BERITASEMBILAN.Com-Bone. Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) mengenalkan pemanfaatan energi terbarukan kepada pelajar melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA Negeri 13 Bone.
Kegiatan bertema “Inovasi Sistem Penyiraman Otomatis Berbasis Energi Surya (Photovoltaic)” tersebut dilaksanakan Jumat (31/7/2026).
Program ini melibatkan dosen PNUP, guru, dan siswa SMA Negeri 13 Bone.
Ketua tim PKM PNUP, Dr Satriani Said Akhmad, M.T., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi mendiseminasikan ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat dipahami dan dimanfaatkan masyarakat.
Khusus kepada siswa, teknologi yang diperkenalkan berupa sistem penyiraman otomatis dengan memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi listrik.
“Melalui kegiatan pengabdian ini, kami berharap para siswa tidak hanya memahami konsep energi terbarukan, tetapi juga mampu melihat peluang pemanfaatan teknologi sederhana yang dapat diterapkan untuk menjawab berbagai permasalahan di bidang pertanian dan lingkungan,” kata Satriani.
Panel Surya Gerakkan Pompa Air
Dalam kegiatan tersebut, tim PNUP menghadirkan Musfira Putri Lukman dan Desi sebagai narasumber.
Keduanya memberikan pemahaman mengenai konsep dasar energi surya atau photovoltaic, prinsip kerja sistem penyiraman otomatis, hingga peluang penerapannya dalam mendukung pertanian modern.
Siswa juga diperkenalkan secara langsung dengan cara kerja perangkat.
Energi matahari yang ditangkap panel surya dikonversi menjadi energi listrik untuk mengoperasikan pompa air pada sistem penyiraman otomatis.
Dengan konsep tersebut, sistem dapat bekerja dengan memanfaatkan energi matahari tanpa sepenuhnya bergantung pada sumber listrik konvensional.
Teknologi ini diperkenalkan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi penyiraman, menekan penggunaan energi konvensional, serta mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Dorong Siswa Berani Berinovasi
Satriani mengatakan pengenalan teknologi kepada siswa tidak hanya ditujukan untuk menambah pengetahuan tentang energi terbarukan.
Tim PKM PNUP juga ingin mendorong munculnya rasa ingin tahu dan kemampuan melihat persoalan di sekitar sebagai peluang untuk melahirkan inovasi.
“Kami ingin menumbuhkan semangat inovasi sejak dini sehingga lahir generasi yang kreatif, adaptif, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Sejumlah pertanyaan muncul mengenai pemanfaatan energi matahari, tingkat efisiensi sistem penyiraman otomatis, hingga kemungkinan teknologi tersebut dikembangkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepala SMA Negeri 13 Bone mengapresiasi PNUP yang memilih sekolahnya sebagai lokasi kegiatan pengabdian.
Pengenalan teknologi energi terbarukan dinilai dapat memperluas wawasan siswa mengenai perkembangan teknologi sekaligus penerapannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Bagian dari Tri Dharma PNUP
Bagi PNUP, kegiatan di SMA Negeri 13 Bone menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan pengetahuan dan inovasi melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga mendiseminasikannya sehingga dapat memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Melalui PKM tersebut, PNUP juga berupaya memperkuat sinergi dengan institusi pendidikan dalam meningkatkan literasi teknologi, terutama berkaitan dengan energi terbarukan.
Pengenalan sistem penyiraman otomatis berbasis tenaga surya diharapkan menjadi salah satu contoh bagi siswa bahwa teknologi dapat dikembangkan dari persoalan sehari-hari dan diarahkan untuk menghasilkan solusi yang lebih efisien serta ramah lingkungan.***


















