BERITASEMBILAN.Com-Pangkep. Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Drs. H. Alimuddin, M.Pd., menyiapkan sejumlah langkah pembenahan tata kelola sekolah-sekolah PGRI yang berada di bawah naungan organisasi tersebut.
Saat ini, YPLP PGRI Kabupaten Pangkep membina 11 satuan pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga sekolah menengah kejuruan (SMK).
Hal tersebut menjadi bagian dari laporan kegiatan kepengurusan YPLP PGRI Pangkep yang disampaikan dalam rangkaian Konsolidasi Organisasi dan Tata Kelola Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Dalton Makassar, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan berlangsung di sela-sela Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) II PGRI Sulawesi Selatan Tahun 2026.
Alimuddin menjelaskan, kepengurusan YPLP PGRI Pangkep Masa Bakti 2025–2030 masih berada pada tahap awal pelaksanaan program kerja.
Karena itu, perhatian pengurus diarahkan pada penguatan organisasi, pendataan sekolah, penataan aset, serta penyusunan program pembinaan satuan pendidikan.
Sebelas Sekolah PGRI Tersebar di Pangkep
Berdasarkan laporan YPLP PGRI Pangkep Tahun 2026, terdapat 11 satuan pendidikan yang menjadi bagian dari pendataan dan pembinaan organisasi.
Ketujuh sekolah jenjang taman kanak-kanak meliputi TK PGRI Maleleng, TK IGTKI PGRI Harapan Bangsa, TK PGRI Ma’rang, TK PGRI Kalukalukuang, TK Mutiara Belae, TK PGRI Bulu-Bulu, dan TK PGRI Parang Luara.
Sementara itu, pada jenjang pendidikan menengah terdapat SMP PGRI Minasatene, SMKS PGRI Minasatene, SMP PGRI Pulau Salemo, dan SMA PGRI Pulau Salemo.
Sekolah-sekolah tersebut memiliki kondisi dan jumlah peserta didik yang beragam.
Berdasarkan data yang dihimpun dalam laporan organisasi, TK IGTKI PGRI Harapan Bangsa memiliki 76 peserta didik, sedangkan TK PGRI Bulu-Bulu tercatat memiliki 60 peserta didik.
Pada jenjang pendidikan menengah, SMP PGRI Pulau Salemo tercatat memiliki 98 peserta didik, SMA PGRI Pulau Salemo 66 peserta didik, SMP PGRI Minasatene 39 peserta didik, dan SMKS PGRI Minasatene 33 peserta didik.
Data tersebut menjadi bahan awal bagi pengurus dalam memetakan kondisi dan kebutuhan pembinaan sekolah.
Alimuddin Prioritaskan Penataan Aset Sekolah
Salah satu agenda penting kepengurusan YPLP PGRI Pangkep adalah pendataan dan penertiban aset satuan pendidikan.
Pembenahan mencakup inventarisasi sarana dan prasarana, penelusuran status kepemilikan tanah dan bangunan, serta pemeliharaan fasilitas pendidikan.
Dalam laporan organisasi, status aset sekolah tercatat beragam, mulai dari aset yayasan, milik pribadi, hingga fasilitas dengan status pinjam pakai.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pengurus karena kejelasan administrasi dan legalitas aset merupakan bagian penting dalam penguatan tata kelola lembaga pendidikan.
Selain penataan aset, pengurus juga menyiapkan program koordinasi dan pendampingan sekolah untuk memperkuat hubungan antara pengelola yayasan dengan kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan.
Siapkan Kunjungan Pembinaan Mulai November 2026
Alimuddin bersama jajaran pengurus YPLP PGRI Pangkep telah menyusun rencana kunjungan ke seluruh sekolah binaan.
Program tersebut dijadwalkan mulai November 2026 hingga Juli 2027.
Kunjungan perdana direncanakan berlangsung pada 7 November 2026 di TK PGRI Maleleng, kemudian dilanjutkan ke TK IGTKI PGRI Harapan Bangsa pada 21 November 2026.
Selanjutnya, pengurus menjadwalkan kunjungan ke TK PGRI Ma’rang pada Desember 2026 dan TK PGRI Kalukalukuang pada Januari 2027.
Kunjungan pembinaan juga akan dilaksanakan pada sekolah-sekolah lainnya, termasuk SMP PGRI Minasatene, SMKS PGRI Minasatene, SMP PGRI Pulau Salemo, dan SMA PGRI Pulau Salemo.
Rangkaian kunjungan tersebut direncanakan berakhir pada Juli 2027.
Melalui program ini, pengurus akan melakukan pemetaan kondisi sekolah, pembinaan manajemen, evaluasi administrasi kelembagaan, serta menyerap aspirasi dan persoalan yang dihadapi pengelola satuan pendidikan.
Perkuat Konsolidasi Pengurus
Dalam menjalankan program organisasi, Alimuddin didampingi Wakil Ketua YPLP PGRI Pangkep Rusdin, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Nurwahida, S.Pd., Bendahara Hanidah P., S.Pd., serta anggota pengurus Agustia, S.Pd.
Kepengurusan masa bakti 2025–2030 tersebut telah memulai sejumlah agenda konsolidasi internal, penyusunan rencana program kerja, dan persiapan pembinaan sekolah.
Meski demikian, laporan organisasi juga mencatat bahwa pelaksanaan program di lapangan masih perlu ditingkatkan karena kepengurusan relatif baru.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pengurus berupaya memperkuat koordinasi internal, menyusun perencanaan kegiatan secara bertahap, dan membangun komunikasi dengan seluruh satuan pendidikan binaan.
Konsolidasi YPLP PGRI Sulawesi Selatan di Hotel Dalton Makassar menjadi momentum bagi pengurus daerah untuk menyampaikan kondisi kelembagaan sekaligus memperoleh masukan mengenai arah pengembangan sekolah PGRI.
Melalui pembenahan tata kelola, pendataan aset, dan pelaksanaan pembinaan secara terencana, YPLP PGRI Kabupaten Pangkep diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah-sekolah di bawah naungannya.


















