BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Anggota DPR RI Eva Stevany Rataba SH MH menjadi salah satu dari 331 alumni Program Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar yang mengikuti yudisium, Senin (31/8/2026).
Politisi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan III itu menjalani yudisium Magister Hukum bersama puluhan alumni lainnya di Gedung Lilin, Kampus Utama UKI Paulus, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 13, Daya, Makassar.
Bagi Eva, yudisium kali ini memiliki makna tersendiri. UKI Paulus bukan kampus yang baru dikenalnya ketika menempuh pendidikan magister.
Ia juga menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di kampus tersebut.
Kepada media di sela-sela prosesi yudisium, Eva mengaku bangga kembali menjadi bagian dari momentum akademik UKI Paulus.
“Saya sangat bangga menjadi alumni UKI Paulus. Mulai dari Sarjana Hukum dan sekarang Magister Hukum di UKI Paulus,” kata Eva.
Sebagai anggota Komisi X DPR RI, Eva mengaku bahagia dapat berada di tengah ratusan alumni Pascasarjana UKI Paulus yang berasal dari berbagai profesi dan daerah.
Menurutnya, menyelesaikan pendidikan magister bukan hanya pencapaian akademik pribadi. Gelar dan ilmu yang diperoleh harus diikuti tanggung jawab memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Karena itu, ia berharap alumni UKI Paulus terus menjaga nama baik almamater melalui profesi dan bidang pengabdian masing-masing.
“Sesama alumni harus terus mengharumkan nama almamater di tengah masyarakat. Alumni yang dicetak kampus harus memiliki daya saing, berintegritas dan berdampak,” ujarnya.
Berharap UKI Paulus Terus Berkembang
Eva juga berharap UKI Paulus terus melakukan pembenahan dan pengembangan agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.
Menurutnya, persaingan pendidikan tinggi semakin ketat sehingga perguruan tinggi dituntut terus meningkatkan kualitas akademik, tata kelola, sumber daya manusia hingga membuka program studi sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia menilai perkembangan UKI Paulus dalam beberapa tahun terakhir cukup pesat di bawah kepemimpinan Rektor Prof Dr Agus Salim SH MH.
Perkembangan tersebut, kata Eva, salah satunya terlihat dari penguatan tata kelola serta hadirnya sejumlah program studi baru.
Ia mencontohkan pembukaan bidang kedokteran dan Program Doktor Ilmu Hukum serta sejumlah program lainnya yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Sebagai alumni, Eva berharap perkembangan tersebut terus dilanjutkan.
Alumni, menurutnya, juga mempunyai tanggung jawab moral untuk membantu almamater berkembang.
Salah satunya dengan menyampaikan informasi positif mengenai kampus kepada masyarakat sekaligus menunjukkan kualitas lulusan UKI Paulus melalui kinerja di lingkungan masing-masing.
Yosia Rinto Kadang Juga Ikut Yudisium
Selain Eva Stevany Rataba, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Ir Yosia Rinto Kadang ST MT dari Fraksi Partai NasDem juga tercatat sebagai peserta yudisium.
Kehadiran keduanya menjadi bagian dari keberagaman latar belakang profesi mahasiswa Pascasarjana UKI Paulus.
Pelaksana Tugas Direktur Program Pascasarjana UKI Paulus Prof Dr Ir Yoel Pasae ST MT mengatakan, peserta yudisium berasal dari berbagai profesi.
Selain anggota DPR RI dan DPRD Sulsel, terdapat alumni yang berprofesi sebagai guru, jaksa, anggota kepolisian, aparat pemerintahan serta berbagai profesi lainnya.
Alumni juga berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan serta berbagai wilayah di Kawasan Timur Indonesia.
Sebanyak 331 alumni mengikuti yudisium empat program magister UKI Paulus.
Jumlah terbesar berasal dari Magister Manajemen sebanyak 176 orang, disusul Magister Hukum 77 orang, Magister Teknik Sipil 68 orang, dan Magister Teknik Mesin 10 orang.
Empat program tersebut memang tercantum dalam agenda resmi Yudisium Program Pascasarjana UKI Paulus Semester Akhir 2025/2026.
Rektor: Jangan Lupakan Almamater
Rektor UKI Paulus Prof Dr Agus Salim SH MH dalam sambutannya mengingatkan Eva dan seluruh peserta yudisium agar tidak melupakan kampus setelah kembali ke lingkungan kerja dan masyarakat.
Menurut Agus Salim, yudisium menandai selesainya satu tahapan akademik, tetapi bukan akhir hubungan antara alumni dengan universitas.
“Jangan lupakan ibu kandung di mana pun berada, karena para alumni pernah berada di UKI Paulus dan menjalani proses akademik menjadi magister,” kata Agus Salim.
Ia meminta alumni memiliki rasa bangga sebagai bagian dari keluarga besar UKI Paulus.
Dengan beragam profesi dan jaringan yang dimiliki, alumni diharapkan menjadi salah satu kekuatan untuk memperkenalkan UKI Paulus kepada masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan harapan Eva agar alumni menunjukkan kualitasnya melalui integritas, daya saing dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Agus Salim juga mengungkapkan UKI Paulus berhasil menjaring lebih dari 1.200 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026 untuk berbagai jenjang mulai D4, S1, S2 hingga S3.
Khusus bagi alumni Magister Hukum seperti Eva, UKI Paulus kini juga memiliki Program Doktor Ilmu Hukum sehingga tersedia kesempatan melanjutkan pendidikan S3 di almamater yang sama.
“Bagi alumni Magister Hukum yang ingin melanjutkan studi S3 Ilmu Hukum, boleh kembali ke almamater,” ujar Agus Salim.
Yudisium berlangsung pukul 09.00 hingga 13.00 Wita dan menjadi bagian dari rangkaian akademik UKI Paulus di momentum Dies Natalis ke-63.
Agenda yudisium meliputi laporan Plt Direktur Pascasarjana, sambutan rektor, prosesi yudisium empat program magister, ramah tamah dan hiburan.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan universitas, pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan serta sivitas akademika UKI Paulus.***


















