Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Melsa Jumliana Dipercaya Jadi Wakil Rektor II Universitas Almarisah Madani di Usia 29 Tahun

×

Melsa Jumliana Dipercaya Jadi Wakil Rektor II Universitas Almarisah Madani di Usia 29 Tahun

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Melsa Jumliana, S.E., M.Ak., mendapat kepercayaan menduduki jabatan Wakil Rektor II Universitas Almarisah Madani Makassar.

Menariknya, Melsa masuk dalam jajaran pimpinan universitas tersebut ketika usianya baru 29 tahun.

Example 300x600

Melsa dipercaya sebagai Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Sarana Prasarana Universitas Almarisah Madani periode 2026–2028.

Pengangkatannya tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Universitas Almarisah Madani yang ditetapkan di Makassar pada 1 Juni 2026.

Dikutip dari laman resmi Unismuh Makassar, Ahad (9/8/2026), perempuan kelahiran Watampone tersebut merupakan alumni Program Studi Akuntansi FEB Unismuh Makassar angkatan 2014.

Melsa mengaku jabatan yang dipercayakan kepadanya bukan sekadar pencapaian dalam perjalanan karier, melainkan amanah yang membawa tanggung jawab besar.

“Bagi saya, jabatan ini bukan sekadar posisi, tetapi amanah. Tanggung jawabnya tentu besar karena berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, serta sarana dan prasarana universitas,” kata Melsa Jumliana, S.E., M.Ak.

Alumni Akuntansi Unismuh Angkatan 2014

Perjalanan pendidikan tinggi Melsa dimulai setelah menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Watampone.

Pada 2014, ia memilih Program Studi Akuntansi FEB Unismuh Makassar sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

Empat tahun kemudian, Melsa menyelesaikan studi dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 2018.

Selama menjadi mahasiswa, ia banyak menekuni bidang akuntansi dan keuangan.

Penelitian tugas akhirnya membahas pengaruh rasio keuangan terhadap financial distress pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Melsa mengatakan pengalaman selama menempuh pendidikan di Unismuh Makassar memberikan fondasi penting bagi perjalanan akademik dan profesionalnya.

“Unismuh menjadi tempat saya belajar bukan hanya tentang ilmu akuntansi, tetapi juga tentang disiplin, tanggung jawab, dan bagaimana terus mengembangkan diri. Banyak pengalaman selama menjadi mahasiswa yang kemudian menjadi bekal dalam perjalanan saya sebagai dosen,” ujarnya.

Lanjut Magister di Unhas

Setahun setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Melsa melanjutkan studi Magister Akuntansi di Universitas Hasanuddin (Unhas) pada 2019.

Pada jenjang magister, fokus kajiannya berkembang pada perilaku korporasi dan tata kelola perusahaan.

Tesisnya mengkaji hubungan narsisme CEO dan intellectual capital terhadap kinerja keuangan dengan corporate social responsibility (CSR) sebagai variabel intervening.

Bekal pendidikan tersebut kemudian dibawanya dalam menjalani karier sebagai dosen Program Studi Akuntansi Universitas Almarisah Madani.

Sebagai akademisi, Melsa menekuni sejumlah bidang, mulai dari akuntansi keuangan, akuntansi pasar modal, akuntansi lingkungan, CSR, hingga perilaku manajemen perusahaan.

Sejumlah penelitian dan publikasinya juga mengangkat isu financial distress, harga saham, narsisme CEO, board diversity, transfer pricing, serta lingkungan dalam praktik akuntansi.

Pada 2024, Melsa menjadi ketua penelitian dosen pemula yang mengkaji peran board diversity dalam pengungkapan corporate social responsibility pada perusahaan publik di Indonesia.

Usia 29 Tahun Masuk Jajaran Pimpinan Universitas

Karier Melsa kemudian memasuki babak baru setelah mendapat kepercayaan menjadi Wakil Rektor II Universitas Almarisah Madani.

Posisi tersebut membuat tanggung jawabnya tidak lagi terbatas pada pendidikan, penelitian, dan aktivitas sebagai dosen.

Ia kini ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan SDM, keuangan, serta sarana dan prasarana universitas.

Melsa tidak menjadikan usia yang relatif muda sebagai hambatan dalam mengemban amanah tersebut.

“Usia bagi saya bukan ukuran utama dalam menjalankan amanah. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar, bekerja bersama tim, dan memastikan setiap tanggung jawab yang diberikan dapat memberi manfaat bagi kemajuan universitas,” katanya.

Menurutnya, pengelolaan perguruan tinggi membutuhkan kemampuan bekerja secara kolaboratif.

Terlebih bidang yang menjadi tanggung jawab Wakil Rektor II bersentuhan dengan berbagai unsur yang menentukan keberlangsungan dan kualitas pelayanan universitas.

“Saya tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi seluruh unsur universitas agar pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, serta sarana dan prasarana dapat mendukung peningkatan mutu akademik dan pelayanan kepada mahasiswa,” ujar Melsa Jumliana, S.E., M.Ak.

Dari Mahasiswa Unismuh hingga Wakil Rektor

Perjalanan Melsa dari mahasiswa baru Akuntansi FEB Unismuh Makassar pada 2014 hingga dipercaya menjadi Wakil Rektor II pada 2026 berlangsung sekitar 12 tahun.

Dalam rentang tersebut, ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister, meniti karier sebagai dosen, menjalankan penelitian dan publikasi, hingga akhirnya masuk dalam jajaran pimpinan perguruan tinggi.

Kepercayaan tersebut menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan karier Melsa.

Pada usia 29 tahun, alumni Akuntansi FEB Unismuh Makassar itu kini mengemban tanggung jawab mengelola tiga bidang strategis Universitas Almarisah Madani, yakni sumber daya manusia, keuangan, serta sarana dan prasarana.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *