BERITASEMBILAN.Com-Makasssr. Pengurus Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mulai melakukan pembenahan terhadap sejumlah sekolah yang berada di bawah naungannya.
Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pengembangan SMP PGRI Sungguminasa menjadi sekolah model dengan menerapkan konsep pengelolaan pendidikan menyerupai boarding school terpadu.
Sekretaris YPLP PGRI Kabupaten Gowa, Muh Iqbal, S.Pd., M.Pd., mengatakan pembenahan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu dan daya saing sekolah-sekolah PGRI di Kabupaten Gowa.
Hal itu disampaikan Iqbal saat mengikuti kegiatan Konsolidasi Organisasi dan Tata Kelola Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Dalton Makassar, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di sela-sela pelaksanaan Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) II PGRI Sulsel Tahun 2026.
Menurut Iqbal, saat ini YPLP PGRI Kabupaten Gowa membina empat satuan pendidikan, yakni SMP PGRI Sungguminasa, SMP PGRI Barembeng, SMP PGRI Bajeng, dan SMA PGRI Sungguminasa.
Keempat sekolah tersebut menjadi perhatian pengurus baru YPLP PGRI Gowa dalam melakukan pembenahan kelembagaan dan peningkatan kualitas pendidikan.
SMP PGRI Sungguminasa Disiapkan Jadi Sekolah Model
Iqbal menjelaskan, rencana pengembangan SMP PGRI Sungguminasa merupakan tindak lanjut atas arahan Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Hasnawi Haris, M.Hum.
Dalam kegiatan konsolidasi tersebut, Hasnawi mendorong pengurus YPLP PGRI di kabupaten dan kota memilih satu satuan pendidikan untuk dikembangkan secara serius menjadi sekolah model.
Menurut Iqbal, YPLP PGRI Gowa menyambut gagasan tersebut dengan menyiapkan SMP PGRI Sungguminasa sebagai sekolah percontohan.
Sekolah tersebut direncanakan menerapkan tata kelola pendidikan dengan pendekatan boarding school terpadu, dimulai dari peserta didik kelas VII.
Konsep ini diharapkan dapat menghadirkan suasana pendidikan yang lebih tertata sekaligus memperkuat karakter dan identitas sekolah PGRI.
Selain pembenahan sistem pengelolaan, YPLP PGRI Gowa juga merencanakan penggunaan rompi khusus bagi peserta didik sebagai salah satu ciri khas sekolah di bawah naungan organisasi PGRI.
Rompi tersebut akan menampilkan identitas PGRI sehingga menjadi pembeda sekaligus memperkuat kebanggaan peserta didik terhadap sekolahnya.
Iqbal menilai pengembangan sekolah model perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan sarana, sumber daya manusia, dan sistem pengelolaan pendidikan.
Benahi Infrastruktur dan Tingkatkan Kompetensi Guru
Selain menyiapkan sekolah model, pengurus baru YPLP PGRI Kabupaten Gowa juga mulai melakukan pembenahan infrastruktur pada satuan pendidikan yang dibina.
Pembenahan tersebut mencakup perbaikan lingkungan sekolah serta penataan tampilan bangunan agar terlihat lebih menarik dan nyaman.
Menurut Iqbal, penampilan fisik sekolah menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan PGRI.
Namun, pembenahan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur.
YPLP PGRI Gowa juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama guru dan tenaga kependidikan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengikutsertakan tenaga pendidik dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan.
Program pengembangan kompetensi tersebut mencakup keterampilan teknologi digital, termasuk koding dan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Iqbal menilai kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi guru dalam menghadapi perkembangan pendidikan saat ini.
Melalui peningkatan kompetensi tersebut, guru-guru di sekolah PGRI diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Muh Iqbal Berpengalaman Memimpin Sekolah
Muh Iqbal merupakan salah seorang pengurus YPLP PGRI Gowa yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan satuan pendidikan.
Sebelum mengemban amanah sebagai Sekretaris YPLP PGRI Kabupaten Gowa, ia pernah menjabat kepala sekolah di sejumlah sekolah negeri.
Di antaranya SMP Negeri 2 Sungguminasa, SMP Negeri 1 Bontonompo Selatan, dan SMP Negeri 2 Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa.
Pengalaman memimpin sejumlah sekolah tersebut menjadi bekal bagi Iqbal dalam mendukung pembenahan tata kelola lembaga pendidikan di bawah naungan YPLP PGRI.
Dari sisi pendidikan, Iqbal merupakan alumnus Program Sarjana Pendidikan Matematika Universitas Negeri Makassar (UNM).
Ia kemudian melanjutkan pendidikan pada Program Magister Manajemen Pendidikan Pascasarjana UNM.
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman tersebut, Iqbal diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penguatan manajemen sekolah-sekolah PGRI di Kabupaten Gowa.
Melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan SMP PGRI Sungguminasa sebagai sekolah model, YPLP PGRI Gowa berupaya menghadirkan lembaga pendidikan yang lebih profesional dan mampu bersaing dengan sekolah lainnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk tindak lanjut terhadap arahan Ketua PGRI Sulsel, Prof. Hasnawi Haris, agar sekolah-sekolah PGRI tidak hanya mengandalkan sejarah kejayaan masa lalu, tetapi melakukan inovasi dan pembenahan sesuai tantangan pendidikan saat ini.
Saat ini yang jadi Ketua YPLP PGRI Gowa, Dr. Ulfa Tenri Batari, S.Pd, M.Pd. ***


















