BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (ADPERTISI) yang akan digelar di Kabupaten Maros pada 30 Juni 2026 semakin menunjukkan daya tariknya di kalangan akademisi nasional.
Selain diikuti ratusan dosen dari berbagai daerah, kegiatan tahun ini juga akan dihadiri dan diikuti oleh 12 guru besar dari sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.
Sekretaris Jenderal ADPERTISI, Ibrahim, SE., M.Si., Ak., CA., kepada media Jumat sore 12 Juni 2026 menjelaskan bahwa hingga saat ini sebanyak 274 dosen telah mendaftar sebagai peserta PKM Nasional. Dari jumlah tersebut, 201 peserta telah menyelesaikan proses registrasi dengan melakukan pembayaran.
Kegiatan pengabdian masyarakat berskala nasional ini akan diperkuat kehadiran 12 guru besar yang akan turun langsung mendampingi masyarakat di desa-desa sasaran PKM di Kabupaten Maros.
Para guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Ir. A. Rifqi Asrib, MT dari Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Ir. Jenni Ria Rajagukguk, MSi, dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta, Prof. Dr. H. Akhmad, SE., MS dari Unismuh Makassar, Prof. Dr. Kasnaeny Karim, SE., M.Si, Prof. Dr. St. Sukmawati S., SE., MM, Prof. Dr. Serlin Serang, SE., M.Si, Prof. Dr. Ramlawati, SE., MM, Prof. Dr. Aryati, SE., MM, dan Prof. Dr. Jeni Kamase, SE., M.Si dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Selain itu, turut bergabung Prof. Dr. Ir. H. Ismail Marzuki, S.Si., M.Si dari Universitas Fajar Makassar, Prof. Mashur Razak dari Universitas Handayani Makassar, serta Prof. Dr. Ir. A. Majdah, M.Si dari Universitas Islam Makassar.
Menurut Ibrahim, keterlibatan para guru besar tersebut menjadi indikator bahwa PKM Nasional ADPERTISI telah berkembang menjadi forum pengabdian masyarakat yang mendapat perhatian luas dari kalangan akademisi senior.
“Partisipasi para guru besar memberikan nilai tambah bagi kegiatan ini. Pengalaman akademik dan keilmuan yang mereka miliki akan memperkuat kualitas program pengabdian yang diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, peserta yang telah terdaftar berasal dari 69 perguruan tinggi, dengan 35 kampus di antaranya berasal dari luar Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa PKM Nasional ADPERTISI telah menjadi agenda nasional yang diminati dosen dari berbagai wilayah Indonesia.
PKM Nasional ADPERTISI merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membantu dosen melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, para dosen dan guru besar akan terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan pendampingan sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Maros telah menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Bupati Maros, Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H., sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap menerima dan melepas peserta PKM Nasional ADPERTISI yang akan melaksanakan pengabdian di sejumlah desa.
Koordinator Ketua Presidium ADPERTISI, Dr. Buyung Romadhoni, SE., M.Si., mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Maros. Menurutnya, pelaksanaan tahun 2026 merupakan kegiatan PKM Nasional ADPERTISI ketiga yang digelar di Kabupaten Maros setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2021 dan 2024.
“Kehadiran ratusan dosen dan 12 guru besar dari berbagai perguruan tinggi menunjukkan semakin kuatnya semangat kolaborasi akademik dalam membangun masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berkelanjutan,” katanya.
Saat ini ADPERTISI memiliki 2.831 anggota dosen yang berasal dari 697 perguruan tinggi swasta yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Organisasi ini terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi melalui berbagai program akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. ***


















