BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus menghadirkan sejumlah guru besar, anggota Dewan Eksekutif BAN-PT, praktisi, pengguna lulusan, alumni, serta pemangku kepentingan dalam Lokakarya Peninjauan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) Program Pascasarjana yang berlangsung secara hybrid di Kampus Pascasarjana UKI Paulus, Jalan Cenderawasih, Makassar, pada 26–27 Juli 2026.
Rektor UKI Paulus, Prof. Dr. Agus Salim, S.H., M.H., mengatakan pelibatan berbagai unsur eksternal tersebut menjadi bagian dari komitmen universitas untuk menghasilkan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta regulasi terbaru pendidikan tinggi.
“Kurikulum yang baik tidak cukup disusun secara internal. Masukan dari para guru besar, praktisi, pengguna lulusan, alumni, dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting agar lulusan UKI Paulus memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia profesi,” ujar Prof. Agus Salim saat membuka lokakarya.
Ia menegaskan, rekonstruksi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) harus menghasilkan lulusan yang memiliki capaian pembelajaran terukur sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi dan dunia kerja.
Pada lokakarya tersebut, peserta juga memperoleh materi mengenai Kebijakan Nasional Akreditasi Perguruan Tinggi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T., Anggota Dewan Eksekutif BAN-PT. Sementara materi mengenai Peran Alumni Pascasarjana UKI Paulus di Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan narasumber dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Pada sesi paralel, masing-masing program studi menghadirkan pakar sesuai bidang keilmuannya.
Untuk Program Studi Magister Hukum, hadir AIPTU Dr. Mas Juli, S.H., M.AP., M.H., dari BA SAT Reskrim Polres Teluk Bintuni Polda Papua Barat, Muhammadong, S.T., M.M., M.H., Analis Pengelola Keuangan APBN Politeknik Penerbangan Makassar, serta alumni Prof. Dr. Yotham Th. Timbonga, B.Th., S.H., M.H.
Pada Program Studi Magister Teknik Sipil, lokakarya menghadirkan Prof. Jauhar Fajrin, S.T., M.Sc. (M.Eng)., Ph.D., Guru Besar Teknik Sipil, bersama pengguna lulusan dan alumni yang dipandu Dr. Erni Rantebungin, S.T., M.Eng.
Sementara itu, Program Studi Magister Manajemen memperoleh masukan dari Prof. Dr. Abdul Razak Munir, S.E., M.Si., M.Mktg., C.MP., CMA, bersama pengguna lulusan dan alumni dengan moderator Prof. Dr. Drs. H. Baharuddin, M.Si.
Untuk Program Studi Magister Teknik Mesin, narasumber utama adalah Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T., Guru Besar Teknik Mesin, didampingi pengguna lulusan dan alumni dengan moderator Dr. Ir. Atus Buku, S.T., M.T.
Adapun Program Studi Doktor Hukum menghadirkan Prof. Dr. Marthen Arie, S.H., M.H., bersama mitra dan mahasiswa doktor dengan moderator Prof. Dr. Liberthin Palullungan, S.H., M.H.
Plt. Direktur Program Pascasarjana UKI Paulus sekaligus Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Yoel Pasae, S.T., M.T., menjelaskan bahwa rekonstruksi kurikulum dilakukan terhadap lima program studi, yakni Magister Hukum, Magister Teknik Sipil, Magister Manajemen, Magister Teknik Mesin, dan Program Doktor Hukum, dengan mengacu pada Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 dan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026.
Menurutnya, hasil lokakarya akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum yang lebih berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan, kebutuhan pemangku kepentingan, dan peningkatan mutu akademik Pascasarjana UKI Paulus.
Lokakarya ditutup dengan sidang pleno penetapan kurikulum masing-masing program studi yang dipimpin para ketua tim penyusun sebelum secara resmi ditutup oleh Rektor Prof. Dr. Agus Salim, S.H., M.H. ***


















