BERITASEMBILAN.Com-Majkassar. Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) kembali menghadirkan anggota Kabinet Merah Putih dalam rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027.
Setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan kuliah umum pada Sabtu (12/9/2026), giliran Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman yang dijadwalkan hadir pada Selasa (15/9/2026).
Maman akan memberikan kuliah umum bertema “Penguatan UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan”.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Ta’aruf Mahasiswa Baru Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh itu akan berlangsung mulai pukul 14.00 Wita di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar.
Kuliah umum tersebut terbuka bagi mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika Unismuh.
Membawa Perspektif Kewirausahaan
Kehadiran Maman melanjutkan rangkaian pembekalan mahasiswa baru Unismuh oleh tokoh nasional.
Sebelumnya, Andi Amran Sulaiman memberikan perspektif mengenai pembangunan pertanian, ketahanan pangan, dan perjuangan meraih kesuksesan.
Sementara itu, Maman dijadwalkan membahas kewirausahaan, kemandirian, serta peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Dekan III FAI Unismuh, Elly Oscar, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan, latar belakang Maman sebagai mantan aktivis mahasiswa membuat materi tersebut relevan bagi mahasiswa baru.
Sebelum memasuki dunia profesional dan politik, Maman pernah menjabat Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Trisakti periode 2004–2006.
“Mahasiswa akan mendengar langsung pengalaman seseorang yang pernah berada pada posisi yang sama dengan mereka: menjadi mahasiswa, aktif berorganisasi, membangun jejaring, lalu menapaki dunia profesional, politik, hingga mendapat amanah sebagai menteri,” kata Elly, Senin (14/9/2026).
Menurut Elly, proses pembentukan diri di perguruan tinggi tidak hanya berlangsung melalui kegiatan perkuliahan.
Pengalaman berorganisasi dapat membantu mahasiswa mengembangkan kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, kepekaan membaca peluang, dan keberanian mengambil keputusan.
“Kami berharap pengalaman Pak Menteri dapat membangkitkan semangat mahasiswa baru,” ujarnya.
Kewirausahaan Bukan Sekadar Mencari Keuntungan
Dekan FAI Unismuh, Dr. Amirah Mawardi, S.Ag., M.Si., mengatakan, mahasiswa perlu dipersiapkan menghadapi dunia kerja dan kehidupan masyarakat yang terus berubah.
Mahasiswa FAI, menurut dia, perlu memiliki ilmu dan karakter keislaman yang kuat sekaligus menjadi pribadi kreatif, adaptif, dan mandiri.
“Spirit kewirausahaan penting agar mereka mampu membaca kebutuhan masyarakat dan mengubah pengetahuan menjadi manfaat,” kata Amirah.
Ia menjelaskan, kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan mencari keuntungan.
Kewirausahaan juga mencakup keberanian mengambil inisiatif, menciptakan lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, dan menghadirkan solusi.
“Nilai-nilai itu sangat relevan bagi mahasiswa,” tuturnya.
Dari Aktivis Mahasiswa hingga Menteri
Maman merupakan alumnus Teknik Perminyakan Universitas Trisakti.
Semasa kuliah, ia aktif dalam gerakan kemahasiswaan dan menjadi Presiden BEM Universitas Trisakti pada 2004–2006.
Setelah menyelesaikan kuliah, Maman meniti karier di dunia profesional sebelum terjun ke politik dan menjadi anggota DPR.
Ia kemudian dipercaya menjabat Menteri UMKM dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Perjalanan tersebut diharapkan menjadi gambaran bagi mahasiswa baru mengenai pentingnya memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun pengetahuan, kapasitas kepemimpinan, pengalaman organisasi, dan jejaring.
Kampus Perlu Mendorong Penciptaan Lapangan Kerja
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU., mengatakan, kehadiran tokoh nasional dalam rangkaian Ta’aruf bertujuan memperluas wawasan mahasiswa sejak awal memasuki perguruan tinggi.
“Kehadiran Menteri Pertanian pada pembukaan Ta’aruf universitas, kemudian Menteri UMKM dalam rangkaian Ta’aruf FAI, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari tokoh yang bekerja pada sektor-sektor strategis bangsa,” kata Rakhim.
Menurut dia, perguruan tinggi tidak seharusnya hanya mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki pasar kerja.
Kampus juga perlu mendorong mahasiswa agar berani berkarya, berinovasi, menciptakan peluang, dan membuka lapangan kerja.
“Mahasiswa jangan hanya membayangkan kuliah sebagai jalan memperoleh ijazah lalu mencari pekerjaan,” ujarnya.
“Kampus harus menumbuhkan keberanian untuk berkarya, berinovasi, menciptakan peluang, bahkan membuka lapangan kerja,” tambahnya.
Rakhim menilai perjalanan Maman dari aktivis kampus hingga menjadi menteri juga membawa pesan penting tentang proses pengembangan diri mahasiswa.
Prestasi akademik tetap penting, tetapi perlu diimbangi dengan kepemimpinan, pengalaman organisasi, kreativitas, jejaring, dan kemampuan menyelesaikan persoalan.
Mendukung Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Kuliah umum Menteri UMKM melengkapi rangkaian Ta’aruf FAI Unismuh yang berisi pengenalan sistem akademik, program studi, organisasi kemahasiswaan, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Tema penguatan UMKM juga berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Keterkaitan tersebut mencakup penguatan kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Melalui kehadiran Menteri Pertanian dan Menteri UMKM, Unismuh berupaya mempertemukan mahasiswa baru dengan pengalaman kepemimpinan, kewirausahaan, kebijakan publik, dan persoalan pembangunan nasional sejak awal memasuki perguruan tinggi.


















