BERITASEMBILAn.Com-Jakarta. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi, memperkuat tata kelola perguruan tinggi, serta mendorong peningkatan kualitas riset dan inovasi nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Brian Yuliarto saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu-Kamis (15–16/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memaparkan capaian pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 sekaligus berbagai program prioritas nasional di sektor pendidikan tinggi.
“Kami akan terus memperluas akses dan keberlanjutan studi masyarakat, memperkuat kapasitas perguruan tinggi dan ekosistem riset, serta mendorong peningkatan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi sebagai bagian dari semangat Diktisaintek Berdampak,” ujar Brian.
Ia menjelaskan, program bantuan pendidikan dan beasiswa menunjukkan kinerja yang sangat baik.
Realisasi anggaran beasiswa tercatat mencapai 99,99 persen, sementara Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) berhasil melampaui target penerima melalui optimalisasi bantuan bagi mahasiswa dari daerah afirmasi maupun wilayah terdampak bencana.
Selain itu, Kemdiktisaintek juga melaporkan perkembangan Program SMA Unggul Garuda.
Sebanyak 12 sekolah transformasi telah mencapai target pelaksanaan 100 persen, sedangkan pembangunan empat sekolah baru terus berjalan dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2026.
Di bidang riset dan inovasi, Brian menyebut berbagai program penelitian kompetitif, bantuan kelembagaan perguruan tinggi, dan penguatan ekosistem riset menunjukkan capaian positif.
Beberapa program bahkan melampaui target luaran berkat kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, serta kementerian dan lembaga mitra.
Pertahankan Opini WTP
Dalam aspek pengelolaan keuangan, Kemdiktisaintek kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Seluruh 23 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) juga berhasil memperoleh opini WTP.
Sementara itu, jumlah satuan kerja Badan Layanan Umum (BLU) yang memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Brian, berbagai rekomendasi BPK akan menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat tata kelola kementerian.
“Kami akan terus memperkuat pengendalian internal, pengamanan aset, penataan barang milik negara, serta penguatan sistem data yang akurat dan terintegrasi untuk mendukung tertib administrasi dan ketepatan pengambilan kebijakan,” katanya.
Realisasi Anggaran Lampaui Target Pendapatan
Dalam rapat tersebut juga dipaparkan bahwa realisasi belanja Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp55,49 triliun atau 94,81 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp58,53 triliun.
Sementara realisasi pendapatan kementerian mencapai Rp11,48 triliun, atau 109,39 persen dari target sebesar Rp10,49 triliun.
Pendapatan tersebut berasal dari layanan pendidikan Badan Layanan Umum (BLU), hasil kerja sama BLU, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).
Brian menambahkan, capaian tersebut turut didukung oleh Nilai Kinerja Anggaran (NKA) sebesar 93,46 yang masuk kategori sangat baik.
“Berbagai capaian ini menjadi modal penting bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola keuangan, meningkatkan akuntabilitas, serta memastikan setiap program pendidikan tinggi, sains, dan teknologi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Komisi X Beri Catatan Strategis
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menyampaikan bahwa Komisi X menerima penjelasan Kemdiktisaintek terkait realisasi pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025.
Komisi X juga memberikan sejumlah catatan strategis, di antaranya penguatan kualitas perencanaan dan penganggaran, percepatan tindak lanjut rekomendasi BPK, penguatan tata kelola data, inventarisasi aset pascarestrukturisasi kementerian, serta peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan.
Melalui penguatan tata kelola yang akuntabel dan pengembangan ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang berdampak bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset dan inovasi, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.***


















