BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional yang digelar Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (ADPERTISI) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Selasa (30/6/2026), mendapat sambutan luar biasa dari kalangan akademisi di berbagai daerah Indonesia.
Hingga Sabtu (13/6/2026), tercatat sebanyak 276 dosen telah mendaftar sebagai peserta kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 203 peserta telah menyelesaikan registrasi melalui proses pembayaran kepada panitia.
Sekretaris Jenderal ADPERTISI, Ibrahim, SE, M.Si.Ak.CA, kepada media Sabtu pagi 13 Juni 2026 mengatakan peserta yang telah terdaftar berasal dari 99 perguruan tinggi negeri dan swasta.
“Peserta yang sudah terdaftar berasal dari 99 perguruan tinggi. Sebanyak 35 kampus di antaranya berasal dari luar Sulawesi Selatan,” ujar Ibrahim kepada media, Sabtu pagi.
Ia menjelaskan, perguruan tinggi dari luar Sulawesi Selatan tersebut berasal dari berbagai provinsi, mulai Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah hingga Papua Pegunungan.
Selain peserta, kegiatan ini juga akan didukung oleh 26 orang panitia yang bertugas memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
Menurut Ibrahim, tingginya antusiasme dosen mengikuti PKM Nasional menunjukkan bahwa kegiatan tersebut telah menjadi salah satu agenda penting dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
“ADPERTISI senantiasa hadir membantu dosen dalam memenuhi kewajiban akademik, terutama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kehadiran organisasi profesi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi dosen yang mengalami kendala dalam pelaksanaan kegiatan akademik,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan PKM Nasional ADPERTISI sebelumnya telah beberapa kali dilaksanakan di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, seperti Kabupaten Pangkep, Gowa, Takalar, Kota Makassar, dan Maros.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Maros menyatakan kesiapan penuh untuk menerima sekaligus melepas para peserta PKM Nasional ADPERTISI 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Maros, Dr H A S Chaidir Syam, S.IP., M.H, saat menerima jajaran pengurus ADPERTISI dalam agenda silaturahmi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan itu hadir Koordinator Ketua Presidium ADPERTISI Dr Buyung Romadhoni, SE, M.Si, Sekretaris Jenderal Ibrahim, SE, M.Si.Ak.CA, Direktur Eksekutif Bidang Kerja Sama Dr H Yusriadi Hala, SE, M.Si, serta anggota Majelis Penasehat dan Humas Dr Muhammad Yahya, M.Si.
“Insya Allah kami siap menerima dan melepas para dosen ADPERTISI yang akan melaksanakan PKM Nasional di desa-desa di Maros,” kata Chaidir Syam.
Bupati Maros juga menetapkan Selasa, 30 Juni 2026, sebagai jadwal penerimaan dan pelepasan peserta PKM Nasional ADPERTISI dengan menyesuaikan agenda Pemerintah Kabupaten Maros.
Koordinator Ketua Presidium ADPERTISI, Dr Buyung Romadhoni, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Maros terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, PKM Nasional ADPERTISI tahun 2026 merupakan kali ketiga dilaksanakan di Kabupaten Maros. Sebelumnya kegiatan serupa pernah digelar pada masa pandemi Covid-19, tepatnya 4 Agustus 2021, dan kembali dilaksanakan pada 13 Juli 2024.
“Maros menjadi salah satu daerah yang sangat responsif terhadap kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan kalangan perguruan tinggi swasta,” ujarnya.
Ia menambahkan, para peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia akan turun langsung ke desa-desa untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat sesuai disiplin ilmu masing-masing.
Di sisi lain, Ibrahim mengungkapkan bahwa ADPERTISI saat ini memiliki 2.831 anggota dosen yang berasal dari 697 perguruan tinggi swasta yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
Tingginya partisipasi dosen dari berbagai daerah, PKM Nasional ADPERTISI 2026 di Maros diharapkan menjadi wadah penguatan kolaborasi perguruan tinggi sekaligus memperluas dampak pengabdian kepada masyarakat di berbagai sektor pembangunan desa.***


















