BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Ketua PGRI Kabupaten Soppeng, Naharuddin, S.Pd., M.Pd., memberi apresiasi terhadap rapat konsolidasi yang digelar oleh PGRI Sulsel bersama Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulsel pada Senin-Rabu 20-22 April 2026, di Gedung BBGTK, Jl. Adyaksas Makassar.
Pada kesempatan ini, Naharuddin kepada media Senin malam 20 April 2026 menegaskan pentingnya kegiatan konsolidasi untuk menyamakan persepsi dalam rangka pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (GTK) pada tahun 2026.
Menurut Naharuddin, rapat ini memberi wadah yang sangat diperlukan bagi pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk bertransformasi dan beradaptasi dengan tantangan zaman.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat memperkuat kolaborasi dan kesepahaman dalam menghadapi perubahan yang terjadi, khususnya dalam konteks digitalisasi pendidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Naharuddin menyoroti pentingnya penyamaan persepsi di tengah era digitalisasi yang semakin berkembang. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk mempercepat pencapaian target-target pendidikan yang telah ditetapkan.
“Dengan adanya penyamaan persepsi di antara semua pihak, program-program yang kita jalankan akan lebih terarah dan lebih mudah untuk diimplementasikan,” tambahnya.
Rapat digelar pada 20-22 April 2026 ini bertujuan untuk menyelaraskan pelaksanaan program prioritas dan memperkuat sinergi antara para pemangku kepentingan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Salah satu topik utama yang dibahas adalah pengembangan kompetensi GTK, dengan fokus pada pemetaan dan evaluasi dampak dari pengembangan kompetensi tersebut.
Naharuddin berharap, melalui konsolidasi ini, semua pihak dapat bekerja sama lebih erat dan lebih efisien, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan.
“Kami berharap hasil dari rapat ini akan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam pengembangan kompetensi GTK,” pungkasnya.
Naharuddin menekankan bahwa kolaborasi yang baik antara berbagai pihak akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik di masa depan.***
BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Ketua PGRI Kabupaten Soppeng, Naharuddin, S.Pd., M.Pd., memberi apresiasi terhadap rapat konsolidasi yang digelar oleh PGRI Sulsel bersama Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulsel pada Senin-Rabu 20-22 April 2026, di Gedung BBGTK, Jl. Adyaksas Makassar.
Pada kesempatan ini, Naharuddin kepada media Senin malam 20 April 2026 menegaskan pentingnya kegiatan konsolidasi untuk menyamakan persepsi dalam rangka pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (GTK) pada tahun 2026.
Menurut Naharuddin, rapat ini memberi wadah yang sangat diperlukan bagi pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk bertransformasi dan beradaptasi dengan tantangan zaman.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat memperkuat kolaborasi dan kesepahaman dalam menghadapi perubahan yang terjadi, khususnya dalam konteks digitalisasi pendidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Naharuddin menyoroti pentingnya penyamaan persepsi di tengah era digitalisasi yang semakin berkembang. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk mempercepat pencapaian target-target pendidikan yang telah ditetapkan.
“Dengan adanya penyamaan persepsi di antara semua pihak, program-program yang kita jalankan akan lebih terarah dan lebih mudah untuk diimplementasikan,” tambahnya.
Rapat digelar pada 20-22 April 2026 ini bertujuan untuk menyelaraskan pelaksanaan program prioritas dan memperkuat sinergi antara para pemangku kepentingan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Salah satu topik utama yang dibahas adalah pengembangan kompetensi GTK, dengan fokus pada pemetaan dan evaluasi dampak dari pengembangan kompetensi tersebut.
Naharuddin berharap, melalui konsolidasi ini, semua pihak dapat bekerja sama lebih erat dan lebih efisien, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan.
“Kami berharap hasil dari rapat ini akan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam pengembangan kompetensi GTK,” pungkasnya.
Naharuddin menekankan bahwa kolaborasi yang baik antara berbagai pihak akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik di masa depan.***


















