Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

UM Kendari Latih Santri Kelola Limbah Jadi Pupuk dan Eko-Enzim, Dukung Ketahanan Pangan Pesantren

×

UM Kendari Latih Santri Kelola Limbah Jadi Pupuk dan Eko-Enzim, Dukung Ketahanan Pangan Pesantren

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Kendari. Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menggelar kegiatan Pemberdayaan dan Inovasi Pengelolaan Limbah Padat Mendukung Urban Farming di Pondok Pesantren Abdurrahman bin Auf, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Ahad  (14/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) UM Kendari yang bertujuan membantu menyelesaikan persoalan pengelolaan limbah padat di lingkungan pesantren melalui inovasi berbasis urban farming.

Example 300x600

Ketua Program PKM, Dr. Rosmawati, S.Pt., M.Si, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri serta pengelola pesantren dalam mengolah limbah menjadi produk yang bernilai guna.

“Melalui program ini, kami ingin mendorong pengelolaan limbah yang lebih produktif sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang bersih, minim sampah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan,” ujar Rosmawati.

Ia menjelaskan, antusiasme peserta cukup tinggi. Para pembina dan santri menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan wawasan baru tentang pemanfaatan limbah yang selama ini belum dikelola secara optimal.

“Pembina merasa sangat terbantu karena para siswa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru tentang cara mengelola limbah di sekitar mereka. Limbah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata masih memiliki manfaat besar apabila diolah dengan tepat,” katanya.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Pondok Pesantren Abdurrahman bin Auf Kendari, Ustaz Hasrin, S.Si., M.Pd.I, yang mewakili Ketua Yayasan, Pembina Bidang Lingkungan Hidup Pondok Pesantren Dr. M. Husni Kotta, M.Si, serta tim pelaksana PKM UM Kendari yang turut didukung mahasiswa.

Rosmawati menjelaskan, pemilihan Pondok Pesantren Abdurrahman bin Auf sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada sejumlah pertimbangan.

Selain merupakan ruang publik terbatas yang kerap menerima kunjungan masyarakat, aktivitas harian pesantren, khususnya di area dapur, menghasilkan limbah organik yang berpotensi menimbulkan masalah kebersihan dan bau apabila tidak ditangani dengan baik.

“Selama ini limbah yang dihasilkan belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berisiko menumpuk. Di sisi lain, pesantren memiliki lahan yang cukup luas namun kondisi tanahnya relatif miskin unsur hara dan sedang dipersiapkan untuk pengembangan ke depan,” jelasnya.

Melalui program ini, tim PKM memperkenalkan berbagai teknik pengolahan limbah padat organik yang berasal dari dapur dan pekarangan pesantren, seperti sisa sayuran, buah-buahan, jeroan ikan, sisa konsumsi, hingga dedaunan.

Limbah tersebut diolah menggunakan metode fermentasi untuk menghasilkan pupuk organik cair (POC), pupuk kompos, dan eko-enzim yang dapat dimanfaatkan kembali dalam kegiatan budidaya tanaman.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan penerapan sistem urban farming sebagai solusi pemanfaatan lahan yang terbatas maupun tanah yang kurang subur.

Metode yang diperkenalkan meliputi hidroponik, vertikultur, serta budidaya tanaman menggunakan polibag. Sistem tersebut diharapkan mampu mendukung penyediaan pangan sehat bagi warga pesantren sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan bagi para santri.

Program ini diharap menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan pesantren serta menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai lembaga pendidikan lainnya, katanya. (ila).***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *