BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Sustainability and Waste Solution Center (SWSC) atau Pusat Solusi Limbah Berkelanjutan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memasuki babak baru setelah dua pejabatnya resmi dilantik dalam seremoni pelantikan pejabat struktural yang berlangsung di Ruang Gift, Menara Iqra Lantai 2 Unismuh Makassar, Senin, 15 Juni 2026.
Pelantikan tersebut dihadiri unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Badan Pembina Harian Unismuh Makassar, Rektor, para Wakil Rektor, serta sejumlah pimpinan dan pejabat di lingkungan kampus.
Sebanyak total sepuluh pejabat yang dilantik, dua di antaranya berasal dari SWSC, yakni Sahlan, S.P., M.Si sebagai Ketua Divisi Operasional dan Tata Kelola Limbah serta Wardah, S.Sos., M.A. sebagai Ketua Divisi Edukasi dan Advokasi Lingkungan.
Pelantikan ini menjadi momentum penguatan peran SWSC dalam mendukung visi kampus berkelanjutan melalui pengembangan program operasional, edukasi, dan advokasi lingkungan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Rahim Nanda, S.T., M.T., IPU, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran SWSC bersama bank sampah merupakan bagian penting dari upaya kampus membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Kehadiran lembaga ini diarahkan untuk mengaktifkan pemilahan sampah dari sumber, pengolahan, hingga daur ulang. Hasil pengolahan sampah organik juga akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan nursery flower sebagai bagian dari upaya penghijauan dan pemanfaatan kompos di lingkungan kampus,” ujarnya.,” ujarnya.
Menurut Rahim Nanda, pengelolaan sampah di lingkungan kampus berfokus pada pengurangan timbulan sampah sekaligus pembangunan ekosistem yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan kembali dan daur ulang sehingga hanya menyisakan residu yang benar-benar tidak dapat diolah.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian Unismuh Makassar, Prof. Dr. Gagaring Pagalung, S.E., M.S., Ak., C.A., menegaskan bahwa pelantikan merupakan lebih dari sekadar agenda seremonial dan menjadi sebuah amanah yang sarat makna.
“Esensi pelantikan adalah kontrak spiritual dalam mengemban amanah, menjaga keberlanjutan dan estafet kepemimpinan, serta menghadirkan transformasi peran dan pelayanan yang lebih baik,” katanya.
Pesan senada disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse’, M.Ag. Ia mengingatkan para pejabat yang dilantik untuk menghayati dan memahami janji yang telah diucapkan, khususnya yang berkaitan dengan Matan dan Khittah Muhammadiyah.
Selain itu, ia berpesan agar para pejabat yang baru dilantik menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk pengabdian kepada persyarikatan, institusi, dan masyarakat.
Dilantiknya dua ketua divisi baru tersebut, SWSC Unismuh diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pengelolaan limbah dan edukasi lingkungan di kampus.
Berbagai program yang berfokus pada edukasi, advokasi, operasional, dan tata kelola limbah pun diharapkan dapat mendorong terwujudnya budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di lingkungan Unismuh Makassar.***


















