Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

PKM LP3M Unismuh Makassar Rencana Hadirkan Pelatihan Media Edukasi Digital untuk Pencegahan Stunting di Desa Timbuseng Gowa

×

PKM LP3M Unismuh Makassar Rencana Hadirkan Pelatihan Media Edukasi Digital untuk Pencegahan Stunting di Desa Timbuseng Gowa

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) LP3M Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melakukan observasi lapangan di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tahap awal pelaksanaan program pengabdian yang mengusung judul “Pelatihan Media Edukasi Digital untuk Kampanye Pencegahan Stunting di Desa Timbuseng Kabupaten Gowa.”

Example 300x600

Tim pengabdi itu terdiri para dosen Fisip Unismuh Makassar yakni; Dr. Muhammad Yahya, M.Si, Arni, S.Kom., M.I.Kom., dan Dr. Hafiz Elfiansya Parawu, S.T., M.Si., bersama sejumlah mahasiswa pendamping.

Kedatangan tim disambut Pejabat Kepala Desa Timbuseng, Arifai, S.Sos., Ketua PKK Desa Timbuseng, Hj. Rahmawati, Kepala Dusun Tamalate, Munawir Muzakir, S.Pd.I., serta Kepala Dusun Bollangi, Asriadi.

Ketua Tim PKM Unismuh Makassar, Dr. Muhammad Yahya, M.Si., mengatakan observasi dilakukan untuk memetakan kebutuhan masyarakat sekaligus mengidentifikasi potensi pemanfaatan media digital dalam mendukung kampanye pencegahan stunting.

Menurutnya, stunting masih menjadi persoalan yang memerlukan perhatian bersama karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Melalui pelatihan media edukasi digital ini, akan menghadirkan pendekatan yang lebih inovatif dan mudah dipahami masyarakat dalam upaya pencegahan stunting,” ujar Muhammad Yahya.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi informasi saat ini membuka peluang besar bagi masyarakat desa memanfaatkan berbagai platform digital sebagai sarana edukasi kesehatan keluarga.

Media digital seperti video edukasi, infografis, konten media sosial, hingga aplikasi komunikasi dinilai mampu menyampaikan informasi kesehatan secara lebih menarik dan efektif.

Dari hasil observasi lapangan, tim menemukan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi, terutama dari kader posyandu, ibu rumah tangga, serta kelompok pemuda desa yang siap terlibat dalam program tersebut.

“Hasil observasi menunjukkan Desa Timbuseng memiliki potensi besar untuk mengembangkan kampanye kesehatan berbasis digital. Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat memproduksi dan menyebarluaskan informasi yang benar mengenai pencegahan stunting,” katanya.

Muhammad Yahya menambahkan, keberhasilan program pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada kualitas edukasi dan informasi yang diterima masyarakat.

Karena itu, pemanfaatan teknologi digital perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan kesehatan berbasis masyarakat di tingkat desa.

Program PKM ini juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader edukasi digital yang dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan informasi tentang gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, pola asuh, serta pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.

“Kami berkomitmen mendampingi masyarakat Desa Timbuseng agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Tim PKM LP3M Unismuh Makassar berharap dapat menghadirkan model kampanye kesehatan berbasis media digital yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Gowa maupun Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting.

Pejabat Kades Timbuseng Arifai, S.Sos, pada kesempatan itu menyambut baik rencana para dosen Fisip Unismuh Makassar menggelar PKM memberi penguatan dan keterampilan warga desa dalam penggunaan media sosial guna mencegah stunting di desa.

Kehadiran dosen dan mahasiswa di desa secara langsung memberi inovasi dan pengetahuan baru serta solusi bagi permasalahan yang dihadapai warga desa. Dosen Fisip yang akan menggelar PKM disambut baik warga dan pemerintah desa karena akan memberi pengetahuan dalam edukasi dan kampanye pencegahan stunting, tandasnya.

Dijelaskan juga kalau di desa di temukan ada 4 penderita stunting dan saat ini lintas instansi melakukan kolaborasi menangani empat penderita tersebut, katanya. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *