Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Mahasiswa ITBA Al Gazali Barru Belajar Melukis di Bantaran Sungai Jeneberang Gowa, Asah Bakat Seni di Alam Terbuka

×

Mahasiswa ITBA Al Gazali Barru Belajar Melukis di Bantaran Sungai Jeneberang Gowa, Asah Bakat Seni di Alam Terbuka

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Gowa. Sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bisnis dan Administrasi (ITBA) Al Gazali Barru mengikuti workshop seni lukis di Ruang Belajar Bantaran, Kampung Kaledupaya, Desa Taeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, 16–18 Oktober 2026.

Menariknya, para peserta merupakan mahasiswa Program Studi Administrasi Publik yang selama ini lebih banyak mempelajari birokrasi, tata kelola pemerintahan, serta penyelenggaraan pelayanan publik.

Example 300x600

Namun, di sela aktivitas akademik, mereka juga memiliki ketertarikan dan potensi dalam bidang seni rupa, khususnya melukis.

Para mahasiswa tersebut tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya Ihya ITBA Al Gazali Barru.

Kegiatan berlangsung di ruang terbuka yang dikelola perupa sekaligus akademisi, AH Rimba.

Selama workshop, para mahasiswa tidak hanya belajar melukis, tetapi juga berkemah, membangun kebersamaan, serta berdiskusi langsung dengan seniman.

UKM Seni Budaya Ihya Padukan Nilai Estetika dan Etika

Pembina UKM Seni Budaya Ihya, A. Arifay Yusuf, M.Pd., menjelaskan bahwa nama Ihya memiliki makna filosofis yang menjadi dasar pengembangan kegiatan kesenian mahasiswa.

“Ihya itu dari bahasa Arab, artinya hidup. Diksi ini diambil dari salah satu kitab Imam Al Gazali, Ihya Ulumuddin,” jelas Arifay.

Menurutnya, nama tersebut mencerminkan semangat berkesenian yang tidak hanya mengedepankan keindahan karya, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai etika.

Melalui UKM Seni Budaya Ihya, mahasiswa didorong mengembangkan kreativitas tanpa meninggalkan nilai moral dan keagamaan.

Ketua UKM Seni Budaya Ihya, Dhani Anugrah, menambahkan bahwa organisasi tersebut telah berdiri sejak 23 September 2013.

Identitas keagamaan juga tercermin dalam logo organisasi yang memuat lima garis merah dan tulisan aksara Lontarak.

Unsur-unsur dalam logo tersebut dikaitkan dengan nilai Rukun Islam dan Rukun Iman.

“UKM Seni Budaya Ihya ITBA Al Gazali Barru, sesuai motonya adalah Simpanua Ruang Menakar Diri,” terang Dhani.

Sebagai organisasi kemahasiswaan yang bergerak di bidang seni, UKM Ihya secara rutin melaksanakan perekrutan anggota melalui kegiatan Workshop Art.

Kegiatan tersebut biasanya diselenggarakan setiap tahun pada masa libur semester ganjil.

Setelah mengikuti workshop, calon anggota menjalani pembinaan sesuai bidang seni masing-masing.

Mereka kemudian dipersiapkan untuk mengikuti pentas perdana sebagai salah satu tahapan menuju pengukuhan anggota baru.

Enam Mahasiswa Belajar Melukis di Alam Terbuka

Workshop seni lukis di Ruang Belajar Bantaran diikuti enam mahasiswa, yakni Inna, Athul, Ica, Lia, Indah, dan Dede.

Mereka didampingi pengurus UKM Seni Budaya Ihya, termasuk Ketua Umum Dhani Anugrah dan Fadil yang bertugas sebagai kru kegiatan.

Turut mendampingi para peserta, A. Arifay Yusuf, Risal Trimawan, dan Suriani A.

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa mendirikan tenda dan memanfaatkan dapur bersama untuk memenuhi kebutuhan selama berada di lokasi.

Suasana workshop berbeda dari kegiatan pembelajaran seni yang biasanya dilakukan di dalam ruangan.

Ruang Belajar Bantaran terletak di kawasan tepian Sungai Jeneberang, Dusun Kaledupaya, Desa Taeng, Kabupaten Gowa.

Kawasan tersebut ditumbuhi berbagai jenis pepohonan, seperti rambutan, mangga, jeruk, jambu, dan sukun.

Pepohonan yang rindang menghadirkan suasana sejuk, terutama pada sore hari.

Para mahasiswa memanfaatkan lingkungan tersebut sebagai tempat melukis secara langsung atau on the spot.

Mereka menyiapkan kanvas, cat, dan kuas, kemudian mulai menuangkan gagasan serta objek yang diamati ke dalam lukisan.

Arifay Yusuf: Belajar Langsung dari Seniman

  1. Arifay Yusuf menjelaskan alasan memilih Ruang Belajar Bantaran sebagai lokasi workshop seni lukis.

Menurutnya, tempat tersebut memiliki suasana yang mendukung proses berkarya sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari seniman berpengalaman.

“Bukan hanya tempat saja yang menjadi tujuan melukis, tetapi juga silaturahim dan belajar langsung kepada seniman lukis yang akrab kami panggil Kak Rimba,” jelasnya.

Arifay yang juga aktif dalam berbagai kegiatan kesenian Kasumba mengakui bahwa pengembangan seni lukis di kalangan mahasiswa UKM Ihya masih membutuhkan pendampingan.

Ia menilai pengetahuan dan antusiasme mahasiswa terhadap seni lukis perlu terus ditingkatkan.

Karena itu, kegiatan di Ruang Belajar Bantaran menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk lebih serius berkarya dan mengenal berbagai aspek seni rupa.

Workshop tersebut juga menjadi bagian dari proses pembinaan calon anggota UKM yang nantinya diharapkan mampu menghasilkan karya untuk dipamerkan pada pentas perdana.

Melalui kegiatan di luar kampus, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman baru sekaligus memperluas jaringan dengan pelaku seni dan komunitas kreatif.

AH Rimba Ajak Mahasiswa Bangun Kolaborasi Seni

Pengelola Ruang Belajar Bantaran, AH Rimba, menyambut kehadiran mahasiswa ITBA Al Gazali Barru dengan antusias.

Perupa yang juga akademisi tersebut memberikan ruang kepada para peserta untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kemampuan melukis.

Rimba mendorong mahasiswa agar tidak membatasi aktivitas kesenian hanya pada lingkungan kampus.

Menurutnya, kegiatan berkesenian dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas yang menjadi bagian dari ekosistem seni.

Ia juga menceritakan sejumlah kegiatan kreatif yang sebelumnya pernah dilaksanakan di Ruang Belajar Bantaran.

“Sebelumnya di Ruang Belajar Bantaran ini, beberapa teman membatik. Bahkan anak-anak juga diajak menggambar bersama,” tutur Rimba.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa Ruang Belajar Bantaran tidak hanya menjadi tempat berkarya bagi seniman, tetapi juga ruang pembelajaran yang terbuka bagi mahasiswa, komunitas, dan anak-anak.

Ica Sudah Hasilkan Tujuh Lukisan

Salah seorang peserta workshop, Anisah Putri, mengaku tidak pernah membayangkan sebelumnya akan memiliki ketertarikan terhadap seni lukis.

Mahasiswa semester lima Program Studi Administrasi Publik tersebut kini justru mulai aktif menghasilkan karya.

Anisah yang akrab disapa Ica juga dipercaya sebagai Koordinator Seni Rupa UKM Seni Budaya Ihya.

“Sejauh ini saya sudah membuat tujuh lukisan. Semuanya masih berupa gambar-gambar dasar, seperti flora dan fauna,” kata Ica.

Baginya, melukis menjadi aktivitas yang memberikan pengalaman berbeda dari kegiatan akademik sehari-hari.

Melalui seni rupa, ia dapat mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal kemampuan yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.

Pengalaman serupa disampaikan Baiq Nurhidayatullah, peserta workshop yang akrab disapa Atul.

Ia mengaku baru mulai menyukai kegiatan menggambar.

Sejauh ini, karya yang dihasilkannya masih berkaitan dengan tugas-tugas dalam proses pembinaan seni.

Meski demikian, Atul mengaku menikmati suasana belajar melukis di Ruang Belajar Bantaran.

“Saya suka suasana di Ruang Belajar Bantaran ini. Rimbun. Menggambarnya di bawah pohon. Nyaman, dan banyak anginnya,” terang Atul sambil memainkan kuas di atas kanvas.

Suasana alam terbuka tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta dalam mengembangkan kreativitas.

ITBA Al Gazali Barru Kembangkan Potensi Mahasiswa

ITBA Al Gazali Barru merupakan perguruan tinggi yang sebelumnya dikenal dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Al Gazali Barru.

Kampus yang dipimpin Rektor Prof. Dr. H. Kamaruddin Hasan, M.Pd., tersebut kini menyelenggarakan tiga program studi sarjana, yakni Administrasi Publik, Bisnis Digital, dan Sistem Informasi.

Selain program sarjana, ITBA Al Gazali Barru juga telah membuka Program Magister Administrasi Publik.

Di tengah pengembangan program akademik, kegiatan kemahasiswaan menjadi salah satu ruang untuk membangun kreativitas dan mengembangkan potensi mahasiswa di luar bidang studi utama.

Workshop seni lukis yang dilaksanakan UKM Seni Budaya Ihya memperlihatkan bahwa mahasiswa Administrasi Publik tidak hanya dapat mengembangkan kemampuan dalam bidang pemerintahan dan administrasi.

Mereka juga memiliki kesempatan untuk berkarya dalam bidang seni, membangun jejaring kreatif, serta mengekspresikan gagasan melalui lukisan.

Melalui kegiatan di Ruang Belajar Bantaran, para mahasiswa diharapkan semakin percaya diri mengembangkan kemampuan seni rupa dan mempersiapkan karya terbaik untuk pentas perdana UKM Seni Budaya Ihya.

Workshop tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa, seniman, dan komunitas seni dalam memperkuat semangat berkarya serta menjaga keseimbangan antara nilai estetika dan etika.

 

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *