BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Upaya percepatan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus menjawab tantangan digitalisasi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, resmi menginisiasi pembentukan institusi pendidikan teknologi baru dengan nama Badan Pekerja Persiapan Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi.
Pembentukan badan persiapan tersebut diumumkan langsung Bupati Andi Rahim saat memberikan sambutan pada Malam Pergantian Tahun 2025–2026 yang digelar di Halaman Rumah Jabatan Bupati Luwu Utara, Rabu (31/12/2025) malam.
Menurut Bupati, langkah ini merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat, khususnya kalangan pemuda, mahasiswa, dan cendekiawan di Kabupaten Luwu Utara yang mendambakan kehadiran pendidikan tinggi berbasis teknologi di daerah berjuluk Bumi La Maranginang.
“Di tahun 2026 nanti, saya ingin kita semua berikhtiar dan memiliki komitmen yang sama. Saya beberapa kali menerima aspirasi dari masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan para cerdik cendekia agar kerinduan menghadirkan pendidikan tinggi di Luwu Utara segera terwujud,” ujar Andi Rahim.
Ia menegaskan, momentum malam pergantian tahun menjadi saat yang tepat dan bersejarah untuk menguatkan tekad bersama dalam mewujudkan Sekolah Tinggi Teknologi di Luwu Utara.
“Malam ini, kita menjadi saksi dimulainya pembentukan Badan Pekerja Persiapan Sekolah Tinggi Teknologi di Luwu Utara,” tegasnya, disambut tepuk tangan para tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Andi Rahim secara langsung menunjuk Alauddin Sukri sebagai Ketua Badan Pekerja Persiapan. Penunjukan itu terbilang istimewa karena hanya berselang beberapa menit setelah Alauddin resmi menerima Surat Keputusan (SK) pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Insya Allah, tadi sudah saya panggil orangnya untuk menjadi ketua. Kebetulan beliau pensiun malam ini, yakni Bapak Alauddin Sukri,” kata Andi Rahim.
Alauddin Sukri diketahui merupakan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Luwu Utara, sehingga dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas dalam proses perencanaan institusional.
Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemkab Luwu Utara sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) terkait pengembangan vokasi pertanian. Namun, menurutnya, daerah tetap memerlukan institusi pendidikan tinggi yang lebih mengakar dan berciri khas Luwu Utara.
“Kita memang sudah MoU dengan Unhas untuk vokasi pertanian dan terus kita follow-up. Tetapi untuk institusi yang lebih mengakar dan bernuansa Luwu Utara, kita juga perlu membangun pendidikan tinggi sendiri agar SDM kita unggul, terkemuka, dan akseleratif,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pendirian Sekolah Tinggi Teknologi membutuhkan dukungan dan komitmen seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Badan Pekerja Persiapan diminta fokus pada pemenuhan aspek legalitas, penyusunan kurikulum yang adaptif, serta penyiapan sarana dan prasarana pendukung.
Ke depan, institusi pendidikan teknologi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi digital di Luwu Utara. Dengan hadirnya sekolah tinggi tersebut, putra-putri daerah tidak perlu lagi keluar wilayah untuk memperoleh pendidikan teknologi yang berkualitas dan berdaya saing.


















