BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar punya cara tersendiri untuk menjaring calon mahasiswa baru.
Tak sekadar presentasi formal, mereka memanfaatkan momentum pelatihan media edukasi digital dan pencegahan stunting untuk menyosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027.
Sasarannya adalah masyarakat, pengurus PKK, dan kader posyandu di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.
Kegiatan yang berpusat di Aula Kantor Desa Timbuseng ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Timbuseng Arifai S.Sos, serta puluhan kader perempuan setempat.
Di sela-sela materi kesehatan, Tim PKM Unismuh membagikan brosur PMB sembari memaparkan berbagai jalur penerimaan, pilihan program studi (prodi), hingga peluang beasiswa yang bisa diakses di Unismuh Makassar dengan membagikan brosur dan alat peraga lainnya.
Anggota Tim PKM Unismuh, Dr Muhammad Yahya Mustafa mengungkapkan, sosialisasi PMB ini merupakan langkah strategis kampus untuk memperluas akses informasi pendidikan tinggi hingga ke tingkat desa.
“Kami ingin memastikan informasi tentang penerimaan mahasiswa baru dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Muhammad Yahya Mustafa kepada media
Menurut Yahya, kader PKK dan posyandu dipilih karena memiliki jaringan yang sangat kuat dan luas di tengah masyarakat.
“Kader PKK dan posyandu ini bersentuhan langsung dengan warga. Kami berharap mereka bisa membantu menyebarluaskan informasi PMB Unismuh kepada keluarga dan tetangga yang memiliki anak usia kuliah,” tambahnya.
Ia menilai, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di desa harus berjalan beriringan. Tidak hanya lewat program kesehatan masyarakat, tetapi juga dengan membuka keran akses ke perguruan tinggi.
Selain misi sosialisasi kampus, tim PKM yang beranggotakan Dr Muhammad Yahya Mustafa, Dr Hafiz Alfiansyah, dan Erni S.Kom M.I.Kom ini tetap fokus pada misi utama mereka: literasi digital dan kesehatan.
Para kader posyandu dibekali keterampilan memanfaatkan media sosial. Tujuannya, agar mereka bisa memproduksi content edukasi kesehatan—khususnya pencegahan stunting—secara mandiri, menarik, dan efektif.
“Kader posyandu adalah agen edukasi. Dengan sentuhan kemampuan digital, jangkauan kampanye pencegahan stunting di Gowa bisa jauh lebih luas dan kekinian,” jelas Yahya.
Respons Positif Pemerintah Desa
Langkah jemput bola yang dilakukan civitas akademika Unismuh Makassar ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Desa Timbuseng.
Kepala Desa Timbuseng, Arifai S.Sos, menyebut kehadiran Unismuh memberikan double impact atau manfaat ganda bagi warganya.
“Tentu kami sangat menyambut positif. Warga dan kader kami tidak hanya mendapat ilmu baru soal digitalisasi penanganan stunting, tapi juga dibukakan jalan dan wawasan untuk menguliahkan anak-anak mereka ke Unismuh,” tutur Arifai.
Melalui kolaborasi ini, Unismuh Makassar berharap mampu mendongkrak angka partisipasi kuliah pemuda di wilayah pedesaan, demi mencetak SDM Sulsel yang unggul dan berdaya saing di masa depan. (*)


















