkan pengelolaan sekolah binaan semakin tertib, terarah, dan berkelanjutan.
Pengurus juga mengharapkan dukungan serta kerja sama seluruh pihak agar rencana kunjungan, pendampingan, dan pembinaan sekolah dapat terlaksana sesuai kebutuhan lembaga pendidikan di Kabupaten Wajo.***


















