BERITASEMBILAN.Com-Manokwati. Program Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar menggelar sosialisasi penerimaan mahasiswa baru jenjang magister (S2) dan doktor (S3) bagi aparatur sipil negara (ASN), pegawai daerah, serta kalangan profesional di Manokwari, Papua Barat, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di dua lokasi tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta. Lebih dari 50 orang dilaporkan langsung mendaftarkan diri untuk melanjutkan pendidikan di Pascasarjana UKI Paulus Makassar.
Direktur Pascasarjana UKI Paulus yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof Dr Ir Yoel Pasae, ST, MT, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi aparatur pemerintah dan masyarakat Papua Barat.
“Sangat antusias, langsung mendaftar sekitar 50 orang lebih,” kata Prof Yoel Pasae saat memberikan keterangan mengenai hasil kegiatan, Kamis (29/10/2026).
Sosialisasi dilaksanakan dalam dua sesi. Kegiatan pagi hingga siang berlangsung di Swiss-Belhotel Manokwari, sedangkan sesi sore hingga malam dilanjutkan di Mansinam Beach Hotel.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, MSi, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Provinsi Papua Barat, sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pegawai pemerintah daerah, karyawan, serta kalangan profesional.
Prof Yoel Pasae Perkenalkan Empat Program Pascasarjana
Prof Yoel Pasae menjelaskan, UKI Paulus Makassar saat ini menyelenggarakan empat program studi pascasarjana yang terdiri atas tiga program magister dan satu program doktor.
Ketiga program magister tersebut adalah Magister Ilmu Hukum, Magister Manajemen, dan Magister Teknik Mesin.
Sementara untuk jenjang doktor, UKI Paulus Makassar menyelenggarakan Program Doktor Ilmu Hukum.
Menurut Prof Yoel, keberadaan program-program tersebut membuka kesempatan bagi ASN dan tenaga profesional di Papua Barat untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan sesuai bidang pekerjaan dan kebutuhan pengembangan karier.
Program Magister Manajemen, misalnya, dapat menjadi pilihan bagi pegawai yang ingin memperdalam pengetahuan mengenai pengelolaan organisasi, kepemimpinan, dan manajemen sumber daya manusia.
Sementara Magister Ilmu Hukum dan Doktor Ilmu Hukum memberikan ruang pengembangan keilmuan bagi aparatur maupun profesional yang memiliki perhatian pada bidang hukum.
Adapun Magister Teknik Mesin menjadi pilihan pendidikan lanjutan bagi peserta dengan latar belakang dan kebutuhan kompetensi di bidang teknik.
Melalui sosialisasi tersebut, peserta memperoleh informasi mengenai pilihan program studi dan jalur penerimaan mahasiswa baru di lingkungan Pascasarjana UKI Paulus.
Sosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur RPL
Selain memperkenalkan program studi, Prof Yoel Pasae juga menjelaskan penerimaan mahasiswa baru melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
RPL merupakan mekanisme pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang diperoleh seseorang melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja, sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui mekanisme tersebut, pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki calon mahasiswa dapat dinilai untuk menentukan kemungkinan pengakuan capaian pembelajaran pada program pendidikan yang dituju.
Sistem ini menjadi salah satu alternatif bagi ASN, karyawan, dan kalangan profesional yang telah memiliki pengalaman kerja serta ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
Meski demikian, pengakuan capaian pembelajaran melalui RPL tetap harus melalui proses penilaian dan memenuhi persyaratan akademik yang ditetapkan perguruan tinggi serta ketentuan pemerintah.
Sosialisasi jalur RPL tersebut menjadi salah satu materi penting karena peserta berasal dari kalangan pegawai dan profesional dengan latar belakang pengalaman kerja yang beragam.
Gubernur Papua Barat Sambut Baik Kerja Sama Pendidikan
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyambut baik kerja sama dengan UKI Paulus Makassar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Menurut keterangan Prof Yoel Pasae, Gubernur Dominggus menyampaikan bahwa kerja sama pendidikan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendukung program Papua Barat Cerdas.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada UKI Paulus Makassar yang selama ini telah memberikan kesempatan pendidikan lanjutan kepada pegawai Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Bahkan, sejumlah staf pemerintah provinsi telah menyelesaikan pendidikan pada Program Pascasarjana UKI Paulus Makassar.
Dalam sambutannya, Gubernur Dominggus menyampaikan terima kasih atas kontribusi perguruan tinggi tersebut dalam mendukung peningkatan kualifikasi pendidikan pegawai pemerintah daerah.
Keberhasilan sejumlah pegawai menyelesaikan pendidikan pascasarjana di UKI Paulus menjadi salah satu hasil kerja sama pendidikan yang telah berjalan sebelumnya.
Pemerintah Provinsi Papua Barat diharapkan dapat terus memanfaatkan kerja sama tersebut untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi aparatur dan tenaga profesional di daerah.
Rektor UKI Paulus Turut Hadir Bersama Tim Akademik
Sosialisasi Pascasarjana UKI Paulus di Manokwari juga dihadiri langsung Rektor UKI Paulus Makassar, Prof Dr Agus Salim, SH, MH.
Rektor hadir bersama sejumlah pimpinan universitas dan pengelola program pascasarjana.
Selain Prof Yoel Pasae, turut hadir Sekretaris Universitas UKI Paulus, Dr Ir Corvis L Rantererung, ST, MT, serta Sekretaris Program Studi Magister Manajemen, Dr Kristian H P Lambe, ST, MT.
Kehadiran pimpinan universitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi akademik dan kerja sama kelembagaan dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Sosialisasi yang berlangsung sejak pagi hingga malam juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh informasi mengenai pendidikan lanjutan di UKI Paulus Makassar.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 50 orang selama kegiatan berlangsung.
Jumlah tersebut menjadi respons awal terhadap sosialisasi program pascasarjana, sementara proses penerimaan mahasiswa tetap mengikuti ketentuan akademik universitas.
Kerja Sama UKI Paulus dan Pemprov Papua Barat Berlanjut hingga 2027
Sosialisasi pendidikan pascasarjana ini juga merupakan tindak lanjut kerja sama antara Rektor UKI Paulus Makassar, Prof Agus Salim, dan Pemerintah Provinsi Papua Barat yang dipimpin Gubernur Dominggus Mandacan.
Kerja sama kedua lembaga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemberian kesempatan kepada pegawai pemerintah daerah untuk melanjutkan pendidikan jenjang S1, S2, hingga S3 di UKI Paulus Makassar.
Prof Agus Salim sebelumnya menjelaskan bahwa kerja sama pendidikan tersebut masih berlanjut hingga 2027.
Dalam pelaksanaannya, kedua lembaga akan melakukan pembaruan Perjanjian Kerja Sama (PKS), termasuk pendataan nama-nama pegawai yang akan melanjutkan studi.
Rektor UKI Paulus berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat dapat memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai yang ingin meningkatkan kualifikasi akademiknya.
“Menindaklanjuti MoU Pemerintah Provinsi Papua Barat yang terus berlanjut, kami memohon agar Bapak Gubernur mendorong dan membiayai pegawainya yang ingin melanjutkan pendidikan,” kata Prof Agus Salim.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan pegawai akan membantu meningkatkan kompetensi aparatur sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik.
Kerja sama UKI Paulus Makassar dan Pemerintah Provinsi Papua Barat tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia Papua Barat yang unggul, profesional, dan berdaya saing.
Melalui kelanjutan kerja sama hingga 2027, UKI Paulus Makassar membuka peluang bagi pegawai Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk meningkatkan pendidikan pada berbagai jenjang, sementara dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kesepakatan dan mekanisme yang berlaku.


















