Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Dosen Politeknik AMI Makassar Dr. Hj. Andi Ernie Nilai ADPERTISI Beri Manfaat Besar bagi Dosen dan Masyarakat

×

Dosen Politeknik AMI Makassar Dr. Hj. Andi Ernie Nilai ADPERTISI Beri Manfaat Besar bagi Dosen dan Masyarakat

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Peserta PKM Nasional ADPERTISI di Kabupaten Maros, Dosen DPK Politeknik AMI Makassar Dr. Hj. Andi Ernie Saenab Musa, M.Si,  memberi apresiasi terhadap kiprah Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia atau ADPERTISI.

Ia menilai, kehadiran ADPERTISI dalam beberapa tahun terakhir telah memberi kontribusi nyata bagi para dosen perguruan tinggi swasta, khususnya dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Example 300x600

Menurut Dr. Andi Ernie Musa, ADPERTISI tidak hanya hadir sebagai wadah berhimpun para dosen, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi akademik, pengembangan kapasitas, dan penguatan jejaring antarperguruan tinggi.

“Kehadiran ADPERTISI sangat dirasakan manfaatnya oleh para dosen. Dalam beberapa tahun terakhir, ADPERTISI sukses melaksanakan berbagai kegiatan akademik, termasuk PKM Nasional yang melibatkan dosen dari berbagai perguruan tinggi dan disiplin ilmu,” kata Dr. Hj. Andi Ernie, Sabtu, 11 Juli 2026.

Ia mengatakan, PKM Nasional ADPERTISI di Kabupaten Maros menjadi salah satu bukti nyata bahwa organisasi dosen tersebut mampu menggerakkan potensi akademisi untuk turun langsung ke masyarakat.

Melalui kegiatan pengabdian tersebut, para dosen tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga dapat menyaksikan secara langsung dinamika, kebutuhan, dan problematika masyarakat desa.

“Melalui PKM Nasional, dosen dapat melihat langsung kondisi masyarakat. Dari situ, dosen dapat memahami persoalan yang dihadapi warga, sekaligus memberikan pengetahuan, inovasi, dan pendampingan sesuai bidang keilmuan masing-masing,” ujarnya.

Dr. Andi Ernie Musa menambahkan, kegiatan ADPERTISI selama ini juga sangat membantu dosen dalam menyiapkan berbagai kebutuhan pelaporan akademik setiap semester.

Kegiatan seperti PKM, seminar, workshop, publikasi ilmiah, dan forum akademik lainnya dinilai memberi ruang bagi dosen untuk terus produktif dan memenuhi tuntutan profesi.

Menurutnya, keberhasilan ADPERTISI dalam melaksanakan PKM Nasional di sejumlah daerah perlu terus dipertahankan dan dikembangkan.

Ia menyebut, kegiatan PKM tidak boleh hanya berhenti pada seremoni atau kunjungan singkat, tetapi perlu diarahkan menjadi program pendampingan berkelanjutan.

“Ke depan, PKM ADPERTISI sebaiknya dirancang lebih berkelanjutan. Setelah dosen turun ke lokasi, perlu ada tindak lanjut berupa pendampingan, monitoring, evaluasi, dan penguatan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Dr. Andi Ernie Musa juga menyarankan agar ADPERTISI mulai mengembangkan model PKM berbasis klaster keilmuan.

Dengan model tersebut, dosen dari berbagai disiplin ilmu dapat dikelompokkan sesuai kebutuhan masyarakat, seperti bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, koperasi, teknologi digital, lingkungan, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menilai, pendekatan berbasis klaster akan membuat program pengabdian lebih terarah, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat sasaran.

Selain itu, ADPERTISI juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, organisasi profesi, serta lembaga sosial kemasyarakatan.

“Kolaborasi menjadi kunci. Semakin luas jejaring kerja sama ADPERTISI, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat,” katanya.

Dr. Andi Ernie Musa turut mendorong ADPERTISI untuk mulai merancang PKM berskala internasional.

Menurutnya, setelah beberapa kali sukses melaksanakan PKM Nasional, ADPERTISI memiliki modal kuat untuk melangkah ke level yang lebih luas melalui kegiatan pengabdian lintas negara.

PKM internasional, kata dia, dapat menjadi sarana pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik antara dosen Indonesia dan akademisi dari negara lain.

“ADPERTISI sudah memiliki pengalaman yang baik dalam mengorganisasi dosen lintas perguruan tinggi dan lintas daerah. Ke depan, sudah saatnya mulai dirancang PKM internasional agar pengabdian dosen Indonesia dapat dikenal dan memberi dampak lebih luas,” ujarnya.

Ia menilai, PKM internasional dapat diarahkan pada isu-isu strategis seperti literasi digital, pendidikan, kesehatan masyarakat, kewirausahaan, penguatan ekonomi desa, lingkungan, dan pemberdayaan kelompok masyarakat.

Kegiatan tersebut juga dapat memperkuat posisi ADPERTISI sebagai organisasi dosen yang tidak hanya aktif di tingkat nasional, tetapi juga mampu membangun jejaring akademik global.

Dr. Andi Ernie Musa berharap ADPERTISI terus menjadi rumah besar bagi dosen perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Ia optimistis, dengan kepemimpinan, pengalaman, dan semangat kolaborasi yang telah terbangun, ADPERTISI akan terus berkembang menjadi organisasi yang semakin produktif, inovatif, dan memberi manfaat luas.

“ADPERTISI telah membuktikan diri sebagai organisasi yang membantu dosen dan masyarakat. Harapan kami, kegiatan yang sudah sukses dilaksanakan selama ini terus dikembangkan, diperkuat, dan diarahkan pada program yang lebih berkelanjutan, termasuk kemungkinan PKM internasional,” tandas Dr Hj. Andi Ernie. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *