BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Pelaksanaan Rakornas X dan Seminar Internasional Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mendapat apresiasi dari peserta asal Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram (Unram), Dr. Saharuddin, M.A., mengaku bangga dan senang dengan pelayanan yang diberikan panitia selama mengikuti rangkaian kegiatan di Makassar.
Salah satu yang mendapat apresiasi adalah kesiapan sarana transportasi bagi peserta. Menurutnya, kendaraan yang disiapkan panitia selalu tersedia untuk mendukung mobilitas peserta dari satu agenda ke agenda lainnya.
“Saya sangat bangga dan senang dengan pelayanan panitia. Sarana transportasi selalu siap dan pelayanan diberikan secara profesional,” kata Dr. Saharuddin, M.A., di sela Rakornas X dan Seminar Internasional IKAPROBSI di Unismuh Makassar, Sabtu (8/8/2026).
Bandingkan dengan Rakornas 2024 di Mataram
Dr. Saharuddin memiliki pengalaman tersendiri dalam penyelenggaraan kegiatan IKAPROBSI. Rakornas sebelumnya pada 2024 berlangsung di Mataram.
Menurutnya, masing-masing penyelenggaraan memiliki karakter tersendiri. Namun, ia melihat kepanitiaan Rakornas 2026 di Makassar memiliki ruang yang besar untuk melakukan kreasi dan inovasi.
Unismuh Makassar sebagai tuan rumah sekaligus menjadi pusat kepanitiaan sehingga koordinasi penyelenggaraan dinilai berjalan efektif.
“Rakornas 2024 dilaksanakan di Mataram. Kalau dibandingkan, proses kepanitiaannya cukup berbeda. Di Makassar, Unismuh menjadi panitia secara otonom sehingga memiliki ruang melakukan kreasi dan inovasi. Kegiatannya berjalan sangat luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi penyelenggaraan menjadi salah satu faktor penting dalam membuat forum nasional seperti Rakornas IKAPROBSI tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi.
Dapat Informasi Kurikulum dan Akreditasi
Bagi Dr. Saharuddin, M.A., manfaat Rakornas jauh melampaui aspek penyelenggaraan.
Kehadirannya di Makassar memberikan kesempatan mendapatkan informasi dan pengetahuan baru yang dapat digunakan untuk pengembangan Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unram.
Salah satu isu yang dinilainya penting adalah perkembangan kurikulum dan akreditasi program studi.
“Rakornas ini membawa manfaat bagi pengembangan program studi, terutama karena kami mendapatkan informasi dan pengetahuan baru mengenai pengembangan kurikulum dan akreditasi,” katanya.
Pertemuan tersebut juga menjadi media komunikasi antarpengelola program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari berbagai perguruan tinggi.
Melalui pertemuan langsung, para ketua dan pengelola program studi dapat bertukar pengalaman mengenai persoalan yang dihadapi di kampus masing-masing sekaligus berbagi praktik baik dalam meningkatkan mutu pelayanan akademik.
“Rakornas menjadi media komunikasi dan interaksi untuk membagi pengalaman dalam mengelola serta meningkatkan kualitas pelayanan program studi,” jelasnya.
Banyak Pengurus IKAPROBSI Berpengalaman sebagai Asesor
Menurut Dr. Saharuddin, keberadaan IKAPROBSI juga strategis dalam mendukung peningkatan mutu program studi.
Hal itu karena di antara pengurus dan anggota IKAPROBSI terdapat akademisi yang memiliki pengalaman sebagai asesor dalam proses akreditasi program studi.
Kondisi tersebut membuat forum IKAPROBSI menjadi ruang yang relevan bagi pengelola program studi untuk berdiskusi mengenai penjaminan mutu, persiapan akreditasi, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan kualitas lulusan.
Interaksi antarpengelola prodi juga memungkinkan berbagai pengalaman menghadapi proses asesmen dan peningkatan mutu dapat dibagikan kepada anggota lainnya.
Usulkan Isu Publik Jadi Materi Rakornas
Meski memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Rakornas di Makassar, Dr. Saharuddin, M.A. juga menyampaikan sejumlah masukan untuk penyelenggaraan kegiatan IKAPROBSI berikutnya.
Ia mengusulkan materi Rakornas dan seminar terus dikembangkan dengan mengangkat isu-isu aktual yang sedang menjadi perbincangan publik, khususnya yang memiliki keterkaitan dengan bahasa, sastra, pendidikan, dan pengelolaan perguruan tinggi.
“Materi kegiatan perlu terus ditingkatkan dengan menghadirkan tema-tema diskusi yang aktual dan menjadi isu perbincangan publik,” ujarnya.
Selain substansi materi, penentuan waktu pelaksanaan juga perlu menjadi perhatian.
Menurutnya, jadwal yang tepat akan memberikan kesempatan lebih luas kepada pengelola program studi pada jenjang S1, S2, dan S3 dari seluruh Indonesia untuk hadir dan mengikuti agenda secara bersama-sama.
Akademisi Asal Lombok
Dr. Saharuddin, M.A. lahir di Lombok pada 1983.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) ditempuhnya pada bidang Linguistik di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Saat ini ia dipercaya sebagai Ketua Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram.
Selain menjalankan tugas akademik dan pengelolaan program studi, Dr. Saharuddin, M.A. juga aktif sebagai salah seorang pengurus IKAPROBSI Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Ia berharap jejaring yang terbangun melalui Rakornas X IKAPROBSI di Unismuh Makassar dapat terus dikembangkan menjadi kolaborasi konkret antarkampus.
Menurutnya, pertukaran informasi, pengalaman pengelolaan program studi, serta pembaruan pengetahuan tentang kurikulum dan akreditasi menjadi modal penting bagi perguruan tinggi untuk bersama-sama meningkatkan mutu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.***


















