Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

HISKI Sulsel Gelar Diskusi Daring Berkala, Prof Andis: Sastra Harus Tetap Relevan Membaca Perubahan Zaman

×

HISKI Sulsel Gelar Diskusi Daring Berkala, Prof Andis: Sastra Harus Tetap Relevan Membaca Perubahan Zaman

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Sulawesi Selatan kembali menggelar Diskusi Daring Berkala sebagai ruang berbagi gagasan dan penguatan tradisi akademik di kalangan dosen, peneliti, mahasiswa, serta pemerhati sastra.

Diskusi yang berlangsung melalui Zoom, Rabu (29/7/2026), menghadirkan Dr. Siti Aida Azis, S.Pd., M.Pd. sebagai pembicara dengan tema “Memahat Zaman dalam Teks: Sastra sebagai Cermin Retak Realitas Sosial”. Kegiatan dipandu oleh Dr. Ratnawati, S.Pd., M.Pd. selaku moderator.

Example 300x600

Ketua Terpilih HISKI Komisariat Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., mengatakan penyelenggaraan diskusi daring secara berkala merupakan komitmen kepengurusan HISKI Sulsel untuk menghidupkan budaya akademik sekaligus memperkuat peran sastra dalam membaca dinamika masyarakat.

“Kami ingin HISKI Sulsel menjadi ruang intelektual yang produktif. Sastra tidak hanya dipahami sebagai karya estetik, tetapi juga sebagai medium untuk membaca perubahan sosial, merekam perjalanan zaman, serta menawarkan perspektif kritis terhadap berbagai persoalan kemanusiaan,” kata Prof Andis kepada media, Rabu (29/7/2026).

Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Makassar itu menjelaskan, diskusi berkala menjadi salah satu program strategis HISKI Sulsel setelah kepengurusan baru terbentuk. Forum tersebut diharapkan mempertemukan akademisi lintas perguruan tinggi, peneliti, guru, mahasiswa, dan pegiat literasi dalam ruang dialog yang terbuka dan berkelanjutan.

Menurut Prof Andis, perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia kesusastraan. Karena itu, HISKI Sulsel ingin mendorong lahirnya kajian-kajian sastra yang mampu menjawab isu-isu kontemporer, mulai dari perubahan budaya, perkembangan media digital, hingga dinamika kehidupan sosial masyarakat.

“Melalui diskusi seperti ini, kami berharap muncul pertukaran gagasan yang memperkaya khazanah keilmuan sekaligus melahirkan kolaborasi riset dan publikasi ilmiah di bidang bahasa, sastra, dan budaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, tema yang diangkat pada diskusi perdana tersebut sangat relevan karena menunjukkan bahwa karya sastra tidak pernah lahir di ruang kosong. Sastra selalu hadir sebagai refleksi realitas sosial, kritik terhadap keadaan, sekaligus menawarkan nilai-nilai kemanusiaan yang tetap penting di tengah perubahan zaman.

Prof Andis berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dengan menghadirkan narasumber dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sehingga HISKI Sulsel semakin berkontribusi dalam pengembangan ilmu kesusastraan dan kebahasaan di tingkat regional maupun nasional.

Diskusi daring tersebut terbuka untuk umum dan diikuti peserta dari berbagai kalangan. Selain memperoleh wawasan akademik, peserta juga mendapatkan sertifikat elektronik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam forum ilmiah tersebut.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *