BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Pelaksanaan Rakornas X dan Seminar Internasional Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mendapat apresiasi dari peserta asal Jawa Barat.
Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Tato Nuryanto, M.Pd., menilai pelaksanaan kegiatan berlangsung luar biasa. Ia secara khusus mengapresiasi pelayanan panitia kepada peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Prosesi pelaksanaan Rakornas X IKAPROBSI di Unismuh Makassar luar biasa. Panitia pelaksana memberikan pelayanan secara maksimal dan tulus,” kata Dr. Tato Nuryanto, M.Pd., kepada media di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, pelayanan kepada peserta bahkan sudah diberikan sejak mereka tiba di Makassar. Panitia melakukan penjemputan di bandara dan membantu peserta hingga tiba di lokasi penginapan.
“Peserta dijemput di bandara dan dilayani, kemudian diantar sampai ke lokasi penginapan. Pelayanan seperti ini tentu memberikan kesan tersendiri bagi kami yang datang dari luar Sulawesi,” ujarnya.
Ajang Silaturahmi Prodi S1, S2 dan S3
Selain pelayanan tuan rumah, Dr. Tato Nuryanto menilai Rakornas X IKAPROBSI memiliki nilai strategis bagi pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
Forum tersebut menjadi ruang pertemuan dan silaturahmi bagi pengelola program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia maupun program studi terkait dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air.
“Rakornas ini menjadi ajang silaturahmi antarprogram studi pada semua jenjang, mulai S1, S2 hingga S3 se-Indonesia,” katanya.
Pertemuan antarpengelola program studi tersebut, menurutnya, penting untuk memperkuat komunikasi dan jejaring akademik. Melalui forum nasional seperti IKAPROBSI, masing-masing perguruan tinggi dapat bertukar pengalaman dan gagasan mengenai pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
Kehadiran peserta dari berbagai jenjang pendidikan juga membuka peluang membangun kolaborasi antarkampus dalam pengembangan pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah maupun kegiatan akademik lainnya.
Tingkatkan Kecintaan terhadap Bahasa dan Sastra Indonesia
Dia juga memberi perhatian terhadap pelaksanaan Seminar Internasional IKAPROBSI yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Menurutnya, seminar internasional tidak sekadar menjadi forum ilmiah untuk mempresentasikan pemikiran dan hasil penelitian. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum meningkatkan penghargaan dan kecintaan masyarakat akademik terhadap bahasa dan sastra Indonesia.
“Lewat Seminar Internasional Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia atau IKAPROBSI, kegiatan ini mengangkat derajat kecintaan kita terhadap bahasa dan sastra Indonesia,” jelasnya.
Ia berharap semangat yang dibangun melalui Rakornas dan seminar internasional dapat dibawa kembali oleh peserta ke perguruan tinggi masing-masing.
Jejaring yang terbentuk selama kegiatan juga diharapkan berkembang menjadi kerja sama konkret untuk memperkuat posisi bahasa Indonesia dalam pendidikan dan kehidupan masyarakat.
Alumni Unpas, UHAMKA dan Unnes
Dr. Tato Nuryanto merupakan akademisi yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat.
Perjalanan akademiknya dimulai dengan menempuh pendidikan sarjana (S1) di Universitas Pasundan (Unpas).
Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister (S2) di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta.
Adapun pendidikan doktor (S3) ditempuh dan diselesaikannya di Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Kehadirannya dalam Rakornas X dan Seminar Internasional IKAPROBSI di Unismuh Makassar menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring Prodi Tadris Bahasa Indonesia dengan program studi sejenis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Bagi Dr. Tato Nuryanto, M.Pd., keberhasilan sebuah Rakornas tidak hanya dilihat dari agenda organisasi yang diselesaikan, tetapi juga dari terbangunnya komunikasi, silaturahmi, serta semangat bersama dalam memajukan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
Ia pun berharap kebersamaan yang terbangun di Makassar dapat terus berlanjut dalam berbagai bentuk kolaborasi akademik setelah peserta kembali ke kampus masing-masing. ***


















