BERITASEMBILAN.Com-Bali. Direktur Program Pascasarjana Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau, Prof Dr Drs Andi Tenri Machmud, M.Si, membawa mahasiswa belajar langsung dari praktik inovasi tata kelola sektor publik Pemerintah Kabupaten Badung, Bali.
Sebanyak 31 mahasiswa Program Magister Ilmu Administrasi Negara Unidayan mengikuti studi empiris di Kabupaten Badung pada 9–12 September 2026.
Rombongan diterima Pemerintah Kabupaten Badung di Ruang Pola Kantor Bupati Badung, Kamis (10/9/2026).
Bupati Badung diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, I Made Agus Aryawan, ST, MT.
Studi empiris kali ini mengangkat tema “Inovasi Tata Kelola Sektor Publik Pemerintah Kabupaten Badung Provinsi Bali.”
Menurut Prof Andi Tenri Machmud, Badung dipilih karena memiliki sejumlah praktik penyelenggaraan pemerintahan yang menarik untuk dipelajari mahasiswa administrasi publik.
Salah satunya adalah kemampuan daerah tersebut mengelola potensi pariwisata kelas dunia sekaligus membangun kekuatan ekonomi dan fiskal daerah.
“Tujuan studi empiris adalah mempelajari inovasi kebijakan publik di pemerintah daerah yang dianggap telah berhasil. Tahun ini ke Pemkab Badung, Bali. Jadi kita diterima oleh Pemerintah Kabupaten Badung,” kata Prof Andi Tenri Machmud.
Prof Andi Tenri Soroti Kekuatan Badung
Prof Andi Tenri Machmud kepada media Kamis sore 10 September 2026, menilai Kabupaten Badung menarik sebagai laboratorium pembelajaran administrasi publik karena daerah ini memiliki karakter yang kuat sebagai salah satu pusat pariwisata internasional di Bali.
Badung memiliki sejumlah destinasi wisata yang telah dikenal luas, termasuk kawasan Kuta, Pantai Pandawa, dan Pantai Melasti.
Di tengah kuatnya industri pariwisata, pemerintah daerah juga dituntut mampu mengelola pendapatan daerah dan mengubah kekuatan ekonomi tersebut menjadi program pembangunan serta pelayanan publik.
Dalam bahan studi empiris, salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kekuatan fiskal Kabupaten Badung.
APBD Badung disebut mencapai sekitar Rp12,1 triliun, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dirancang pada 2026 sebesar Rp 9,5 triliun.
Sekitar 90 persen APBD daerah tersebut ditopang PAD yang sebagian besar berkaitan dengan aktivitas pariwisata dan ekonomi daerah, antara lain pajak hotel, restoran, BPHTB, serta pajak daerah lainnya.
Badung juga tercatat memiliki Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 sebesar 4,21.
Bagi Prof Andi Tenri Machmud, berbagai capaian tersebut menjadi bahan penting bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana teori administrasi publik berhadapan langsung dengan praktik pengelolaan pemerintahan daerah.
Tak Sekadar Kunjungan Akademik
Prof Andi Tenri menegaskan studi empiris tidak dirancang sekadar sebagai perjalanan akademik mahasiswa.
Mahasiswa justru dituntut mengamati, menggali, dan menganalisis praktik inovasi yang dijalankan pemerintah daerah dengan menggunakan perspektif Ilmu Administrasi Negara.
Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada teori yang diperoleh di ruang kuliah.
Mahasiswa dapat melihat bagaimana kebijakan dirumuskan dan dilaksanakan, bagaimana potensi daerah dikelola, serta bagaimana pemerintah menghadapi persoalan pelayanan publik dan pembangunan.
Pembelajaran dari Badung nantinya juga tidak berhenti setelah rombongan kembali ke Baubau.
Pascasarjana Unidayan merencanakan workshop dengan melibatkan pemangku kepentingan Pemerintah Kota Baubau dan pemerintah daerah sekitarnya.
“Setelah pulang dilakukan workshop dengan mengundang stakeholder Pemkab/Pemkot Baubau dan sekitarnya untuk diskusi dan sharing pembelajaran yang bisa diterapkan masing-masing,” jelas Prof Andi Tenri.
Forum tersebut akan menjadi ruang untuk mendiskusikan praktik-praktik yang ditemukan selama studi empiris sekaligus mengkaji kemungkinan penerapannya sesuai karakteristik masing-masing daerah di Sulawesi Tenggara.
Empat Tahun Keliling Belajar Inovasi Pemerintah Daerah
Prof Andi Tenri Machmud mengatakan program studi empiris Pascasarjana Unidayan telah dilaksanakan secara rutin sejak 2023.
Lokasinya tidak sama setiap tahun. Mahasiswa diarahkan mengunjungi pemerintah daerah yang dinilai memiliki pengalaman dan praktik kebijakan publik yang relevan untuk dipelajari.
Pada 2023, rombongan belajar di Pemerintah Kota Surabaya. Tahun 2024, studi empiris dilaksanakan di Pemerintah Kota Yogyakarta.
Kemudian pada 2025, mahasiswa mengunjungi Pemerintah Kota Bandung. Tahun 2026, Prof Andi Tenri membawa mahasiswa menuju Pemerintah Kabupaten Badung, Bali.
“Setiap tahun saya mulai 2023 di Pemkot Surabaya, 2024 Pemkot Yogyakarta, 2025 Pemkot Bandung dan 2026 sekarang di Pemkab Badung,” katanya.
Pola tersebut memperlihatkan upaya Pascasarjana Unidayan menjadikan pemerintah daerah sebagai ruang belajar langsung bagi mahasiswa.
Enam Dosen Dampingi 31 Mahasiswa
Dalam studi empiris di Badung, 31 mahasiswa didampingi enam dosen. Selain Prof Dr Drs Andi Tenri Machmud, M.Si., turut mendampingi Dr La Didi, S.Sos., M.A.P.; Dr Rahmawati, S.Sos., M.P.A.; Dr Zainul Abidin, S.Sos., M.Si.; Dr La Ode Syaiful Islami, S.Sos., M.Si.; dan Dr Syahril Ramadan, S.Sos., M.Si.
Seluruh mahasiswa merupakan peserta Program Magister Ilmu Administrasi Negara Unidayan tahun akademik 2025/2026.
Program magister tersebut menggabungkan pembelajaran teoritis dan praktis untuk mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai manajer publik, analis kebijakan publik, dan manajer riset bidang administrasi publik.
Melalui studi empiris di Badung, Prof Andi Tenri berharap mahasiswa tidak sekadar mengetahui konsep inovasi tata kelola pemerintahan dari buku dan ruang kuliah.
Mereka diharapkan mampu membaca praktik di lapangan, mengkritisinya secara akademik, kemudian membawa pulang pengetahuan yang relevan untuk didiskusikan bagi pengembangan tata kelola pemerintahan di Baubau dan sekitarnya. ***


















