Oleh: Bahaking Rama
Dosen Unismuh Makassar
Dari enam rukun iman, salahsatunya adalah percaya kepada hari akhirat. Setelah manusia mati, pastilah ia menuju akhirat. Di akhirat, hanya ada dua tempat yang disediakan Allah; yakni surga dan neraka. Surga tempat kebahagiaan dan Neraka tempat penderitaan dan siksaan.
Dalam Al-Qur’an, Surga ditegaskan sebagai tempat tinggal abadi dan membahagiakan bagi orang yang beriman dan beramal saleh. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Kahfi,18 :107-108 yang terjemahnya “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.”
Surga akan diraih di akhirat sebagai tempat abadi yang menyenangkan setelah manusia menjalankan perintah Allah di dunia. Hal ini dapat diajarkan melalui kelong berikut.
ᨔᨘᨑᨘᨁᨍᨗ ᨅᨚᨑᨗ ᨈᨚᨍᨙ /
ᨒᨗᨊᨚ ᨑᨄᨍᨗ ᨊᨗᨕᨗᨑ /
ᨀᨗᨄᨑᨙ ᨍᨗᨈᨘ /
ᨈᨄ ᨄᨆᨑᨗ ᨆᨑᨗᨕ
-Surugaji Bori’ tojeng (hanya Surgalah tempat tinggal yang sesungguhnya)
-Lino rapanji ni’inrang (dunia seolah-olah hanyalah pinjaman)
-Kipare’ jintu (dunia ini kita hanya menjadikannya)
-Tampa’ pammari-mariang (tempar peristirahatan sementara)
Nilai pendidikan dalam kelong di atas antara lain; 1) yakini bahwa surga adalah tempat kebahagiaan yang sesungguhnya di akhirat, 2) Siapkanlah bekal di dunia untuk meraih surga di akhirat, 3) pahamilah bahwa hidup di dunia hanyalah sementara.
Kehidupan dunia hanyalah sementara. Seolah-olah seorang musafir istirahat sejenak dalam menempuh suatu perjalanan jauh. Akhiratlah sesungguhnya tempat kehidupan yang kekal-abadi. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Ankabut,29 : 64 yang terjemahnya “Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda-gurau dan permainan.
Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, kalau mereka mengetahui.” Dijelaskan pula dalam QS. Ghafir, 40 :39 yang terjemahnya “Wahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” Perlu disadari, hidup di dunia ini hanya sementara. Yakinilah, kematian pasti datang.
Kelong pendidikan Religius akan istirahat. Insya Allah kita akan jumpa kembali. Terima kasih atas perhatian para pembaca, mohon maaf jika ada khilaf. Selamat hari raya Idul Fitri, satu Syawal 1447 H / 20 Maret 2026 M. Mohon maaf lahir dan bathin. Semoga kita semua tetap sehat wal afiat dan bisa ketemu lagi Ramadan tahun berikut, Aamiin yra. Salama’ ngasengki. Tabe’ lompo, bahaking rama, beserta keluarga.
Bonto Tangnga Pao-pao, Kamis 30 Ramadan 1447 H / 19 Maret 2026 M.














