Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Direktur Prof Dr Andi Tenri Machmud: 31 Mahasiswa Pascasarjana Unidayan Baubau Studi Empiris ke Badung Bali, Pelajari Inovasi Tata Kelola Publik

×

Direktur Prof Dr Andi Tenri Machmud: 31 Mahasiswa Pascasarjana Unidayan Baubau Studi Empiris ke Badung Bali, Pelajari Inovasi Tata Kelola Publik

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Program Pascasarjana Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau kembali membawa mahasiswa belajar langsung dari praktik penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Sebanyak 31 mahasiswa Program Magister Ilmu Administrasi Negara mengikuti studi empiris di Pemerintah Kabupaten Badung, Provinsi Bali, 9-12 September 2026.

Example 300x600

Studi empiris tahun ini mengusung tema “Inovasi Tata Kelola Sektor Publik Pemerintah Kabupaten Badung Provinsi Bali”.

Direktur Program Pascasarjana Universitas Dayanu Ikhsanuddin (UNIDAYAN) Baubau, Prof Dr Drs Andi Tenri Machmud MSi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran mahasiswa untuk melihat secara langsung praktik inovasi kebijakan dan tata kelola sektor publik.

Hal itu disampaikan Prof Andi Tenri Machmud kepada media saat berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu (9/9/2026) siang.

“Tujuan studi empiris adalah mempelajari inovasi kebijakan publik di pemerintah daerah yang dianggap telah berhasil. Tahun ini ke Pemkab Badung, Bali. Jadi kita diterima oleh Pemerintah Kabupaten Badung,” katanya.

Tak Sekadar Kunjungan

Menurut Prof Andi Tenri Machmud, studi empiris tidak dirancang sekadar menjadi perjalanan akademik mahasiswa.

Peserta diharapkan memperoleh pengalaman langsung mengenai inovasi yang diterapkan pemerintah daerah, kemudian mengkajinya dalam perspektif Ilmu Administrasi Negara.

Hasil pembelajaran selama berada di Badung nantinya juga akan dibawa kembali ke Sulawesi Tenggara.

Setelah rombongan kembali ke Baubau, Pascasarjana Unidayan berencana menggelar workshop dengan mengundang pemangku kepentingan dari Pemerintah Kota Baubau serta pemerintah daerah di sekitarnya.

Forum tersebut akan menjadi ruang diskusi dan berbagi pembelajaran mengenai inovasi yang ditemukan selama studi empiris.

“Setelah pulang dilakukan workshop dengan mengundang stakeholder Pemkab/Pemkot Baubau dan sekitarnya untuk diskusi dan sharing pembelajaran yang bisa diterapkan masing-masing,” jelasnya.

Dengan pola tersebut, hasil studi empiris diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan bagi mahasiswa, tetapi juga dapat dibagikan kepada pemerintah daerah.

Empat Tahun Kunjungi Daerah Berbeda

Program studi empiris telah dilaksanakan Pascasarjana Unidayan secara rutin sejak 2023.

Setiap tahun, mahasiswa diarahkan mengunjungi pemerintah daerah berbeda yang dinilai memiliki praktik dan inovasi kebijakan publik yang dapat dipelajari.

Pada 2023, studi empiris dilaksanakan di Pemerintah Kota Surabaya.

Kemudian 2024 di Pemerintah Kota Yogyakarta, disusul 2025 di Pemerintah Kota Bandung.

Tahun 2026, pilihan diarahkan ke Pemerintah Kabupaten Badung, Bali.

“Setiap tahun saya mulai 2023 di Pemkot Surabaya, 2024 Pemkot Yogyakarta, 2025 Pemkot Bandung dan 2026 sekarang di Pemkab Badung,” kata Prof Andi Tenri Machmud.

Enam Dosen Dampingi 31 Mahasiswa

Sebanyak 31 mahasiswa mengikuti studi empiris tahun akademik 2025-2026.

Mereka didampingi enam dosen, yakni Prof Dr Drs Andi Tenri Machmud MSi, Dr La Didi SSos MAP, Dr Rahmawati SSos MPA, Dr Zainul Abidin SSos MSi, Dr La Ode Syaiful Islami SSos MSi, dan Dr Syahril Ramadan SSos MSi.

Para mahasiswa berasal dari Program Magister Ilmu Administrasi Negara Universitas Dayanu Ikhsanuddin.

Program studi tersebut memiliki SK Penyelenggaraan Nomor 11735/D/T/K-IX/2012.

Cetak Manajer Publik dan Analis Kebijakan

Program Magister Ilmu Administrasi Negara Unidayan menggabungkan pendekatan teoritis dan praktis dalam pembelajaran administrasi publik.

Studi empiris menjadi salah satu sarana mempertemukan teori yang dipelajari mahasiswa di ruang kuliah dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan.

Program studi ini memiliki visi “Unggul dalam pengembangan Ilmu Administrasi Negara/Publik di kawasan Sulawesi Tenggara pada tahun 2035.”

Lulusannya diarahkan memiliki kompetensi sebagai manajer publik, analis kebijakan publik, serta manajer riset bidang administrasi publik.

Program Magister Ilmu Administrasi Negara ditempuh selama empat semester atau dua tahun dengan beban 44 SKS, sedangkan batas masa studi maksimal empat tahun.

Melalui studi empiris di Badung, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengetahui konsep inovasi tata kelola dari literatur, tetapi dapat melihat praktiknya secara langsung.

Pengalaman tersebut selanjutnya menjadi bahan pembelajaran untuk membaca kemungkinan inovasi yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik dan kebutuhan pemerintahan daerah di Baubau maupun daerah lain di Sulawesi Tenggara. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *