Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Kaki Belum Pulih, ASN Papua Tengah Tetap Hadiri Wisuda S2 UKI Paulus dengan Kursi Roda

×

Kaki Belum Pulih, ASN Papua Tengah Tetap Hadiri Wisuda S2 UKI Paulus dengan Kursi Roda

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Kondisi kaki yang belum pulih tidak menghalangi Rafika M. Syahabudin, SE, MM menghadiri salah satu hari penting dalam perjalanan pendidikannya.

Alumni Program Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar itu mengikuti prosesi wisuda di Hotel Dalton Makassar, Rabu (2/9/2026), dengan menggunakan kursi roda.

Example 300x600

Tujuh hari sebelum wisuda, perempuan kelahiran Enarotali, Paniai, 16 Agustus 1977 tersebut mengalami keseleo pada kaki.

Rasa sakit sempat membuatnya khawatir tidak dapat mengikuti prosesi. Namun, setelah menjalani pendidikan selama dua tahun, Rafika memilih tetap datang dan mengikuti wisuda.

“Rasanya sakit sekali, tapi saya bilang sama diri sendiri, saya sudah berjuang dua tahun untuk gelar ini, tidak mungkin saya mundur hanya karena kaki keseleo. Ini hari bersejarah saya,” kata Rafika.

Kisah Rafika mendapat perhatian dari Program Pascasarjana UKI Paulus. Sekretaris Program Studi Magister Manajemen Pascasarjana UKI Paulus, Dr Kristian H.P. Lambe, ST, MM, MSi, mengatakan perjuangan Rafika merupakan salah satu cerita di balik kelulusan mahasiswa Pascasarjana UKI Paulus, kepada media Kamis 17 September 2026.

Menurut Kristian, perjalanan setiap mahasiswa menuju kelulusan memiliki tantangan berbeda. Ada yang harus membagi waktu dengan pekerjaan, keluarga, bahkan menempuh perjalanan antardaerah untuk mengikuti proses pendidikan.

Bolak-balik Nabire-Makassar demi Kuliah

Perjuangan Rafika memang tidak dimulai ketika kakinya mengalami keseleo menjelang wisuda.

Ia merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sehari-hari bertugas di Sekretariat Dewan (Setwan) DPR Papua Tengah.

Untuk menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen, Rafika harus menjalani perjalanan Nabire-Makassar selama proses perkuliahan.

Pada saat bersamaan, ia harus menjalankan tanggung jawab sebagai ASN, istri, dan ibu.

Kesibukan tersebut tidak membuatnya menghentikan pendidikan. Rafika tetap menyelesaikan seluruh tahapan akademik hingga berhak menyandang gelar Magister Manajemen.

Baginya, melanjutkan pendidikan bukan sekadar mengejar gelar. Pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat kapasitasnya sebagai aparatur pemerintahan.

Keluarga Jadi Kekuatan

Di balik keberhasilannya menyelesaikan studi, Rafika menyebut keluarga sebagai bagian penting dari perjuangannya.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada ibunya, Klarce Rumbrapuk, yang disebutnya sebagai pondasi kuat dalam perjalanan hidup dan pendidikannya.

Dukungan juga datang dari ketiga anaknya, Jehan A. Syahabudin, Carli Sanata Dharma, dan Claudia Wika Griselda, serta saudaranya Faisal Rizal M. Syahabudin, ST, dan iparnya Yoke Septiana Sineri.

“Ilmu dan gelar ini bisa saya raih karena ada pondasi yang kuat dari ibuku, Klarce Rumbrapuk. Ketiga anak saya—Jehan A. Syahabudin, Carli Sanata Dharma, Claudia Wika Griselda—serta saudara saya, Faisal Rizal M. Syahabudin, ST, dan ipar saya, Yoke Septiana Sineri, adalah support system terbaik yang saya miliki,” ungkap Rafika.

Karena itu, gelar MM yang kini berada di belakang namanya tidak dipandang sebagai pencapaian pribadi semata.

Ada keluarga yang memberikan dukungan ketika dirinya harus membagi perhatian antara pekerjaan, perjalanan, keluarga, dan perkuliahan.

Pesan untuk ASN Perempuan Papua

Setelah menyelesaikan pendidikan, Rafika ingin pengalamannya menjadi penyemangat bagi perempuan lain, khususnya para ASN di Papua, yang ingin melanjutkan studi.

Menurutnya, usia maupun jarak seharusnya tidak langsung menjadi alasan untuk mengurungkan niat kembali ke bangku kuliah.

“Untuk teman-teman ASN perempuan di Papua, jangan pernah takut kuliah lagi. Umur bukan halangan, jarak bukan halangan,” pesannya.

ASN berdarah Makassar-Biak itu berharap semakin banyak perempuan Papua berani meningkatkan kapasitas melalui pendidikan tinggi.

Baginya, pengalaman menempuh perjalanan jauh dari Nabire menuju Makassar menjadi bukti bahwa pendidikan memang membutuhkan pengorbanan, tetapi dapat diselesaikan dengan konsistensi dan dukungan keluarga.

Magister Manajemen Terbanyak

Kristian Lambe mengatakan, Rafika merupakan bagian dari ratusan alumni Pascasarjana UKI Paulus yang menyelesaikan pendidikan pada Semester Akhir Tahun Akademik 2025/2026.

Sebanyak 331 alumni Pascasarjana UKI Paulus mengikuti yudisium di Gedung Lilin Kampus UKI Paulus, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 13, Daya, Makassar, Senin (31/8/2026).

Mereka berasal dari empat program magister.

Magister Manajemen menjadi penyumbang alumni terbanyak dengan 176 orang, disusul Magister Hukum 77 orang, Magister Teknik Sipil 68 orang, dan Magister Teknik Mesin 10 orang.

Dari ratusan alumni tersebut, setiap orang membawa cerita perjuangannya masing-masing.

Bagi Rafika, cerita itu akan selalu dikenang melalui kursi roda yang mengantarnya mengikuti prosesi wisuda.

Kaki yang belum pulih membuat hari kelulusannya berbeda dari yang pernah dibayangkan. Namun, kondisi tersebut tidak mengubah makna hari itu: perjalanan akademik selama dua tahun akhirnya selesai.

Dari Nabire menuju Makassar, dari kesibukan sebagai ASN dan ibu hingga menyelesaikan pendidikan pascasarjana, Rafika akhirnya membawa pulang gelar Magister Manajemen.

Kisah itu sekaligus membawa pesan sederhana bagi generasi muda Papua: kesempatan memperoleh pendidikan perlu diperjuangkan.

Sebab di balik sebuah gelar, sering kali ada perjalanan panjang, dukungan keluarga, serta pengorbanan yang tidak terlihat ketika seorang wisudawan akhirnya berdiri di hari kelulusannya.

UKI Paulus kini dipimpin oleh Rektor, Prof Dr Agus Salim, SH, MH didampingi  Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Yoel Pasae, S.T., M.T.Wakil Rektor II, Dr. Sita Yubelina Sabandar, S.E., M.M., Ak.

Wakil Rektor III Dr. Ir. Alpius, S.T., M.T. Wakil Rektor IV. Prof. Dr. Liberthin Palullungan, S.H., M.H. Sekretaris Universitas: Dr. Ir. Corvis L. Ranteterung, M.T.  Plt Direktur Pascasarjana UKIP,  Prof. Dr. Ir. Yoel Pasae, S.T., M.T. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *