Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Dosen Pascasarjana Unismuh Prof Munirah Muin Jadi Narasumber di University of Luzon Filipina

×

Dosen Pascasarjana Unismuh Prof Munirah Muin Jadi Narasumber di University of Luzon Filipina

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com- Luzon Filipina. Dosen Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Prof. Dr. Dra. Munirah Muin, M.Pd  melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) kolaborasi internasional di Filipina.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program hibah internal perguruan tinggi yang melibatkan mitra University of Luzon, Dagupan City, serta Virgen Milagrosa University Foundation, San Carlos City, Provinsi Pangasinan, Filipina. Turut hadir dalam rombongan Unismuh Makassar, Wakil Rektor IV, Dr Burhanuddin, M.Si dan lainnya.

Example 300x600

Prof Munirah kepada media, Sabtu malam (3/10/2026), mengatakan salah satu inti kegiatan pendampingan adalah mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran untuk memperkuat literasi budaya mahasiswa.

Program tersebut mempertemukan nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan dengan budaya lokal Filipina sebagai sumber pembelajaran bahasa dan komunikasi lintas budaya.

Empat Narasumber Isi Lecture Series

Dalam rangkaian kegiatan di University of Luzon, sejumlah akademisi dari Indonesia dan Filipina tampil sebagai narasumber dalam Lecture Series.

Pada sesi pertama, Prof Agustan, Head of Research Division Unismuh, membawakan materi bertema “Advancing the Sustainable Development Goals (SDGs) through Education and Research.”

Sesi kedua menghadirkan Dr Amalia G. Dela Cruz, Dean College of Business Administration and Hospitality & Tourism Management, dengan materi “SDG’s Best Practices from UL.”

Sementara pada sesi ketiga, Prof Munirah bersama Assoc. Prof. Dr. Andi Paida, M.Pd., tampil membawakan materi bertema “Mentoring the Integration of Local Wisdom into Learning to Strengthen Student’s Cultural Literacy.”

Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan Research Collaboration Meeting antara pejabat Unismuh dengan jajaran pimpinan dan dekan University of Luzon.

Bawa Sipakatau dan Sipakalebbi ke Ruang Pembelajaran

Pada materi pendampingan, Prof Munirah mengangkat sejumlah nilai budaya Sulawesi Selatan sebagai sumber pembelajaran.

Di antaranya sipakatau, yakni saling memanusiakan dalam interaksi sosial; sipakalebbi, saling menghargai dan menghormati; serta mappalette bola yang merepresentasikan gotong royong dan solidaritas sosial.

Pinisi dan Tari Padduppa juga diperkenalkan sebagai bagian dari identitas dan ekspresi budaya yang dapat digunakan sebagai sumber kajian bahasa dan sastra.

Nilai tersebut dipertemukan dengan berbagai nilai kearifan lokal Filipina. Materi program mengidentifikasi antara lain adab dan budi bahasa, musyawarah, gotong royong serta harmoni sosial sebagai nilai budaya yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diarahkan tidak sekadar meningkatkan kompetensi linguistik, tetapi juga memiliki kemampuan memahami budaya dan berkomunikasi dalam lingkungan lintas budaya.

University of Luzon Beri Penghargaan

Kontribusi Prof Munirah dalam kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari University of Luzon.

University of Luzon memberikan penghargaan “Pisasalamat” kepada Prof Munirah atas kontribusi dan dukungannya sebagai resource speaker.

Penghargaan diberikan pada 30 September 2026 di University of Luzon, Dagupan City, Pangasinan, Filipina.

Dalam sertifikat tersebut, Prof Munirah tercantum sebagai Director of Academic Affairs, Students Affairs and Alumni, Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia.

PKM Internasional Tak Berhenti pada Seminar

Program PKM internasional ini dirancang tidak hanya dalam bentuk seminar. Kegiatan mencakup pendampingan penyusunan modul kolaboratif, kelas transnasional secara hybrid, penugasan esai reflektif serta studi kasus berbasis inkuiri kebudayaan lintas negara.

Prof Munirah tercatat sebagai ketua tim program. Ia bertugas mengoordinasikan program, merancang kurikulum modul serta mengelola komunikasi antarinstitusi.

Dr Andi Paida berperan dalam bidang pedagogi bahasa dan evaluasi analitis, sedangkan Nining Kusnadi berperan dalam penyusunan materi kearifan lokal, aktivitas kelas dan publikasi.

Program tersebut juga menargetkan lahirnya artikel ilmiah pada jurnal atau prosiding internasional, modul integrasi kearifan lokal, penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi mitra di Filipina serta dokumentasi untuk diseminasi melalui media digital.

Melalui kolaborasi tersebut, kearifan lokal Sulawesi Selatan dan Filipina tidak hanya ditempatkan sebagai warisan budaya, tetapi dikembangkan menjadi sumber pembelajaran untuk memperkuat literasi budaya, kompetensi bahasa, dan komunikasi lintas budaya mahasiswa.  ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *