BERITASEMBILAN.Com-Palopo. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengambil langkah awal mempersiapkan guru sekolah dasar (SD) menghadapi penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib.
Melalui program Peningkatan Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris (PKG SD MBI), PGRI Palopo membekali guru kelas dengan keterampilan mengajarkan Bahasa Inggris, termasuk memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Pelatihan berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (31 Oktober–1 November 2026), di Mess PGRI Kota Palopo, Jalan Anggrek Nomor 1.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi PGRI Kota Palopo bersama Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS), Smart Learning and Character Center (SLCC), serta Perempuan PGRI Kota Palopo.
Ketua PGRI Kota Palopo, Drs. Basman, S.H., M.M., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik.
Menurutnya, guru kelas SD perlu dipersiapkan sejak dini agar mampu mengajarkan Bahasa Inggris secara menarik, kreatif, dan menyenangkan.
Basman menilai penguatan kemampuan Bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting bagi guru dalam menghadapi perkembangan kebijakan pendidikan dan tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Basman Minta Peserta Tularkan Ilmu kepada Guru Lain
Basman berharap para peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar Bahasa Inggris.
Ia mengingatkan bahwa hasil pelatihan tidak boleh berhenti pada peserta yang hadir, tetapi perlu disebarluaskan kepada rekan guru lainnya.
Para peserta diharapkan menjadi penggerak peningkatan kompetensi Bahasa Inggris di sekolah masing-masing.
Dengan demikian, manfaat pelatihan dapat menjangkau lebih banyak guru, termasuk mereka yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan.
Basman juga menekankan pentingnya kesungguhan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian materi dan praktik pembelajaran.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Dinas Pendidikan Palopo Apresiasi Langkah PGRI
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Palopo, Syamsul Alam, S.IP., M.Si.
Dalam sambutannya, Syamsul Alam memberikan apresiasi kepada pengurus PGRI Kota Palopo yang telah menginisiasi kegiatan peningkatan kompetensi guru SD tersebut.
Menurutnya, langkah PGRI Palopo menunjukkan kepedulian organisasi profesi guru dalam mempersiapkan tenaga pendidik menghadapi perubahan kebijakan pendidikan.
Syamsul Alam menilai penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar bukan sekadar penambahan mata pelajaran.
Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda agar memiliki kemampuan komunikasi dan daya saing global sejak usia dini.
Karena itu, guru membutuhkan keterampilan mengajar yang sesuai dengan karakteristik dan tahap perkembangan peserta didik.
Ia berharap peserta aktif berdiskusi, mengikuti praktik pembelajaran, serta memperkaya metode pengajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan pendekatan Pedagogy for Young Learners.
Guru SD Dilatih Mengajar Bahasa Inggris Meski Bukan Lulusan Jurusan Bahasa Inggris
Ketua Panitia, Risal Sammara, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelatihan tersebut secara khusus dirancang untuk membekali guru kelas SD yang tidak memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Inggris.
Menurutnya, guru kelas perlu mendapatkan penguatan kemampuan berbahasa sekaligus keterampilan pedagogis agar mampu menyampaikan materi secara tepat kepada peserta didik.
Pelatihan mencakup empat keterampilan utama dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
Materi listening and speaking meliputi kemampuan menyimak dan berbicara melalui sapaan, instruksi kelas, penguasaan kosakata, dialog, serta permainan bahasa.
Sementara materi reading and viewing diarahkan pada kemampuan membaca teks sederhana, memahami informasi, dan menemukan gagasan utama.
Peserta juga mendapatkan materi writing and presenting, mulai dari menyusun kalimat sederhana, paragraf pendek, poster, hingga menceritakan pengalaman.
Selain penyampaian materi, guru mengikuti praktik pembelajaran Bahasa Inggris untuk Fase B dan Fase C sesuai capaian pembelajaran masing-masing.
Praktik tersebut meliputi penguasaan kosakata, dialog berpasangan, memahami teks sederhana, menceritakan kembali, menyampaikan pendapat, dan presentasi singkat.
Pelatihan Terintegrasi Teknologi AI dan Microsoft Copilot
Hal menarik dari pelatihan PGRI Kota Palopo adalah pengintegrasian teknologi AI dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
Peserta tidak hanya mempelajari metode mengajar secara konvensional, tetapi juga diperkenalkan dengan pemanfaatan aplikasi berbasis kecerdasan artifisial.
Salah satu materi yang diberikan adalah pengenalan dan penggunaan Microsoft Copilot sebagai asisten AI.
Guru juga mendapatkan praktik membuat asisten AI Bahasa Inggris yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menyiapkan bahan ajar dan mendukung kegiatan pembelajaran.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu guru mengembangkan pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Narasumber pelatihan berasal dari instruktur La-Pena Institute Palopo serta guru-guru Kota Palopo yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya.
PGRI Palopo Siapkan Guru Hadapi Pembelajaran Bahasa Inggris
PGRI Kota Palopo menempatkan pelatihan tersebut sebagai langkah awal dalam memperkuat kesiapan guru SD menghadapi penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib.
Melalui kolaborasi APKS, SLCC, dan Perempuan PGRI, organisasi profesi guru ini berupaya menghadirkan program peningkatan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan tenaga pendidik.
Basman berharap guru-guru yang mengikuti pelatihan semakin percaya diri mengajarkan Bahasa Inggris meskipun tidak berasal dari latar belakang pendidikan Bahasa Inggris.
Penguasaan metode pembelajaran, keterampilan berbahasa, dan pemanfaatan teknologi AI diharapkan dapat berjalan beriringan.
Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar tidak hanya berorientasi pada penguasaan kosakata, tetapi juga mampu membangun keberanian berkomunikasi, kreativitas, dan minat belajar peserta didik.
Pelatihan tersebut sekaligus memperlihatkan peran PGRI Kota Palopo dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan mempersiapkan guru menghadapi perkembangan teknologi serta kebutuhan pendidikan masa depan. (sukmawati syamsul).***


















