Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

UMI Tanamkan Pendidikan Karakter bagi Dosen dan Mahasiswa Pascasarjana

×

UMI Tanamkan Pendidikan Karakter bagi Dosen dan Mahasiswa Pascasarjana

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-MAKASSAR – Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (PPS UMI) terus meneguhkan komitmennya dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul dan berkarakter melalui penguatan pendidikan karakter di lingkungan Pascasarjana.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Pendidikan Karakter bagi dosen, karyawan, dan mahasiswa Pascasarjana yang ditetapkan sebagai program unggulan sekaligus wajib. Program ini menjadi bagian integral dari upaya UMI membangun ekosistem akademik yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Example 300x600

Kegiatan Pendidikan Karakter PPS UMI dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) dan dipusatkan di Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlisin UMI, Padanglampe, Kabupaten Pangkep, selama tiga hari, Jumat hingga Ahad  (9–11 Januari 2026).

Rektor UMI, Prof Dr H Hambali Thalib, SH, MH, saat menyampaikan materi menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di UMI. Menurutnya, keunggulan akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan integritas moral sivitas akademika.

“Integrasi pendidikan karakter bukanlah program tambahan, tetapi merupakan inti dari pendidikan itu sendiri. Inilah fondasi keberhasilan akademik sekaligus moral mahasiswa Pascasarjana UMI,” tegas Prof Hambali.

Ia menjelaskan, Program Pencerahan Qalbu dirancang sebagai respons atas tantangan global pendidikan tinggi, khususnya kebutuhan integrasi keilmuan dan pembentukan karakter. Program ini juga bertujuan menjaga identitas UMI sebagai kampus yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Selain itu, Pencerahan Qalbu diharapkan mampu mencegah degradasi moral akademik serta memperkuat integritas, kejujuran ilmiah, dan tanggung jawab sosial sivitas akademika.

Secara filosofis, lanjut Prof Hambali, Pencerahan Qalbu menitikberatkan pada penyadaran spiritual dalam proses menuntut ilmu, pelurusan niat akademik, serta pemahaman bahwa ilmu pengetahuan merupakan bagian dari ibadah dan pengabdian.

“Menuntut ilmu tidak boleh dilepaskan dari nilai spiritual. Ilmu harus dimaknai sebagai jalan ibadah dan pengabdian kepada umat, bangsa, dan agama,” ujarnya.

Adapun nilai-nilai karakter utama yang dikembangkan dalam program ini meliputi religiusitas dan spiritualitas ilmiah, kejujuran dan integritas akademik, disiplin dan tanggung jawab, kerja keras dan kemandirian, serta kepedulian sosial dan kepemimpinan.

Strategi integrasi pendidikan karakter dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan kurikulum, keteladanan dosen dan pimpinan, penciptaan budaya akademik Islami, serta evaluasi berkelanjutan.

Implementasi program ini diharapkan berdampak pada peningkatan motivasi dan etos belajar mahasiswa, komitmen terhadap orisinalitas karya ilmiah dan publikasi, ketepatan waktu studi, serta terbentuknya budaya akademik yang santun dan kolaboratif.

“UMI ingin mencetak lulusan Pascasarjana yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas, jujur, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat,” tambahnya.

Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini menghadirkan pemateri dari unsur pimpinan UMI, mulai dari Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Rektor, para Wakil Rektor, hingga tokoh nasional, sebagai bagian dari penguatan nilai dan visi besar UMI dalam membangun peradaban melalui pendidikan tinggi Islami.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *