Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Prof Syamsir Dewang Dilantik Jadi Rektor UIT 2026–2030, Prioritaskan Kedokteran hingga Teknik Pertambangan

×

Prof Syamsir Dewang Dilantik Jadi Rektor UIT 2026–2030, Prioritaskan Kedokteran hingga Teknik Pertambangan

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar memasuki babak baru kepemimpinan.

Prof Dr Syamsir Dewang, M.Eng.Sc., F.Med. resmi dilantik sebagai Rektor UIT periode 2026–2030.

Example 300x600

Pelantikan berlangsung di Ruang Yayasan, Kampus 5 UIT, Jl Abdul Kadir No 70, Makassar, Kamis 17 September 2026

Prosesi pengambilan sumpah jabatan dipimpin Wakil Ketua Yayasan Indonesia Timur, Aminuddin, SH, MH, mewakili Ketua Yayasan Indonesia Timur, H Haruna, MA, MBA.

Setelah dilantik, Prof Syamsir Dewang kemudian melantik jajaran pimpinan dan civitas akademika UIT.

Mereka terdiri atas Wakil Rektor, Direktur Program Pascasarjana, pejabat struktural hingga tenaga pendidik untuk masa bakti 2026–2030.

Pelantikan turut dihadiri Plt Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara Prof Dr dr Budu, PhD, SpM(K), Ketua Yayasan Indonesia Timur H Haruna, MA, MBA, serta Rektor UIT periode sebelumnya Dr Abdul Rahman, S.Pt., SE, MM, M.Kes.

Hadir pula Direktur RSU Wisata UIT Hj Rahayu, S.ST., M.Kes, Badan Pengawas H Ambo Asse, serta jajaran Badan Pengawas Yayasan Indonesia Timur.

Prof Syamsir Ingin Kembalikan Kejayaan UIT

Pada pidato seusai pelantikan, Prof Syamsir menegaskan komitmennya memperkuat kembali posisi akademik UIT.

Salah satu fokus kepemimpinannya adalah pembenahan sistem manajemen melalui penerapan good university governance atau tata kelola perguruan tinggi yang baik.

Selain itu, UIT akan mendorong inovasi dan pengembangan program studi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan.

“Universitas Indonesia Timur memiliki nama besar dan rekam jejak yang kuat. Fokus utama kita ke depan adalah perbaikan sistem manajemen tata kelola serta mendorong inovasi tinggi dalam pengembangan program studi yang selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional,” kata Prof Syamsir.

Bidik Fakultas Kedokteran dan Teknik Pertambangan

Di bawah kepemimpinan Prof Syamsir, UIT juga menyiapkan pengembangan sejumlah program pendidikan strategis.

Di antaranya Fakultas Kedokteran, Program Profesi Apoteker, serta Teknik Pertambangan.

Pengembangan program tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia pada sektor kesehatan dan teknis.

“Bangsa kita masih mengalami kekurangan tenaga medis dan ahli teknis. Di Sulawesi Selatan, penyelenggara prodi pertambangan masih sangat terbatas, padahal potensi industrinya sangat besar. UIT bertekad mengambil peran strategis ini untuk mencetak SDM unggul yang relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.

Prof Syamsir menilai pengembangan program studi harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja.

Karena itu, inovasi akademik menjadi salah satu agenda yang akan mendapat perhatian dalam empat tahun kepemimpinannya.

Yayasan Lakukan Penyegaran Struktur

Ketua Yayasan Indonesia Timur, H Haruna, mengatakan pergantian kepemimpinan juga disertai penataan struktur organisasi.

Menurutnya, sekitar 25 persen struktur mengalami penyesuaian sebagai bagian dari penyegaran organisasi, baik di lingkungan universitas maupun RS Wisata UIT.

Haruna juga menyampaikan apresiasi kepada Dr Abdul Rahman atas kepemimpinannya pada periode sebelumnya.

“Jabatan Rektor mengacu pada statuta universitas. Saat ini yayasan menaungi dua entitas utama, yaitu universitas dan rumah sakit. Kami mempercayakan penuh kepemimpinan ini kepada Prof Syamsir bersama para pimpinan 12 fakultas untuk mampu merespons perkembangan global yang berjalan sangat cepat,” tutur Haruna.

Ia berharap LLDIKTI Wilayah IX terus memberikan pendampingan dan pembinaan kepada UIT dalam proses pengembangan perguruan tinggi.

Prof Budu: UIT Punya Energi Besar untuk Bertransformasi

Plt Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Prof Budu, menilai UIT memiliki modal besar untuk melakukan transformasi pendidikan.

Terlebih perguruan tinggi kini menghadapi perkembangan hybrid learning, virtualisasi, dan digitalisasi.

Menurut Prof Budu, LLDIKTI memiliki sejumlah peran dalam mendampingi perguruan tinggi, termasuk UIT.

Pendampingan tersebut mencakup penjaminan mutu akademik melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pengembangan karier dosen hingga jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar, serta fasilitasi prestasi mahasiswa dan penguatan kerja sama.

LLDIKTI juga mendorong perguruan tinggi memperluas jejaring hingga tingkat internasional.

“UIT memiliki ekosistem yang besar, mulai dari jumlah mahasiswa, prodi, hingga unit usaha pendukung seperti rumah sakit. Ini adalah energi dan daya dorong besar bagi UIT untuk bertransformasi, tidak hanya menjadi kampus terkemuka di Indonesia Timur, tetapi juga di tingkat nasional,” tegas Prof Budu.

Pelantikan kepemimpinan periode 2026–2030 tersebut menjadi titik awal bagi Prof Syamsir dan jajaran baru UIT untuk menjalankan agenda pembenahan tata kelola, peningkatan mutu akademik, digitalisasi, serta pengembangan program studi yang dinilai strategis.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *