BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) II PGRI 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (16-18/4/2026). Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.015 peserta dari seluruh Indonesia.
Konkernas II PGRI 2026 secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Wakil Mendikdasmen, Jaksa Agung, serta Sekretaris Daerah DKI Jakarta.
Ketua PGRI Provinsi Sulsel, Prof Dr H Hasnawi Haris, M.Hum didampingi Sekretaris Umum, Dr. Abdi, M.Pd kepada media Kamis 17 April 2026, mengatakan bahwa dalam rapat pertanggungjawaban Pengurus Besar (PB) PGRI, pihaknya menerima seluruh laporan tanpa catatan.
“PGRI Sulsel menerima semua laporan kegiatan PB PGRI tanpa catatan,” ujarnya kepada media, Kamis.
Selain itu, PGRI Sulsel juga mengusulkan agar Provinsi Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah Konkernas III PGRI tahun 2027 yang direncanakan berlangsung di Makassar.
Usulan tersebut disampaikan setelah adanya komunikasi dengan PGRI Provinsi Sulawesi Tengah yang juga mengajukan diri sebagai tuan rumah.
Tak hanya itu, PGRI Sulsel turut mengundang Ketua Umum PB PGRI untuk menghadiri kegiatan Pekan Olahraga, Seni, dan Pelajar (Porsenijar) Sulsel yang direncanakan berlangsung di Sidenreng Rappang pada awal Juli 2026.
Rombongan PGRI Sulsel yang hadir terdiri dari jajaran pengurus provinsi hingga kabupaten/kota, di antaranya Wakil Ketua Hj. Juhrah, S.Sos, M.AP; Wakil Sekretaris Umum II Dra. Hj. Salmiah, M.Pd.
Bendahara Dra. Hj. Hendriati Sabir, M.Pd; Ketua Biro Olahraga Drs. Suriadi, M.Pd; serta Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Sulsel H. Mursalim Rauf, SH, MH, serta para ketua dan sekretaris PGRI kabupaten dan kota se-Sulsel dan pihak lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, meluncurkan program Gerakan 1 Juta Guru sebagai komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
“Gerakan ini menjadi langkah konkret PGRI dalam mewujudkan guru yang bermutu dan berdaya saing,” kata Unifah.
Dia menambahkan, program tersebut sejalan dengan visi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
Menurutnya, kualitas guru menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan pendidikan nasional. Karena itu, PGRI terus mendorong peningkatan kompetensi, kesejahteraan, serta perlindungan profesi guru di seluruh Indonesia. ***


















